Cute Blue Flying Butterfly

ღ SHaRiNG eVeRYTHiNG aBouT KoReaN ღ

✿ 어서 오세요. 저는 당신이 내 블로그를 좋아 바랍니다. 감사합니 ✿
Showing posts with label kuliner korea. Show all posts
Showing posts with label kuliner korea. Show all posts

Kuliner Untuk Muslim di Korea

Berwisata di Korea Selatan bukan berarti harus kesulitan mencari makanan halal yang bisa dikonsumsi pelancong muslim. Kendati negara ini mayoritas dihuni penduduk yang beragama Budha (dan sebagian lainnya tak menganut agama) namun makanan halal masih bisa kita temukan dengan mudah. Dimana saja ?

1. Potala Restoran

Potala dimiliki oleh seorang warga Tibet, sehingga tak heran jika restoran ini menawarkan cita rasa Himalaya dan India. Selain itu, masakan ala Nepal juga bisa dinikmati untuk mengobati rasa lapar Anda. Meski dalam buku menu tak tertulis bahwa makanan yang disediakan Potala adalah sajian halal namun mereka berkomitmen untuk menyajikan dan memasak semua makanan ini dengan pedoman yang sesuai dengan ajaran Islam. Jika Anda mengunjungi Potala, ada beberapa menu yang wajib dicoba seperti sha bhakle, samosa chat, curry, naan dan lassi. Minuman unik yang bisa Anda coba adalah chang atau Tibetan rice beer. Rasanya seperti makkoli yakni minuman serupa asal Korea. Ada dua restoran Potala di Seoul. Yang pertama ada di B1, 35-2 Gwangcheol-dong, Jongno-gu. Sedangkan yang kedua ada di Myeongdong 2-ga, Jung-gu. Ada bisa pilih salah satu sebagai alternatif kuliner halal di Korea Selatan. 

2. Pasha

Restoran ala Turki ini berada di Gangnam, Seoul. Di sana Anda bisa mencicipi berbagai makanan pembuka, salad, spageti, kebab, hidangan utama, minuman dan makanan penutup. Tidak hanya itu, Pasha juga menyediakan menu vegetarian. Jika Anda bermaksud melakukan santap siang di Pasha mereka sudah menyiapkan aneka menu lunch sejak pukul 12.00 – 16.00. Hidangan yang bisa Anda pilih adalah sup, salad, lavas dan kebab. Macam kebab seperti pasha kebab, Ilham kebab, ada iskender kebab dan sore layak untuk dicicipi. Oya, juru masak Pasha sudah memiliki pengalaman di bidang kuliner lebih dari 20 tahun. Anda tak akan pernah menyesal sudah mampir ke destinasi ini. Mereka siap memanjakan lidah Anda dengan sajian terbaik ala Turki yang tidak saja enak tapi juga halal. 

3. Restoran di kawasan Itaewon

Kawasan Itaewon merupakan salah satu tempat yang paling akrab dengan umat muslim. Ya, disinilah sentra penduduk beragama Islam tinggal berdampingan dengan warga lokal. Di Itaewon pulalah berdiri masjid terbesar di Korea Selatan, Seoul Central Mosque. Selama di Itaewon Anda tidak akan pernah kesulitan mencari kedai makanan halal. Misalnya Ashoka yang merupakan restoran India pertama di Korea. Selanjutnya ada Moghul yang konon mengimpor langsung bahan-bahan makanannya dari Pakistan. Kashmir Restaurant adalah tempat makan yang bisa Anda coba. Letaknya di sebelah pintu masuk Pyeonghwa Apartement. Tepat di dekat Seoul Central Mosque ada Wazwan yang memiliki menu andalan tandoori chicken. Evergreen Halal Food Restaurant adalah opsi lainnya. Keunikan kedai ini adalah karena mereka menyajikan makanan dengan cara prasmanan. 

credit : korea.panduanwisata

Baechu Kimchi (배추김치)

Bahan :
  • 1 buah sawi putih utuh (2kg)
  • 2 gelas garam alami
  • 2 liter air

Bahan isi : 
  • 200g lobak
  • 50g daun bawang kecil
  • 50g peterseli air

Bumbu :
  • 5 sdm tepung beras ketan (dijadikan bubur dengan 1 gelas air)
  • 1/2 gelas bubuk cabe merah berpartikel sedang
  • 1/2 gelas bubuk cabe merah berpartikel halus
  • 1/2 gelas trasi cairan ikan teri
  • 4 sdm terasi udang kecil
  • 2 sdm gula
  • 4 sdm bawang putih cincang halus
  • 1 sdm jahe cincang halus
  • 4 sdm sari bawang bombai

Cara Membuat :
  • Mengolah sawi putih : Petik dua atau tiga lembar daun luar sawi yang kotor dan potong bagian akar sawi. Kemudian dibelah empat
  • Menggarami sawi putih : Buatlah cairan garam, dengan memasukkan 1/2 gelas garam ke dalam air. Rendamlah sawi putih ke dalam cairan garam. Setelah dikeluarkan, taburi garam di bagian atas setiap lembar sawi. Kemudian, sawi itu dimasukkan lagi ke dalam cairan garam.
  • Bilas sawi putih itu dengan air mengalir, kira-kira 3 kali. Kemudian sawi putih disaring selama satu jam.
  • Mengolah bahan isi : Potong halus lobak dan peterseli air dengan panjang 3 cm.
  • Bubur beras ketan : Buat bubur dengan tepung beras. Setelah mulai gelembung, kurangi apinya. Biarkan selama 1~2 menit lalu matikan api. Kemudian dinginkan.
  • Membuat bumbu : Campurkan bubur beras ketan, terasi cairan, terasi udang, gula, bubuk cabe merah, bawang putih, jahe, sari bawang bombai yang sudah diolah. Masukkan lobak, daun bawang, dan peterseli ke dalam campuran bumbu dengan mengaduk-aduk. Diamkan selam 30 menit.
  • Masukkan isi yang dibumbui pada setiap lembaran sawi dengan cara mengolesi. Kemudian lipatkan sawi dan bungkusnya dengan daun yang paling luar.
  • Tempatkan Kimchi dalam wadah kedap udara dan disimpan dalam suhu udara, kira-kira 15 derajat selsius selama 3 hari kemudian masukkan ke dalam kulkas bersuhu 0~5 derajat selsius.
credit :: resep-masakan-korea

Mencicipi Gimbap, Sushi Khas Korea


Anda penyuka sushi? Jika ya, sudah selayaknya Anda mencoba mencicipi gimbap alias sushi khas Korea. Makanan ini sangat populer sekaligus menjadi rujukan para wisatawan untuk mengganjal perut di sela-sela perjalanan liburan di Korea Selatan.

Dalam bahasa Korea, “gim” berarti rumput laut, sedangkan “bab” berarti padi. Ya, makanan cepat saji yang mirip sushi ala Jepang ini biasanya berisi nasi dan sayuran yang digulung dalam lembaran tipis nori alias rumput laut. Gimbap biasanya disajikan dalam potongan-potongan dengan kimchi atau acar lobak. Bahan utama sushi Korea ini terdiri dari beras putih, telur, lobak atau bisa diganti dengan mentimun dan sayuran. Beberapa orang menambahkan sosis dan daging kepiting untuk menambah kandungan gizi gimbap. Bahan makanan dengan warna yang beraneka ragam ini akan membuat tampilan gimbap jauh lebih cantik sehingga menarik untuk dimakan. Di Korea, makanan ini biasanya menjadi menu utama untuk piknik dan aktivitas di luar ruangan lainnya. Tak heran jika gimbap dipilih menjadi makanan terfavorit dari 100 jenis masaka Korea oleh orang asing. Itu mengapa kini banyak masakan gimbap yang divariasikan dengan selera barat seperti French Gimbap dan California Gimbap. French Gimbap agak berbeda dengan gimbap pada umumnya karena lembar rumput lautnya digulung dalam nasi sesuai dengan selera orang Perancis yang kurang menyukai aroma rumput laut kering. Sedangkan California Gimbap dibuat dengan isi buah-buahan seperti apokat.

Nah, di Korea variasi, gimbap-pun beraneka ragam. Ada Tuna Gimbap dan Sam Gak Gimbap atau gimbap yang berbentuk segitiga. Anda bisa membeli Sam Gak Gimbap di minimarket seperti Family Mart. Berbeda dengan gimbap pada umumnya, gimbap jenis ini ada pembungkusnya yang harus Anda buka dulu sebelum menikmatinya. Karena harganya yang murah, gimbap segitiga ini banyak dibeli oleh mahasiswa-mahasiswa perantauan yang sedang menuntut ilmu di Korea Selatan. Selain itu ada Chungmu Gimbap yang merupakan makanan khas daerah Chungmu atau yang sekarang berubah menjadi Tongyoung di Propinsi Kyungsang Selatan. Gimbap ini lebih mirip dengan bentuk awal gimbap dan biasanya dimakan dengan kimchi lobak, cumi-cumi rebus dengan saus pedas dan sup. Dulu, para istri di daerah Chungmu memasak gimbap dengan memisahkan nasi gulung dan bahan isinya. Hal ini dikarenakan gimbap jadi mudah basi jika isinya tidak dipisah.Menurut sejarah kuliner di Korea, Chungmu Gimbap inilah yang dianggap paling asli khas Korea.

Banyak yang bertanya apa perbedaan gimbap dengan sushi ala Jepang. Nasi di gimbap dibumbui menggunakan minyak wijen bukan cuka beras. Tidak itu saja, nori atau rumput laut sebelum digunakan untuk menggulung gimbap juga dilumuri minyak wijen terlebih dahulu. Hal inilah yang membuat rasa sushi khas Jepang dengan gimbap sangat berbeda. Oya, selain itu, gimbap tidak menggunakan daging mentah.

credit :: korea.panduanwisata

Bingsu, Makanan Pencuci Mulut Khas Korea

 Es krim selalu menjadi favorit siapa saja. Warnanya menggoda dan rasanya yang lumer di mulut menjadikannya selalu digandrungi penikmat kuliner. Di Korea, ada salah satu jenis es krim yang populer yakni Bingsu. Bingsu biasanya dimakan sebagai hidangan penutup pada saat musim panas.

Bingsu terbuat dari es batu, buah-buahan, kue beras, susu manis dan sirup. Bingsu terdiri dari berbagai jenis, misalnya bingsu teh hijau yang artinya terdapat campuran teh hijaunya. Jenis lainnya adalah coffee bingsu, fruit bingsu, sweet red bean bingsu dan lain-lain.

Selain rasanya yang –tentu saja- enak, presentasi bingsu sangat menarik. Jika memilih fruit bingsu, Anda akan melihat bermacam potongan buah dengan warna-warna yang cantik bertaburan di atas es krim yang menggoda selera. Belum lagi jika memilih bean bingsu, aneka biji-bijian bertumpuk menutupi es krim yang leleh perlahan. Ya, bingsu memang tidak hanya menjanjikan rasa yang fantastis tetapi juga keindahan presentasi yang membangkitkan selera makan siapapun.

Salah satu tempat yang melestarikan rasa asli bingsu adalah Cafe Meal Top yang ada di kawasan Gangnam, Seoul. Kafe ini menggunakan kacang merah segar yang dimasak dan buah-buahan tanpa bahan buatan. Menu bingsu yang ada di Cafe Meal Top ini beragam, ada susu, strobery, kopi, buah, teh hijau dan plum. Menggiurkan ya? Jika ingin mencicipi bingsu di kafe yang berdiri di kawasan elit Seoul ini Anda bisa naik Seoul subway line 3 menuju Apgujeong Station melalui pintu exit 6.

Restoran lainnya yang juga menawarkan menu bingsu adalah O’Sulloc Tea House yang ada di Myeongdong. Kafe yang mengkhususkan diri dengan sajian teh tradisional Korea ini menyediakan bingsu yang menggunakan campuran green tea. Anda bahkan bisa mencicipi green tea yoghurt bingsu yang menjadi langganan penggemar bingsu di Seoul. Suasana kafe yang nyaman membuat kelezatan bingsu-pun berlipat. Anda bisa mengunjungi O’Sulloc Tea House dengan menumpang Seoul subway line 4 menuju Myeongdong Station melalui pintu exit 6.

 Nah, selama ini bingsu dianggap sebagai sajian kuliner yang cocok untuk musim panas di Korea. Jadi jangan lupa untuk menyantapnya sembari berwisata di pantai atau mengikuti summer festival ya. Masih ada beberapa racikan lagi yang juga menjadi makanan unggulan saat musim panas di negeri ginseng yakni naegmyeon, jjimdak dan samgyetang.

credit :: korea.panduanwisata

Ke Korea Jangan Lupa Mencicipi Kimchi

Kimchi diklaim sebagai makanan tersehat di dunia karena mengandung sangat rendah kalori namun punya kadar serat yang sangat tinggi. Kimchi merupakan olahan yang berisi fermentasi kubis dan diguyur bumbu pedas. Bumbunya adalah campuran dari udang krill, kecap ikan, bawang putih dan cabe merah.

Pada era-era sebelum modern, Kimchi biasanya dimakan pada saat musim dingin. Warga Korea memasak Kimchi dalam porsi yang banyak kemudian disimpan dalam gentong besar dan ditanam di bawah tanah luar rumah. Itu mengapa Kimchi juga disebut sebagai masakan tradisional negara ini.

Kini, Kimchi menjadi makanan sehari-hari yang banyak diburu oleh wisatawan mancanegara. Kepopuleran Kimchi juga dikarenakan makanan ini sering dihidangkan dalam adegan-adegan di drama Korea yang sering kita lihat. Ya, Korean Wave memang tidak selalu yang berhubungan dengan drama, lagu dan fashion tetapi juga kuliner.

Beberapa jenis Kimchi yang populer adalah Baechu Kimchi yakni kimchi yang terbuat dari fermentasi sawi putih. Mungkin ini adalah kimchi yang paling populer di dunia. Jenis kedua adalah Oisobagi Kimchi yakni kimchi yang terbuat dari timun yang dipotong dan ditaburi sambal nan pedas. Ketiga adalah Bossam Kimchi yang sangat unik. Dibilang unik karena sawinya membungkus aneka bahan makanan yang ada didalamnya seperti seafood, sayuran dan kacang-kacangan.
Di Korea Anda bisa mencicipi Kimchi di berbagai restoran yang tersebar di berbagai ruas jalan. Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk menikmati Kimchi dengan suasana yang nyaman adalah Mui-Mui Cafe yang terletak di Sinsa-dong, Gangnam District, Seoul.

credit :: korea.panduanwisata

Odeng, Jajanan Khas Korea yang Lezat

Jangan remehkan jajanan yang satu ini. Odeng adalah jajanan khas Korea yang hanya dengan 2 kata kita bisa menelan liur karena ingin merasakannya. Odeng? Enak dan murah!.

Odeng adalah makanan yang paling sering kita temui di Korea Selatan. Di toko-toko makanan, supermaket, kedai pinggir jalan, restoran hingga hotel berbintang. Pada dasarnya odeng adalah ikan yang biasanya direbus dan cara memakannya dengan menggunakan kaldu kuah panas. Itu kenapa Odeng sangat cocok untuk dimakan pada saat musim dingin tiba karena bisa menghangatkan tubuh. Biasanya Odeng disajikan dengan menusuk ikan-ikan itu dalam sebuah tusuk sate. Selain menggunakan kaldu, Odeng juga bisa dimakan dengan saus, khususnya saus kedelai.

Jika Anda ke Korea, paling tidak kita akan menemui 3 jenis Odeng. Yang pertama adalah Odeng yang dimakan dengan menggunakan kaldu. Kaldunya berasal dari racikan lobak, daun bawang dicampur dengan kepiting dan rumput laut untuk menambah rasa. Di warung-warung tenda pinggir jalan, Anda bisa makan Odeng dengan kaldu sepuasnya. Biasanya ada yang makan Odeng tidak dengan kaldu namun dengan sus merah yang pedas. Jenis Odeng yang kedua adalah Odeng yang disajikan dengan saus mustard dan saus tomat. Jenis yang ketiga disebut dengan Odeng Tang atau Eomuk Guk. Disini, ikan disajikan dalam mangkuk kaldu dengan cabai dan bawang serta kedelai. Ya, warna dan sajian Odeng memang bervarisi tergantung dimana Anda membelinya. Setiap warung dan restoran di Korea Selatan mempunyai racikan sendiri untuk menambah rasa lezat pada Odeng. Ada yang menambah sayuran, paprika, daun wijen dan lain-lain.

Kota yang terkenal dengan Odeng yang lezat adalah Busan. Disinilah Odeng pertama kali dipopulerkan yakni selama pendudukan Jepang di Busan. Restoran di Busan yang menjual Odeng adalah Busan’s Renowned Hoe House. Di tempat ini Anda bisa mencicipi Odeng Tang yang sudah disajikan sejak tahun 1968. Kaldu Odeng dibuat dari 15 bahan yang berbeda sehingga memberikan rasa yang berbeda juga. Restoran ini tepatnya berda di Sujeong-dong, buka dari siang hingga malam dan tutup setiap hari Minggu pada minggu pertama dan ketiga. Restoran yang kedua adalah Miso Odeng yang juga terletak di Busan. Meskipun baru dibuka pada tahun 2007, restoran ini memiliki banyak pelanggan. Ada beberapa pilihan Odeng di restoran ini seperti Odeng Jamur dan Odeng Cumi-Cumi. Jika Anda ingin mendapatkan pilihan odeng yang berbeda, datanglah ke Restoran Home Sweet Home di Seoul. Disini Anda akan diberikan menu lebih dari selusin jenis Odeng.

Menariknya, Odeng ini terdiri dari ikan-ikan kecil yang jika dijual di pasaran tidak akan laku. Nah, dengan adanya Odeng, maka ikan-ikan kecil tersebut tidak dilemparkan lagi ke laut namun bisa berubah menjadi makanan yang punya nilai jual. Di jalanan kota Seoul saat malam, kita bisa melihat warung-warung Odeng ramai didatangi pembeli dari berbagai kalangan. Oya, penjual Odeng biasanya tidak mengijinkan pembelinya membuang tusuk Odeng. Tapi yang pasti, berapa jumlah Odeng yang Anda makan salah satunya terlihat dari jumlah tusuk Odeng yang sudah kosong. Satu tusuk Odeng biasanya berharga 500 Won. Murah meriah kan.

Selain Odeng, Anda juga harus merasakan makan khas Korea lainnya yakni Kimchi, Bibimbap dan Gimbap.

Mengenal Makanan Khas Korea di Unhyeongung Festival


Bagi penyuka kuliner, “The Traditional Royal and Nobel Food Festival” sangat menarik untuk diikuti. Bayangkan, di festival ini ada 180 jenis masakan dari 280 jenis yang tertera di “Jungbo Sanrim Gyeongjae”, sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 1776 pada masa pemerintahan Raja Yeongjo.

Buku in memuat berbagai daftar makanan kerajaan pada jaman Dinasti Joseon seperti makanan utama, minuman, minuman keras,
makanan yang disajikan dalam 9 piring serta makanan pada upacara pernikahan.  Festival ini sedikit banyak mengambil beberapa menu yang dulu pernah dihidangkan termasuk 100 jenis masakan ringan tradisional Korea. Ada sekitar 500 orang yang berpartisipasi dalam festival ini termasuk para mahasiswa yang sedang menimba ilmu di Korea Selatan, keluarga kedutaan dan orang asing yang sedang berlibur atau tinggal sejenak di Negeri Gingseng ini. Tidak hanya makanan yang dipamerakan di festival ini namun juga parade raja dengan pakaian tradisional. Anda juga bisa menyaksikan demontrasi pernikahan tradisional dan beberapa pertunjukan budaya lainnya. Pengelola festival ini menginginkan penonton seolah-olah berada dalam jamuan makanan yang sebenarnya. Itu mengapa perjamuan ini diciptakan sedetail mungkin mulai dari makanan hingga kostumnya. Disini Anda bisa mencicipi makasan khas Korea sertabelajar budaya khususnya etiket perjamuan kerajaan.

Suasana tradisional ini semakin terasa karena digelar di Unhyeongung Palace yang terletak di Jongno-gu, Seoul. Tempat ini pada awalnya merupakan rumah keluarga kerajaan pada Dinasti Joseon. Dinasti ini memerintah dari tahun 1391 hingga Jepang menduduki Korea pada 1910. Rumah ini berubah menjadi istana kala Raja Gojong memerintah sehingga mengalami beberapa renovasi. Ketika Jepang menduduki Korea, Raja Gojong menjual beberapa bagian dari Istana sehingga yang dulunya luas kini menjadi sempit. Yang membedakan Unhyeongung dengan istana lainnya seperti Chaengdokgung dan Gyeongbokgung adalah desainnya yang sederhana termasuk dalam hal warna bangunan. Maklum, selain beberapa bagian tanahnya dijual oleh raja masa itu, penjajah Jepang telah merusak beberapa bangunan hingga yang bisa kita lihat sekarang ini adalah kondisi yang jauh lebih kecil dari struktur yang megah di awal pembangunanya.  Ada 4 area yang bisa kita lihat di istana ini yakni Iraodang Hall (ruang khusus untuk wanita), Noandang Hall (ruang khusus untuk pria), Norakdang Hall (ruang untuk menyelenggarakan seremoni penting) dan Sujiksa (rumah untuk pembantu istana).


Untuk mencapai tempat ini, Anda bisa naik subway nomor 3 ke Anguk Station dan keluar melalui pintu nomor 4. Setelah itu Anda harus naik subway lagi nomor 5 menuju Jongno 3-ga Station dan keluar melalui pintu nomor 4. Berjalanlah lurus sekitar 300 meter dan Anda akan sampai di Unhyeongung Palace. Unhyeongung Palace tutup setiap hari Senin. Tempat ini buka dari jam 09.00 hingga 18.00 pada bulan November – Maret dan pukul 09.00-19.00 pada bulan April-Oktober. Untuk masuk ke istana ini Anda harus membayar tiket 700 Won untuk pengunjung dewasa, 300 Won untuk pengunjung umur 13 tahun – 24 tahun sedangkan untuk pengunjung yang masih dibawah 12 tahun dan diatas 65 tahun gratis alias tidak dipungut biaya apapun.

Bangunan bersejarah lain yang bisa Anda kunjungi selama di Korea Selatan adalah Cheong Wa Dae dan Seodaemun Prison History Hall.

credit :: korea.panduanwisata

Resep Jeonbokjuk(전복죽)

Bahan :

  • 2 ekor Jeonbok (kerang mata tujuh)
  • 2 gelas beras yang sudah direndam
  • 1/2 sdm bawang putih cincang halus
  • 90g wortel

Bumbu :

  • 2 sdm minyak wijen
  • 1 sdm arak
  • 1/2 batang daun bawang
  • 1/2 sdt garam
  • 2 buah kurma Korea
  • 5g biji wijen
  • 5g serbuk rumput laut Gim
  • 1 batang daun bawang tipis

Cara Memasak :

  • Cuci kerang dengan garam dan lepaskan daging dari kulitnya memakai sendok;
  • Potong halus organ dalm kerang dan iris tipis dagingnya sesuai dengan bentuk aslinya;
  • Potong halus wortel dan bagian putih daun bawang;
  • Olesi panci dengan minyak wijen dan tumis bawang putih, daun bawang, wortel, dan daun bawang selama 1~2 menit hingga wortel menjadi bening. Masukkan beras dan tumis bersama;
  • Masukkan organ dalam dan daging kerang dan tumis lagi selama 1~2 menit. Tuangkan air sebanyak 5 kali lipat dari jumlah beras dan masukkan arak;
  • Masak di atas api sedang selama 30 menit hingga beras menjadi lembut. Jika airnya kurang, tambahkannya selama masak.
  • Rumput laut Gim dipanggang di atas wajan dan dihancurkan dengan tangan
  • Biji wijen digiling dengan blender
  • Daun bawang tipis dipotong halus dan direndam dalam air supaya rasa pedasnya hilang
  • Buah kurma dikupas dengan memutar dan digulungi lalu dipotong
  • Tempatkan bubur dalam mangkuk dan hiasi dengan hiasan makanan

credit :: resep-masakan-korea

Resep Yangnyeom Ttongdak (양념통닭)

Yangnyeom Ttongdak (양념통닭)

yangnyeom berarti "dibumbui" dan tongdak berarti "ayam utuh." Biasanya ayam utuh kecil dipotong menjadi potongan, dilapisi dalam adonan atau bahan kering, goreng, dan dicampur dengan manis, asam, dan saus pedas.

Bahan ayam :
  • 1 ekor ayam dipotong-potong 
  • 1 sdt garam 
  • 1 sdm Lada hitam
  • ½ cup tepung kentang (감자전분]
  • ¼ cup tepung terigu 
  • ¼ cup tepung beras (찹쌀가루 ]
  • 1 btr telur 
  • 1 sdt baking soda 
  • Minyak canola atau minyak sayur secukupnya
Cara Membuat :
  • Ayam yang sudah dicuci bersih, diberi lada hitam (*merica) dan garam, diaduk hingga merata
  • Masukkan tepung kentang, tepung terigu, tepung beras, telur dan baking soda ke dalam mangkok ayam. Uleni merata hingga semua ayam terbalut dengan tepung
  • Goreng ayam yang sudah terbalut tepung. Coba masukkan sedikit ayamnya ke wajan, kalau udah berbuih minyaknya berarti minyak sudah panas & siap untuk menggoreng ayam. Goreng ayam hingga kecoklatan
  • Tiriskan ayam
Bahan saos :
  • 1 sdm minyak canola atau minyak sayur
  • 4 siung bawang putih cincang
  • 1/3 cup saos tomat 
  • 1/3 cup sirup beras (Korean rice syrup/ 쌀엿] bisa diganti madu 
  • ¼ cup saos cabe pedas (gochujang/고추장 ] bisa diganti bubuk cabe/ saos sambal pedas
  • 1 sdt cuka apel
  • 1 sdm wijen putih buat taburan ayam
Cara Membuat :
  • Masukkan minyak canola ke dalam wajan, setelah itu masukkan bawang putih cincang. Digoreng hingga wangi.
  • Masukkan saos tomat, sirup beras, saos cabe dan cuka apel. Diaduk hingga merata semuanya, masak dengan api sedang kira-kira 5 menit. Jangan terlalu lama masaknya supaya saos tidak gosong. Matikan kompor jika sudah 5 menit.
  • Masukkan ayam goreng tepung ke dalam wajan yang berisi saos merah ini. Aduk hingga merata.
  • Susun ayam ke atas piring saji, taburi dengan wijen putih. 

Resep Japchae (잡채)

Japchae (잡채)

adalah tumisan dangmyeon (suun) dibuat dari ubi jalar (tepung ubi) agar memiliki tekstur lebih kenyal lalu dimasak dengan sayuran, daging sapi dan bumbu rempah-rempah, kadang-kadang juga divariasikan dengan tambahan makanan laut contohnya haemul japchae (japchae gurita).

Bahan : 
  • 250 g dangmyeon / suun Korea
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • 7 siung bawang putih, cincang halus
  • 100 g daging sapi cincang
  • 1 sdm biji wijen, sangrai
  • Sayuran, potong bentuk korek api:
  • 200 g bawang bombay
  • 150 g wortel
  • 100 g paprika merah
  • 100 g paprika hijau
  • 30 g daun kucai
  • 50 g jamur kuping kering, rendam dalam air panas hingga mengembang
Bumbu :
  • 1½  sdm kecap asin
  • 1 sdm minyak wijen
  • 2 sdt gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt merica putih bubuk
  • 1 sdt kecap manis
Cara Membuat : 
Rendam dangmyeon dalam air panas hingga mengembang. Tiriskan. Sisihkan.
Panaskan minyak,  tumis bawang putih hingga harum. Masukkan daging sapi, masak hingga matang. Masukkan bahan sayuran, tumis di atas api besar hingga mendidih.
Masukkan bahan bumbu, aduk rata. Angkat. Taburi wijen. Sajikan.(f)

Dangmyeon: Lebih tebal dari suun lokal dan terbuat dari campuran tepung ubi. Beli di toko khusus  bahan makanan Korea.

credit :: femina

Resep Dakbokkeumthang (닭볶음탕)

Bahan :

  • 1 kg. ayam (1 ekor)
  • 100g kentang
  • 1 buah bawang bombai
  • 2 buah cabe merah
  • 1 batang daun bawang
  • 2 sdt garam.

Bumbu Untuk ayam : 
  • 1 sdt arak masak
  • 1 sdm sari bawang putih
  • 1 sdm kecap asin
  • 2 sdt minuman anggur

Bumbu Untuk saus : 
  • 2 sdm cabe merah
  • 2 gelas air putih
  • 1 sdm Gochujang
  • 2 sdm kecap asin
  • 2 sdm bawang putih cincang halus
  • 1 sdt sari jahe
  • 2 sdm sari apel
  • 1 sdm pati sirup atau oligosakarida
  • 1 sdt gula pasir
  • 1/4 sdt lada
Cara Memasak :
  • Belah ayam kemudian potong-potong dengan ukuran sedang
  • Bersihkan ayam setelah lepaskan kulitnya lalu dibumbui dan diamkan selama 10 menit
  • Tuangkan 5 gelas air ke dalam panci dan rebus ayam di atas api sedang selama 20 menit lalu disaring
  • Kupas kulit kentang, potong dengan ukuran besar, bilas dengan air dingin supaya pati hilang, rebus dalam air dengan garam sampai 2/3 matang lalu disaring
  • Potong besar bawang bombai berbentuk dadu dan potong melintang cabe merah dengan panjang 2 cm
  • Bersihkan daun bawang dan potong melintang dengan tebal 1 cm
  • Masukkan daging ayam dan campurkan 2/3 jumlah saus, masak selama 5 menit tanpa ditutup lalu masak di atas api sedang selama 30 menit dengan ditutup
  • Masukkan kentang, bawang bombai, cabe merah kering, daun bawang bersama sisa saus
  • Masak lagi dengan api kecil selama 10 menit
credit :: resep-masakan-korea

Resep Jatjuk (잣죽)

Bahan :
  • 2 gelas beras direndam
  • 25g biji wijen hitam
  • 70g biji pinus
  • ½ sdm garam
  • 3 gelas air(5g biji wijen hitam, 10g biji pinus untuk hiasan)
Cara Membuat :
  • Beras direndam selama 3 jam setelah dicuci lalu digiling dengan halus.
  • Giling biji pinus dan biji wijen hitam bersama dengan sedikit air.
  • Rebus beras yang digiling bersama 2 gelas air selama 2~3 menit sambil diauk-aduk dengan centong kayu.
  • Setelah bubur beras hampir menjadi kental, masukkan biji pinus dan biji wijen hitam dan masak selama 7~8 menit. Perlu diaduk-aduk dengan merata.
  • Jika bubur terlalu kental, tambahkan air dan kontrol kekentalannya.
  • Garami dan tempatkan di mangkuk, lalu dihiasi dengan biji pinus dan biji wijen hitam yang ditinggalkan.
credit :: resep-masakan-korea


Resep Sujeonggwa (수정과)

Bahan :

10 buah Gotgam atau kesemek kering
100g jahe utuh
100g kayu manis utuh
2 liter air
10 buah kenari
1 sdm biji pinus
1 setengah gelas gula kasar

Bahan Dasik : 
50g bubuk kacang kedelai
1 sdm madu
50g bubuk kacang hijau
1 sdm madu / 50g bubuk biji wijen hitam
1 sdm madu
3 sdm minyak wijen 

Cara Membuat :
  • Jahe dikupas dan diiris tipis.
  • Kayu manis dipotong 5 cm setelah permukaannya dicuci.
  • Rebus jahe dan kayu manis dalam air sebanyak 1 liter secara terpisah. Masak 40 menit di atas api sedang. Saring pakai kain kasa.
  • Satukan kuah jahe dan kayu manis dan masukkan gula. Didih sebentar di atas api sedang lalu didingingkan.
  • Kupas kulit buah kenari setelah direndam dalam air panas.
  • Gotgam dilap dengan tisu dapur, batangnya dibuang, belah lalu dilebarkan.
  • Tempatkan buah kenari di atas lembaran kesemek kering, lalu menggulungnya dengan rapat.
  • Potong olahan kesmak kering dengan ukuran 0.7~0.8cm.
  • Tempatkan kuah jahe kayu manis di mangkuk dan masukkan olahan kesmak kering dan biji pinus.
Dasik :
  • Buat adonan dengan bubuk kacang kedelai, bubuk kacang hijau, dan bubuk biji wijen hitam dengan 1 sdm madu secara terpisah.
  • Oles alat pencetak Dasik dengan minyak wijen lalu masukkan adonan dengan menekan. Lepaskan adonan dari pencetak.
credit :: resep-masakan-korea

Resep Tarakjuk (타락죽)

Bahan :
(untuk 1 orang)
  • 500ml susu segar
  • 1/2 gelas beras direndam
  • 1/2 gelas air
Bumbu :
  • 1 sdm bubuk biji pinus
  • sedikit garam dan madu
Cara Membuat :
  • Rendam beras yang dicuci dengan cukup lalu disaring.
  • Giling 1/2 gelas beras dengan 1/2 gelas air hingga halus.
  • Masak gilingan beras dan air di atas api sedang sambil mengaduk-aduknya.
  • Seketika beras mendidih masukkan susu. Setelah mendidih lagi, kecilkan api dan masak selama 2~3 menit sambil diaduk-aduk.
  • Matikan api dan masukkan bubuk biji pinus. Tambahkan garam dan madu sesuai dengan selera.
credit :: resep-masakan-korea

Resep Janchi guksu (잔치국수)

Bahan :
  • 40g ikan teri
  • 20g udang kering
  • 1 lembar rumput laut Dasima berukuran 10 x 10 cm
  • 1/2 buah bawang bombai
  • 100g lobak
  • 30g daun bawang
  • 1 liter air
  • 1 sdm kecap asin untuk sup
  • 1 sdm arak
  • 1/2 sdm garam
Bahan utama :
  • 160g mi kering tipis
  • 50g daging sapi giling
  • 2 lembar jamur shitake
  • 50g labu hijau
  • 10g wortel
Bumbu daging dan jamur shitake: 
  • 1 sdm kecap asin
  • 1/2 sdm gula pasir
  • 1 sdm minyak wijen
  • 1/4 sdt lada
Bumbu sayur : 
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdm minyak wijen
  • 1 sdt lada
Hiasan : 
  • 2 butir telur (telur dadar)
  • 1 lembar gim sejenis rumput laut
  • 1 buah cabe merah dan hijau
Cara Memasak :
  • Sangrai ikan teri dan udang kering dan potong bahan-bahan untuk kuah, potong rumput laut Dasima 5x5, lobak dengan ukuran 2 cm, dan daun bawang dengan panjang 10cm.
  • Masukkan Dasima ke dalam air mendidih. Setelah mengangkat Dasima 5 menit dididh lagi,masukkan bahan-bahan lain lalu didihnya di atas api sedang selama 20 menit. Bahan-bahan diangkat dan kuahnya disaring lalu dibumbui dengan 1 sdm kecap asin untuk sup, 1 sdm arak, dan 1/2 sdm garam.
  • Iris jamur shitake setelah direbus dalam air dan dibumbui bersama dengan daging sapi.
  • Kupas kulit labu hijau dan wortel dengan memutar, potong, garami, dan peras sesudah menjadi lembut.
  • Suwir-suwir rumput laut gim, potong telur dadar putih dan kuning dengan panjang 4cm, dan potong cabe hijau dan merah dengan bulat.
  • Tumis labu hijau dan wortel dengan minyak wijen dan lada secara terpisah. Tumis daging sapi dan jamur shitake dibumbui.
  • Rebus mi dalam air mendidih dan tambahkan air dingin 3 hingga 4 kali selama mi-nya direbus. Bilas mi yang matang dalam air dingin dengan mengaduk lalu disaring.
  • Tempatkan mi dalam mangkuk, hiasi dengan daging sapi, jamur shitake, labu hijau, dan wortel, lalu tuangkan.
credit :: resep-masakan-korea

Resep Cukumi Jeongol (쭈꾸미 전골)

Cukumi Jeongol (쭈꾸미 전골)

Salah satu jenis bahan makanan dari laut biasanya memberitahukan kedatangan musim bunga kepada masyarakat Korea. Nama makanan itu adalah Cukumi. Cukumi ini bentuknya persis sama dengan gurita namun ukurannya jauh lebih kecil. Biasanya Cukumi banyak ditangkap di musim bunga di laut-laut sekitar semenanjung Korea jadi orang yang menyukainya sering ke tempat-tempat yang banyak menjual masakan dari gurita kecil itu. Bulan Maret dan April adalah musim bertelur bagi Cukumi, sehingga pada saat ini, cukumi memiliki banyak unsur zat yang bermanfaat selain rasa enak. Terutama hasil laut yang kecil ini memiliki asam amino, lemak, dan Taurin sehingga bermanfaat baik wanita maupun pria. Zat-zat itu membantu untuk menghaluskan kulit dan membuat badan kuat serta membantu diet. Oleh sebab itu masyarakat Korea ingin sekali menyantapnya. Selain itu, rasa makanan yang dihasilkan pada musimnya secara alami tentu lebih nikmat dan bagus untuk kesehatan. Biasanya Cukumi dimasak dengan pedas sehingga orang-orang bilang mereka bisa menghilangkan stress yang menumpuk dengan memakan cukumi pedas. Nah, untuk kali ini kami akan memperkenalkan masakan Cukumi yang tidak pedas, namanya Cukumi Jeongol. Biasanya Jeongol adalah sebutan untuk cara masak, yaitu makanan berkuah dimasak diatas meja makan. Jadi masakan Jeongol ini bisa disantap dalam keadaan hangat dan dinikmati sesuai dengan selera penyantap.

Bahan :
  • 10 ekor Cukumi
  • 100g daging sapi
  • 3 buah jamur
  • 50g sayur hijau bernama Ssukgat
  • 100g toge
  • 10 lembar daun wijen
  • 1 liter air kaldu
  • 2 sdm kecap asin
  • 2 sdt bubuk cabe
  • 1 sdm bawang putih cincang halus
  • 1 batang daun bawang
Cara Memasak :
  • Bersihkan Cukumi dan sayur-sayuran
  • Bumbui daging sapi dengan 1sdt kecap asin, 1/2 dst gula pasir,
  • 1/2 sdt minyak wijen, dan sedikit lada
  • Tempatkan toge di dalam panci lalu daging sapi taruh di atas toge
  • Tuang air kaldu lalu didihkan
  • Setelah kuah mendidih masukkan cukumi
  • Masukkan sayur-sayuran setelah Cukumi matang
credit :: resep-masakan-korea

Resep Sundubu jjigae (순두부찌개 )

Bahan :
  • 500g tahu sutra
  • 100g kerang putih
  • 100g tiram
  • 1 buah kuning telur
  • 1 batang daun bawang
  • 1 gelas kaldu Dasima
  • 40g garam
Bumbu saus :
  • 1 gelas minyak goreng
  • 1 sdm bawang putih cincang halus
  • 1/2 sdm jahe cincang halus
  • 1 1/2 gelas bubuk cabe merah
  • 30g Doenjang (tauco Korea)
  • 1/2 sdt lada
Cara Membuat :
  • Bagian putih daun bawang dipotong halus, bagian hijau disisakan untuk bumbu masakan. Cincang halus bawang putih dan jahe.
  • Rebus 1 gelas minyak goreng dalam panci sedang dengan api besar selama 3~4 menit. Sebelum mendidih, masukkan 10cm batang daun bawang hijau dan kecilkan lalu rebus selama 5 menit. Setelah wangi daun bawang terasa, matikan api dan dinginkannya.
  • Selama menunggu minyak menjadi dingin, cuci kerang putih dan tiram.
  • Masukkan Deonjang, bubuk cabe merah, bawang dan jahe cincang halus, serta lada lalu campurkan dengan merata. Panaskan panci dan sangrai saus minyak itu dengan api selama 10 menit.
  • Masak gumpalan tahu sutra, kerang putih, 1sdt garam, 2/3 sdm saus minyak, dan 1 gelas kaldu rumput laut Dasima dalam periuk batu.
  • Ketika masakan mendidih, masukkan tiram, kuning telur dan irisan daun bawang lalu masak 2 menit lagi.
credit :: resep-masakan-korea

Resep Seolleongtang (설렁탕)

Seolleongthang (설렁탕)

adalah sup kaki sapi yang dimasak sampai 10 jam lebih sampai berwarna putih susu. Biasa disajikan dalam semangkuk mie dan potongan daging sapi.

Bahan :
  • 1 kg tulang sapi
  • 1 kg kaki sapi
  • 1/2 kg daging sapi brisket
  • 5 ltr air

Bahan tambahan : 
  • 100g daun bawang
  • 80g mi kering tipis
  • 5g garam
  • 5g lada

Cara Membuat :
  • Rendam tulang, kaki dan daging sapi dalam air yang mengaliri selama 5 jam untuk membersihkan darahnya.
  • Masukkan tulang, kaki dan daging dengan air setinggi bahan ke dalam panci besar lalu rebusnya. Setelah kotoran termasuk busa terapung, airnya dibuang.
  • Bilas bahan dengan air dingin dan rebus lagi dengan air baru di atas api besar. Setelah mulai didih, kecilkan api menjadi sedang dan rebus selama 5~6 jam.
  • Setelah 1 jam kemudian keluarkan daging brisket.
  • Potong kecil-kecil daun bawang.
  • Iris daging merentas uratnya setipis-tipisnya, kira-kira 0,2 cm.
  • Rebus mi kering tipis. Masukkan mi dalam air mendidih dan tambahkan air dingin sekali-kali jika air rebus itu mendidih. Mengulangnya 5~6 kali lalu bilas dalam air supaya menghilangkan tepung pada permukaan mi.
  • Tempatkan mi dalam mangkuk dan taruh daging diatasnya. Tuangkan kuah ke dalam mangkuk dan masukkan juga daun bawang. Bumbui dengan garam dan lada.
credit :: resep-masakan-korea

Resep Dosirak (도시락)

Dosirak (도시락)

Makanan bekal yang berbentuk nasi dan lauk-pauk atau jenis lainnya diistilahkan Dosirak dalam bahasa Korea. Di dalam lingkungan alam ini, rasa makanan bekal yang dimakan bersama dengan keluarga atau teman-teman itu terasa sangat luar biasa dan lebih nikmat. Sementara bagi masyarakat Korea ada satu kenang-kenangan lagi yang berkaitan dengan Dosirak atau makanan bekal. Rata-rata 20 tahun yang lalu siswa Korea membawa makanan bekal ke sekolah untuk makan siang. Maka ibu-ibu siswa setiap pagi menyiapkan makanan bekal untuk anaknya. Tapi hal yang unik adalah tempat makanan bekal siswa selalu sama. Tempat bekalan itu berbentuk kotak dari aluminium, berwarna kuning, dan memiliki tutup. Dalam satu tempat ini, berisikan nasi dan satu atau dua jenis lauk. Karena bekalan di dalam tas sekolah siswa suka tergoyang-goyang maka isi bekalan bercampur aduk. Namun campuran nasi dan lauk itu malah lebih nikmat. Kadang-kadang anak-anak sengaja menggoncangkan bekalan tersebut supaya isinya tercampur. Sementara pada musim dingin bekalan itu biasanya ditaruh di atas alat penghangat di dalam kelas supaya bekalan itu menjadi hangat. Rasa Dosirak yang hangat-hangat itu tak dapat diungkapkan dengan perkataan. Nah, untuk generasi yang memiliki kenang-kenangan itu, baru-baru ini bekalan dalam kotak aluminium ini muncul kembali sebagai menu di rumah makan dengan nama Chueukeu Dosirak atau bekalan kenang-kenangan. Rasa menu makanan ini tentu lebih enak karena dibumbui kenang-kenangan penyantap masing-masing. Bisa dibayangkan tidak?

Bahan :
  • 1 mangkuk nasi putih
  • 1 telur goreng
  • 20g Kimchi goreng
  • 20g sosis goreng
  • 1 tempat bekalan
Cara Memasak :
  • Isikan dua pertiga tempat bekalan dengn nasi putih yang hangat,
  • Goreng Kimchi dengan sedikit minyak lalu masukkan sedikit biji wijen
  • Buat telur goreng atau mata sapi
  • Potong sosis dan celupnya dalam kocokan telur lalu digoreng
  • Tempatkan Kimchi dan sosis goreng pada tempat bekalan yang kosong
  • Tempatkan telur goreng di atas nasi
  • Tutup bekalan lalu sajikan
Sebenarnya lauk-pauk untuk Dosirak bermacam-macam. Tetapi telur goreng, Kimchi dan sosislah yang dominan. Biasanya penyantap Dosirak di rumah makan dengan cara menggoncangkannya terlebih dahulu sebelum membuka tutupnya. Jika membuka tutupnya, anda dapat melihat nasi yang bercampur dengan lauk-pauk dan berwarna kemerah-merahan. Kalau tidak tahu tentang latar belakang Dosirak yang saya jelaskan tadi, mungkin anda tidak mau memakan Dosirak itu. Karena campuran isi bekalan itu, tentu kelihatan tidak enak dan bentuknya pun tidak bagus. Kalau ada kesempatan coba anda nikmatilah menu Dosirak kenang-kenangan ini.

credit :: resep-masakan-korea

Resep Bibimbap (비빔밥)

Bibimbap (비빔밥)

adalah makanan khas yang berasal dari kota Jeonju, yaitu nasi yang dicampur berbagai macam sayuran, daging sapi, telur, dan gochujang. Variasi: dolsot bibimbap (돌솥 비빔밥), bibimbap yang disajikan dengan panci batu panas. Yukhoe bibimbap adalah bibimbap dengan daging sapi cincang mentah (yukhoe), ditambah telur mentah di atasnya. Bibimbap dimakan setelah nasi dan lauk diaduk dengan sendok hingga tercampur.


Bahan:
  • Daging sapi akar bunga lonceng (doraji)
  • bracken (gosari,sejenis tanaman paku)
  • kecambah
  • zucchini
  • jamur shiitake
  • nasi
  • saus gochujang
  • kecap asin
  • minyak wijen
  • bawang putih cincang
  • daun bawang cincang
  • biji wijen
  • lada hitam
Bahan-bahan seperti doraji atau gosari mungkin sulit ditemui, namun bisa didapatkan di swalayan yang menjual produk Korea, atau bisa diganti dengan sayur lain, misalnya bayam.

Cara Memasak :
  • Daging sapi: bagian yang tak berlemak ¼ pon dipotong tipis-tipis, dicampurkan dengan 1 sdt kecap asin, 1 sdt minyak wijen, 1 sdt bawang putih cincang, daun bawang cincang, 1 sdt biji wijen, ¼ sdt minyak wijen dan digongseng di atas api besar dalam tempo sebentar, lalu angkat.
  • Doraji: dicincang tipis, lalu diremas bersama garam, cuci lalu direbus dalam air panas, angkat, diremas sampai airnya keluar, kemudian tumis dengan bumbu 1 sdt minyak wijen, 1 sdt daun bawang cincang, ½ sdt bawang putih cincang, 1 sdt biji wijen yang di atas api besar, setelah itu angkat.
  • Gosari: ¼ pon mentah dibersihkan dengan air, remas sampai cairannya keluar, lalu dipotong dengan ukuran 2 inci, dan tumis cepat di atas api besar dengan 1 sdt minyak wijen, 1 sdt daun bawang cincang, 1 sdt biji wijen yang dipanggang, lalu angkat.
  • Zucchini: 1 buah zucchini dipotong tipis-tipis, direbus dalam air, angkat dan remas sampai airnya keluar campurkan dengan 1 sdt garam, 1 sdt minyak wijen, 1 sdt biji wijen yang dipanggang.
  • Jamur: 4 buah jamur pyogo (shiitake) direndam dalam air hangat dan dipotong tipis-tipis tumis dengan 1 sdt minyak wijen, 1 sdt kecap asin, 1 sdt daun bawang cincang, 1 sdt biji wijen panggang di atas api besar dengan cepat dan angkat.
  • Nasi: (4 cangkir) dicampurkan dengan 1 sdt minyak wijen, garam dan sajikan 1 cangkir nasi dalam setiap mangkuk perorangan.
  • Saus Gochujang: 4 sdt gochujang, dicampurkan dengan 1 sdt gula pasir, 1 sdt biji wijen panggang dan 2 sdt minyak wijen.
  • Masukkan dan susun semua bahan-bahan yang sudah disiapkan dalam mangkuk. Di tengah-tengah tuangkan saus gochujang dengan kuning telur. Aduk-aduk perlahan sampai semua bahan tercampur merata.
credit :: resep-masakan-korea