Cute Blue Flying Butterfly

ღ SHaRiNG eVeRYTHiNG aBouT KoReaN ღ

✿ 어서 오세요. 저는 당신이 내 블로그를 좋아 바랍니다. 감사합니 ✿
Showing posts with label wisata korea. Show all posts
Showing posts with label wisata korea. Show all posts

Bijindo, Opsi Piknik Akhir Pekan di Korea Selatan

Banyak yang mengira kita tidak akan bisa menemukan tempat yang sunyi dan indah di Korea Selatan selain Pulau Jeju. Opini itu salah besar. Datanglah ke Bijindo dan rasakan waktu seakan berhenti.

Bijindo atau Bijin Island adalah lepas pantai yang ada di Tongyeong. Untuk mencapai Bijindo Anda harus melewati jalan utama dan satu-satunya yang menghubungkan dua desa yakni Waehang dan Naehang.

Kendati namanya tidak setenar pulau-pulau lain di Korea namun Bijindo akan membuat Anda serasa dibuai alam. Setelah mengendarai feri, Anda akan sampai di pulau yang tak banyak dikunjungi orang. Kita dapat menghabiskan waktu dengan tenang di tempat indah ini. Pantai berpasir putih kecoklatan adalah daya tarik utamanya. Anda bisa berenang dan berjemur sepanjang waktu. Aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah hiking ke beberapa sudut pulau dan temukan beberapa spot yang memungkinkan Anda melihat keseluruhan pulau yang memesona ini. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan setiap momen indah tersebut.

Hal lain yang tak kalah menarik adalah melihat matahari terbit (sunrise) yang kemudian menerangi seluruh pulau ini dengan sinar hangatnya. Puas melihat setiap detail BIjindo Anda bisa mengisi perut di Bijin Sikdang, satu-satunya restoran yang ada di pulau ini. Menu utamanya adalah haemul dwenjang jigae. Bagi penyuka seafood menu ini harus Anda cicipi dan rasakan kelezatannya.

Bagaimana dengan penginapan ? tak perlu khawatir karena disini tersedia penginapan yang berada tepat di sisi pantai yakni Bada Iyagi Pensions. Setiap kamar yang tersedia menghadap lautan hingga Anda bisa melihat panorama pantai dari dalam penginapan. Mengasikkan bukan ?.

Berwisata ke Bijindo walaupun hanya sehari akan terasa menyenangkan. Untuk mencapai lokasi ini Anda harus menumpang bus menuju Tonyeong dari Busan. Setelah itu lanjutkan perjalanan Anda dengan naik taksi menuju terminal feri. Dalam 1 hari, kapal tersebut memiliki jadwal keberangkatan sebanyak 3 kali yakni 07.00, 11.00 dan 14.00. Saat musim panas, antrian pelancong di terminal keberangkatan agak lebih sibuk dibanding hari biasanya, jadi Anda harus mempersiapkan waktu ekstra untuk mendapatkan giliran berangkat. Nah, tunggu apa lagi ? masukkan Bijindo ke dalam daftar kunjungan Anda saat di Busan.

credit :: korea.panduanwisata

Jembatan Gwang-An, Jembatan diatas Laut Terbesar di Korea

Jika Anda peminat fotografi arsitektur, Anda tidak boleh melewatkan objek wisata yang satu ini. Gwang-An Brigde adalah landmark terindah di Busan, Korea Selatan. Ia merupakan jembatan terbesar yang membentang di atas laut di Korea.

Jembatan ini membentang lebih dari 7.4 km dari Namcheon-dong (Suyeing-gu Busan) sampai Cemtum City (U-dong, Haeundae-gu). Dari atas jembatan ini kita bisa melihat beberapa pemandangan indah yang menjadi daya tarik negeri gingseng. Seperti pulau Oryukdo, gunung Hwangnyeongsan, pantai Gwangalli, pulau Dongbaekseom dan bukit Dalmaji.

Gwang-An dipercantik dengan cahaya artistik yang bisa berubah setiap hari dan setiap musim. Teknologi pencahayaan yang canggih itu memungkinkan terciptanya pencahayaan eksterior dengan lebih dari 100.000 warna. Itu sebabnya Gwang-An Brigde dikenal juga dengan nama jembatan Diamond. Jika Anda ingin mendapatkan view paling baik dari Gwang-An, sebaiknya lakukan pemotretan pada malam hari. Saat itu aneka warna cahaya memancar dengan indah dari jembatan ini. Belum lagi bermacam-macam kendaraan yang hilir mudik menambahkan pesona tertentu pada foto Anda Anda.

Jembatan indah ini pantas jika dikatakan sebagai ikon Busan sekaligus sebagai simbol kemajuan dan kemakmuran kota. Oya, sebagai jembatan dua tingkat Gwang-An memang bukan tempat untuk para pejalan kaki, tetapi setiap orang dapat menikmati pemandangan spektakuler ini. Memandang jembatan Gwang-An dari kejauhan merupakan aktivitas pilihan lain yang banyak dilakukan oleh para wisatawan. Keindahan yang romantis ini menjadi suguhan yang paling indah untuk para pasangan yang sedang berlibur di Busan.

Untuk mencapai jembatan ini, Anda bisa menumpang Busan subway jalur 2 dari Gwangan Station dan keluar melalui pintu exit nomor 3 atau 5. Sesampainya disana berjalanlah selama 10 menit menuju Gwangalli.  Selain jembatan Gwang-An, Busan masih menyimpang beberapa destinasi wisawa lainnya seperti pasar seafood terbesar yakni Jagalchi Market, pasar Haeundae dan melihat dari dekat peninggalan dan artefak di Bokcheon Museum. Di tempat-tempat itu, Anda bisa membingkai aktivitas warga Busan untuk melengkapi koleksi foto human interest Anda.

credit ::korea.panduanwisata

Kuliner Untuk Muslim di Korea

Berwisata di Korea Selatan bukan berarti harus kesulitan mencari makanan halal yang bisa dikonsumsi pelancong muslim. Kendati negara ini mayoritas dihuni penduduk yang beragama Budha (dan sebagian lainnya tak menganut agama) namun makanan halal masih bisa kita temukan dengan mudah. Dimana saja ?

1. Potala Restoran

Potala dimiliki oleh seorang warga Tibet, sehingga tak heran jika restoran ini menawarkan cita rasa Himalaya dan India. Selain itu, masakan ala Nepal juga bisa dinikmati untuk mengobati rasa lapar Anda. Meski dalam buku menu tak tertulis bahwa makanan yang disediakan Potala adalah sajian halal namun mereka berkomitmen untuk menyajikan dan memasak semua makanan ini dengan pedoman yang sesuai dengan ajaran Islam. Jika Anda mengunjungi Potala, ada beberapa menu yang wajib dicoba seperti sha bhakle, samosa chat, curry, naan dan lassi. Minuman unik yang bisa Anda coba adalah chang atau Tibetan rice beer. Rasanya seperti makkoli yakni minuman serupa asal Korea. Ada dua restoran Potala di Seoul. Yang pertama ada di B1, 35-2 Gwangcheol-dong, Jongno-gu. Sedangkan yang kedua ada di Myeongdong 2-ga, Jung-gu. Ada bisa pilih salah satu sebagai alternatif kuliner halal di Korea Selatan. 

2. Pasha

Restoran ala Turki ini berada di Gangnam, Seoul. Di sana Anda bisa mencicipi berbagai makanan pembuka, salad, spageti, kebab, hidangan utama, minuman dan makanan penutup. Tidak hanya itu, Pasha juga menyediakan menu vegetarian. Jika Anda bermaksud melakukan santap siang di Pasha mereka sudah menyiapkan aneka menu lunch sejak pukul 12.00 – 16.00. Hidangan yang bisa Anda pilih adalah sup, salad, lavas dan kebab. Macam kebab seperti pasha kebab, Ilham kebab, ada iskender kebab dan sore layak untuk dicicipi. Oya, juru masak Pasha sudah memiliki pengalaman di bidang kuliner lebih dari 20 tahun. Anda tak akan pernah menyesal sudah mampir ke destinasi ini. Mereka siap memanjakan lidah Anda dengan sajian terbaik ala Turki yang tidak saja enak tapi juga halal. 

3. Restoran di kawasan Itaewon

Kawasan Itaewon merupakan salah satu tempat yang paling akrab dengan umat muslim. Ya, disinilah sentra penduduk beragama Islam tinggal berdampingan dengan warga lokal. Di Itaewon pulalah berdiri masjid terbesar di Korea Selatan, Seoul Central Mosque. Selama di Itaewon Anda tidak akan pernah kesulitan mencari kedai makanan halal. Misalnya Ashoka yang merupakan restoran India pertama di Korea. Selanjutnya ada Moghul yang konon mengimpor langsung bahan-bahan makanannya dari Pakistan. Kashmir Restaurant adalah tempat makan yang bisa Anda coba. Letaknya di sebelah pintu masuk Pyeonghwa Apartement. Tepat di dekat Seoul Central Mosque ada Wazwan yang memiliki menu andalan tandoori chicken. Evergreen Halal Food Restaurant adalah opsi lainnya. Keunikan kedai ini adalah karena mereka menyajikan makanan dengan cara prasmanan. 

credit : korea.panduanwisata

10 Wisata Drama dan Film Korea yang Layak Dikunjungi

Korean Wave benar-benar sudah menjadi demam tersendiri bagi kalangan muda, tak terkecuali Indonesia. Nah, jika Anda memang pecinta sejati drama dan film Korea, 10 destinasi ini harus Anda kunjungi karena tempat-tempat ini menjadi tempat syuting beberapa drama Korea sekaligus ikon tayangan tersebut.

1. Hapcheon Image Theme Park

Siapa yang tak tahu film terkenal yang melambungkan nama Won Bin sebagai salah satu idola wanita Korea. Ya, film epik berjudul “Taekgukgi : Brotherhood of War” yang berlatarbelakang kondisi Korea pada tahun 1950 ini mengambil setting di Hapcheon Image Theme Park mempunyai luas 231.404 meter persegi dan terletak di Gahori, Yongju-myeon. Lokasi ini dimiliki oleh 2 perusahaan besar Korea Selatan yakni KBS dan MBC. Dengan mengunjungi tempat ini, kita akan tahu bahwa para awak film tersebut memang bersungguh-sungguh memanfaatkan aneka ornamen agar kondisi studio mirip dengan setting film yang diinginkan. Menariknya, Hapcheon Image Park ini tidak hanya sebuah lokasi syuting namun juga membantu kita belajar tentang sejarah Korea Selatan dan Korea Utara.

 2. Myeong-dong Cathedral

Myeong-dong Cathedral adalah gereja umat Katholik Roma pertama di Korea Selatan. Daya tarik utama dari tempat ini adalah arsitekturnya yang indah dan strukturnya yang gothic. Tak heran jika ada beberapa serial Korea yang memakai Myeong-dong Cathedral yang  berada di Seoul ini sebagai tempat syuting. Tercatat drama tv “You Are Beatiful” menggunakan katedral untuk memperindah adegan antara Park Shin Hye yang berperan sebagai Go Minam dan Jang Geun Seok yang berperan sebai Hwang Tae Hyeong.

 3. Sungai Cheonggyecheon

Nama sungai Cheonggyecheon yang terletak di Seoul ini mungkin bukanlah nama yang mudah dilafalkan oleh lidah kita, namun begitu keberadaanya berhasil memberikan nuansa lain di tengah kepadatan kota. Sungai yang dulunya kotor ini sekarang menjadi sudut yang menyenangkan bagi warga setempat dan wisatawan. Tak heran jika dalam film Jeon Woo Chi yang dibintangi aktor Kang Dong Won serta Im Soo Jeong menjadikan sungai ini sebagai lokasi syuting untuk beberapa scene.  Anda pun jangan lewatkan Sungai Cheonggyecheon untuk sekedar bersantai atau melihat pertunjukan candlelight fountain yang menarik di malam hari.

 4. Sangyukwan University

Sangyukwan University adalah kampus beraliran konfusianisme yang berdiri sejak tahun 1938. Nama kampus ini ikut merangkak naik dan semakin dikenal publik luar Korea saat booming sering Sangkyukwan Scandal. Tidak hanya itu, kampus ini ternyata menjadi tempat menimba ilmu beberapa artis Korea Selatan seperti Ji Hyun Woo (Becomming Billionare), Song Joong Ki, Moon Geung Young dan Go Hye Sun yang membintangi “God of Study”. Bangunan Sangkyukwan University berada di dua lokasi sekaligus. Jurusan Ilmu Kemanusiaan dan Sosial terletak di Myeongnyun Dong, Jongno-gu, di pusat Seoul. Sedangkan jurusan Ilmu Pengetahuan di Cheoncheon Dong, Jangan Gu, Suwon.

 5. Full House

Salah satu daya tarik Full House selain dari segi cerita adalah ornamen syuting yang memesona. Mulai dari model pakaian hingga rumah “Full House” yang dalam cerita itu dihuni oleh pasangan Yeong Jae (diperankan oleh Rain) dan Ji Eun (diperankan oleh Son Hye-kyo). Di Korea, rumah Full House ini lantas menjadi ramai dibicarakan sejalan dengan boomingnya serial tersebut. Kini, rumah dengan gaya minimalis modern tersebut menjadi salah satu tujuan wisata yang layak Anda kunjungi jika bepergian ke Korea. Rumah ini berada di bibir pantai Incheon ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

 6. N Seoul Tower

N Seoul Tower adalah salah satu landmark kota Seoul yang terletak di puncak gunung Namsan. Disinilah tempat syuting beberapa scene Boys Before Flower dan Princess Hours. Menara yang dibangun sejak tahun 1969 di dalamnya terdapat Teddy Bear Museum yang menjadi tempat syuting Princess Hours saat adegan Chae-gyeong berjalan bersama nenek sang calon raja Lee Shin. Nah, jangan lewatkan N Seoul Tower sebagai salah satu destinasi Anda ya.

 7. Nami Island

Bagi penyuka serial Winter Sonata yang romantis, pemandangan Nami Island tentu sudah tidak asing lagi. Berada di Chuncheon, Gangwon-do, tempat ini memang sangat indah dan memesona. Jajaran pohon yang rapi baik saat sedang meranggas maupun saat musim semi sama-sama memberikan nuansa keindahan. Belum lagi pepohonan lain yang tidak hanya memberikan pemandangan hijau, tapi juga kuning dan merah. Di pulau ini kita bisa melihat langsung dimana saja Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon saling memadu kasih.

 8. Banpo Bridge

Banpo Bridge adalah jembatan yang menghubungkan Seocho dan Yungsan, membelah sungai Han di pusat Kota Seoul. Yang menarik samping kanan dan kiri jembatan nan kokoh ini memancarkan air yang juga bersumber dari Sungai Han. Oleh pemerintah setempat, air mancur ini diperindah dengan cahaya warna-warni LED. Sehingga jika dari kejauhan Anda melihatnya, air mancur itu akan memancarkan beraneka warna, seperti merah, kuning dan biru. Ada sekitar 190 ton air yang berhasil dipancarkan air mancur melalui 9.380 lubang dalam setiap menitnya di sepanjang sisi kanan dan kiri jembatan. Nah, karena keindahannya inilah maka jembatan ini sering digunakan untuk syuting video klip dan drama serta film Korea seperti Super Junior dan serial Boys Before Flower.

 9. Lotte World

Bagi penggemar serial Boys Before Flower tentu sudah tidak asing lagi dengan taman bermain indoor terbesar di dunia ini. Syuting serial Boys Before Flower yang berlangsung di Lotte Hotel World saat Ji-Hoo (Kim Hyun-Joong) mengadakan pesta selamat datang untuk kekasihnya. Serial Stairway to Heaven juga memilih arena ice skating Lotte World sebagai lokasi pengambilan gambar. Oya, Anda tidak akan rugi berada di sini, karena aneka wahana permainan bisa dipilih sesuka hati untuk Anda dan keluarga coba. Lotte World terletak di jantung kota Seoul tepatnya di Seoul-si Songpa-gu Jamsil-dong 40-1 sebelah selatan Han River.

 10. Myeongdong

Surga belanja Korea Selatan adalah kawasan Myeongdong. Kini, tempat ini tidak hanya menjadi tujuan destinasi wisata belanja namun juga sering menjadi lokasi syuting dua serial drama terkenal yakni Princess Hours dan Boys Before Flowers. Disinilah Lee Shin dan Chae-gyeong berciuman dalam salah satu episode Princess Hours. Sedangkan Boys Before Flower menjadikan restoran The Farmer’s Table di kawasan Myeongdong menjadi lokasi pengambilan beberapa gambar.

credit :: korea.panduanwisata

Sejenak Menjadi Penghuni “Full House”

Anda penggemar drama Korea? Jika ya, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan serial Full House yang pernah ditayangkan oleh televisi swasta di Indonesia. Jika Anda belum pernah melihat drama komedi romantis yang dibintangi oleh Rain dan Son Hye-kyo ini maka bersiaplah penasaran dan ingin menontonnya.

Salah satu daya tarik Full House selain dari segi cerita adalah ornamen syuting yang memesona. Mulai dari model pakaian hingga rumah “Full House” yang dalam cerita itu dihuni oleh pasangan Yeong Jae (diperankan oleh Rain) dan Ji Eun (diperankan oleh Son Hye-kyo). Di Korea, rumah Full House ini lantas menjadi ramai dibicarakan sejalan dengan boomingnya serial tersebut. Kini, rumah dengan gaya minimalis modern tersebut menjadi salah satu tujuan wisata yang layak Anda kunjungi jika bepergian ke Korea.

Mungkin banyak yang mengira jika rumah yang digunakan syuting Full House ini merupakan rumah yang disewa hanya untuk keperluan syuting. Salah. Ternyata, rumah ini khusus dibangun untuk mensukseskan drama yang dibintangi beberapa aktris terkenal Korea tersebut. Rumah yang pembangunannya menghabiskan dana  1 juta USD itu berada di Gwangyeok-si, Incheon.

Keputusan untuk menjadikan rumah Full House ini sebagai destinasi wisata tidaklah salah. Tilik saja arsitekturnya. Rumah ini berada di bibir pantai Incheon. Pelataran belakang yang menghadap pantai dilengkapi dengan bangku dan dermaga mini dari kayu. Sedangkan teras bagian depannya menghadap ke jalan sepi berkelok. Rumah tanpa tetangga ini terdiri dari 2 lantai dengan material yang didominasi kaca. Jadi, kalau Anda berada di dalam rumah, eksotisme pantai dan lingkungan yang sepi itu tetap bisa dinikmati. Semua ornamen dan furniture yang ada di drama masih tetap dipertahankan keasliannya sehingga cocok menjadi destinasi pilihan wisata ke Korea Selatan.

Rumah khas Korea ini berada di Incheon yang merupakan salah satu kota utama di Korea Selatan setelah dibangunnya Bandara International Incheon. Dari airport Incheon, Anda bisa menumpang bus no.223 menuju Yeongjong Airport. Lantas teruskan perjalanan Anda ke Sammock Wharf dengan bus nomor 710 kemudian disambung dengan feri menuju Si-do. Si-do berjarak 1,5 km dari Full House. Untuk membawa Anda sampai ke rumah indah tersebut, Anda bisa menumpang taksi, sepeda atau jalan kaki. Rumah Full house dibuka setiap hari, dari jam 07.00 – 18.00 dengan tiket masuk seharga 5000 Won.

credit :: korea.panduanwisata

Keindahan Musim Semi di Jinhae

Musim semi di Korea Selatan adalah musim yang menjanjikan banyak pemandangan indah yang layak untuk difoto. Salah satunya di Kyeong-Wha Station dan jembatan romantis di Jinhae.

 Secara umum kawasan Jinhae adalah salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan saat musim semi. Pemandangan yang paling menakjubkan dari tempat ini adalah saat bunga Cherry berguguran dan memenuhi beberapa sudut kota. Saat bunga bemekaran dan akhirnya jatuh memenuhi jalan-jalan disini, saat itulah momen paling menakjubkan di Jinhae. Itu sebabnya, warga setempat akan menyebutkan sedikitnya 3 hal jika ditanya apa yang menjadi ikon kota ini. Yang pertama adalah pohon cemara yang melambangkan keadilan dan kemakmuran. Kedua, burung camar yang mencerminkan semangat dan progresivitas warga. Lalu yang ketiga adalah bunga yang selain mempercantik kota dengan aroma dan warnanya juga melambangkan warga Jinjahe yang tulus dan rajin.

Sedikitnya ada dua sudut indah di Jinhae saat musim semi tiba. Yang pertama adalah Yeojwacheon. Kawasan ini adalah salah satu sudut terbaik di Jinhae untuk melihat bunga-bungan Cherry berguguran. Yeogwacheon merupakan lokasi dari jembatan yang menjadi tempat syuting serial Romance. Dalam salah satu adegannya diperlihatkan pertemuan tak sengaja antara Kwan-Woo dan Chae-won. Setelah episode pertemuan itu tayang jembatan ini langsung populer dan menjadi incaran para turis untuk berfoto atau sekedar melihat dari dekat. Jembatan ini kemudian dikenali dengan nama jembatan romantis (romance bridge) Jinhae.

Sudut kedua yang tak kalah indahnya adalah jalur kereta api Kyeong-Wha Station. Para fotografer yang memadati tempat ini biasanya menunggu momen saat kereta api lewat bersamaan dengan bunga Cherry yang berguguran. Pada saat itulah, mereka akan berebutan untuk mengabadikannya dan berharap mendapatkan foto yang terbaik. Foto-foto ini adalah sarana paling ampuh untuk menunjukkan keindahan Jinhae saat musim semi.

Nah, karena keindahan kota ini kemudian dimanfaatkan oleh pemerintah setempat untuk menggelar Jinhae Gunhangje Festival yang biasanya dilakukan pada bulan April hingga Mei. Festival ini rutin digelar setiap tahun sejak 1963. Wisatawan dan penduduk setempat dapat menikmati pemandangan yang indah dari bunga Cherry yang bermekaran. Jangan lupa untuk menjadi peserta dalam berbagai gelaran seni budaya dan pameran produk khas Korea. Perhelatan ini turut menyumbangkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jinhae yang mencapai 1 juta setiap tahunnya.

Untuk mencapai tempat ini Anda bisa naik bus dari Seoul Nambu Bus menuju Jinhae dengan waktu tempuh sekitar 4 jam 20 menit.

credit :: korea.panduanwisata

Mengintip Koleksi Teddy Bear di Teddy Bear Museum

Teddy Bear barangkali salah satu boneka yang paling tua di dunia. Sejak kecil kita mengenal Teddy Bear sebagai sosok yang lucu dan imut. Nah, boneka inilah yang sejak tahun 2001 lalu menjadi penghuni The Teddy Bear Museum di Pulau Jeju, Korea Selatan.

Teddy Bear adalah sosok yang sudah dicintai oleh banyak penggemar boneka sejak lebih dari 100 tahun lalu. Dinamakan Teddy Bear karena diilhami dari kisah perjalanan berburu beruang yang dilakukan Presiden ke-26 Amerika Serikat, Theodore “Teddy” Rosevelt. Kala itu, presiden pergi berburu dengan beberapa staffnya. Hingga di akhir perjalanan, Rosevelt tak kunjung menembak satupun beruang. Lalu salah satu staffnya menangkap beruang dan mengikatnya di sebuah pohon serta mempersilahkan sang presiden untuk menembaknya. Diluar dugaan, Rosevelt justru tidak mau menembaknya karena tidak sesuai dengan jiwa sportivitas yang ia anut. Cerita ini beredar luas dan memberikan ide kepada Morris Michtom dan Margarete Steiff untuk memproduksi boneka Teddy Bear untuk pertama kalinya dibawah perusahaan The Steiff Co. Di museum ini, Anda akan melihat beberapa koleksi dari perusahaan boneka yang paling berhasil dalam menciptakan dan memasarkan boneka beruang tersebut.

Satu boneka Teddy Bear saja sudah menggemaskan, bagaimana kalau ada seribuan boneka dan dipajang dengan kostum-kostum yang menarik? Ya, itulah pemandangan yang bisa kita lihat saat mengunjungi Museum Teddy Bear. Museum yang menjadi salah satu daya tarik Pulau Jeju ini memamerkan aneka koleksi boneka beruang ini termasuk 23 boneka bersejarah yang berumur lebih dari 100 tahun produksi The Steiff Co. Museum ini terbagi kedalam 3 bagian, yaitu Art Hall yang merupakan tempat desainer-desainer masa kini yang memamerkan hasil karya mereka dalam membuat boneka beruang ini. Lalu ada History Hall yang menampilkan koleksi antik dan langka dari pembuat-pembuat Teddy Bear jaman dulu. Dan yang terakhir adalah Project Exhibition Hall, yakni ruang yang memperlihatkan macamTeddy Bear dengan berbagai gaya sesuai tema. Misalnya Teddy Bear versi luar angkasa, versi Albert Einstein, pasangan pengantin tradisional Korea dengan memakai hanbok (busana tradisional Korea Selatan),  pasangan pengantin versi barat dengan jas dan gaun warna putih, versi The Beatles dan masih banyak lagi. Tidak itu saja, disini Teddy Bear juga masuk ke dalam kisah-kisah terkenal di dunia. Misalnya, runtuhnya tembok Berlin, tenggelamnnya Kapal Titanic, dunia Disneyland, mumi China dan lukisan Monalisa. Tak ketinggalan, ada Teddy Bear yang memakai baju buatan Louis Vuitton, desainer terkenal di Amerika. Boleh jadi, inilah koleksi Teddy Bear yang termahal di museum ini. Boneka ini bernilai kurang lebih 226 juta Won atau senilai dengan Rp. 2 milyar. Bahkan artis Korea yang membintangi beberapa drama seperti Great Queen Seon Deok, Winter Sonata, Boys Before Flower juga dibuat versi Teddy Bear-nya di museum ini.

Selain pengunjung biasa, museum ini banyak didatangi mereka yang menjadi kolektor Teddy Bear. Kolektor-kolektor asal Eropa ini biasanya memburu boneka beruang keluaran kuno dengan harga yang tidak murah. Bagi yang bukan kolektor, museum ini tetap menjanjikam keasyikan karena kita bisa berfoto bersama boneka-boneka lucu ini. Museum ini juga menyediakan sudut gift shop yang menyediakan boneka, handuk, tas, kaos, frame foto bernuansa Teddy Bear. Museum Teddy Bear ini mempunyai area outdoor, bernama Teddy’s Forest. Di tempat ini banyak sekali patung Teddy Bear yang bisa Anda manfaatkan untuk berfoto. Pengunjung juga tidak perlu khawatir akan kelaparan karena ada coffe shop dan restoran yang nyaman dengan view pantai Chungmoon

Untuk mencapai tempat ini, Anda harus terbang dari Seoul menuju Jeju Island dengan waktu tempuh sekitar 50 menit. Sesampainya di  bandara Jeju, naiklah bus menuju Seogwipo dan turun di kompleks resort Jungmun. Dari tempat ini berjalanlah sekitar 5 menit menuju Teddy Bear Museum. Museum ini buka setiap hari dari pukul 09.00 – 19.00, kecuali pada musim panas buka hingga pukul 22.00. Harga tiket untuk pengunjung dewasa sebesar 6.000 Won, remaja 5.000 Won dan anak-anak 4.000 Won.

credit :: korea.panduanwisata

Mengenal Distrik-distrik Seni di Seoul

Selain sebagai pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan jantung kehidupan Korea Selatan, Seoul juga menyimpan pesona seni yang cukup kental. Bagi kebanyakan seniman, ketika mereka berbicara tentang pusat seni di Seoul pasti akan segera merujuk pada dua tempat, yaitu Sagan-dong dan Insa-dong (kata dong dalam bahasa Korea berarti bagian dari sebuah kota dengan luas sekitar lima blok).

Sagan-dong terletak di antara dua tempat tinggal kerajaan yaitu Istana Gyoengbok dan Istana Changgyeong. Sepanjang jalan di Sagan-dong dipenuhi dengan galeri-galeri seni dengan berbagai macam hasil karya seni yang dipamerkan dan yang dikerjakan. Tempat ini adalah pusat seni yang paling banyak di sebut orang di Korea.

Tidak jauh dari Sagan-dong, hanya terpisah oleh beberapa ruas jalan yang padat, ada sebuah pusat seni yang lain. Namanya Insa-dong. Seperti halnya Sagan-dong, tempat ini menjadi tempat bagi para seniman untuk menciptakan dan memamerkan karya seninya. Namun bedanya tempat ini lebih banyak memamerkan benda-benda seni tradisional dengan beberapa distrik barang antik.

Selain dua distrik seni yang terkenal tersebut, ada lagi distrik-distrik lain yang mulai berkembang. Sejak pertengahan tahun 1990an, ada dua distrik seni di Seoul bagian selatan yang sedikit demi sedikit memberikan tantangan bagi posisi sentral Sagan-dong dan Insa-dong. Du distrik tersebut adalah Cheongdam-dong dan Sinsa-dong. Kemunculan kedua distrik ini sebagian disebabkan oleh meningkatnya jumlah seniman dan kolektor seni muda di Korea yang mempunyai benda seni kontemporer dan eksperimental yang membutuhkan ruang untuk dipertontonkan ke masyarakat luas. Karena saat itu mereka kesulitan untuk mendobrak tatanan yang sudah mapan di Sagan-dong dan Insa-dong, mereka mencoba mencari ruang kreasi baru yang akan mampu menampung ide-ide muda mereka yang meluap-luap. Dua tempat ini juga mengakomodasi para seniman amatir untuk berani menampilkan hasil karya seni mereka kepada masyarakat dan membiarkan masyarakat yang menilai hasil karya mereka.

Bagi para pencinta seni, sekarang Anda mempunyai lebih banyak pilihan untuk menikmati seni. Di Sagan-dong dan Insa-dong Anda dapat menikmati seni tidak jauh dari pusat kota Seoul. Di sini Anda akan dimanjakan dengan benda-benda seni hasil kreasi para seniman berpengalaman yang ditampilkan di banyak galeri. Ini adalah tempat bertemunya para pencinta seni dengan para pencipta benda-benda seni.

Bagi Anda yang gemar dengan seni yang lebih menggelora dan penuh inovasi baru, Anda dapat mengunjungi Choengdam-dong dan Sinsa-dong. Di sana Anda akan melihat banyak pelaku seni yang mencoba-coba membuat karya seni dengan cara baru, dengan gagasan-gagasan baru yang sering kali keluar dari tatanan baku yang sudah ada.

jadi, bagi Anda yang berminat, silahkan pilih distrik seni yang sesuai dengan kesukaan Anda. Atau, bisa juga Anda melihat-lihat semuanya untuk mengetahui dimana Anda lebih berminat.

credit :: korea.panduanwisata

Belajar Ski di Deogyusan Resort

Anda ingin pintar bermain ski? Datanglah ke Deogyusan Resort untuk bermain ski sepuasnya. Deokyusan Resort adalah salah satu wahana ski terbesar di Korea Selatan yang berada di Muju, Jeonbuk, Korea Selatan.

Resort ini dulunya bernama Muju Resort tepatnya berada di wilayah pegunungan Gunung Deogyusan. Itu sebabnya Deogyusan disebut-sebut sebagai salah satu tempat peristirahatan dengan view pegunungan paling bagus di kawasan ini. Resort ini menyatu dengan keindahan Taman Nasional Deogyusan plus menjadi jujugan wisata olahraga selama musim dingin.

Namun begitu Deogyusan Resort adalah tempat yang cocok untuk destinasi wisata sepanjang tahun dengan gaya resort khas pegunungan Alpen. Berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan juga tersedia. Untuk menunjang para penghobi ski, disini tersedia lift dan kereta luncur. Sedangkan fasilitas lainnya ada arena golf, sauna outdoor, kolam renang, taman, hutan, sauna, spa, supermarket, karaoke, restoran, bar dan klub. Bagi yang suka berbelanja, di Deogyusan Resort kita bisa membeli beberapa produk-produk dengan merek terkenal dari seluruh dunia.

Deogyusan Resort ini sangat populer sebagai tempat belajar bermain ski di musim dingin. Di puncak Manseonbong dengan ketinggian 1.215 meter bisa dipadati hingga 13 ribu pemain ski sekaligus yang terbagi ke dalam beberapa level, ada yang masih pemula ada juga yang sudah profesional. Anda bisa mencoba meluncur dari puncak ini untuk mengasah keahlian bermain ski. Sedangkan di puncak lainnya yakni Seolcheon yang berada di ketinggian 1.520 meter adalah tempat dimana Asian Universiade Competition digelar. Selepas lelah bermain Anda bisa berendam di mata air hangat untuk relaksasi dan menikmati keindahan alam gunung Deogyusan.

Jika ingin ke Deogyusan Resort, kita bisa naik bus antar kota dari Seoul Nambu Bus Terminal menuju Muju Intercity Bus Terminal. Nah, sesampainya di Muju Anda bisa naik bus gratis ke Deogyusan Resort. Diperkirakan total waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Deoyusan dari kota-kota besar di Korea Selatan adalah sekitar 3 jam perjalanan.

Alpensia Resort, Tuan Rumah Winter Olympics dan Winter Paralympics 2018

Alpensia Ski Resort memanjakan para penghobi ski dengan aneka lereng (slope) yang mereka peruntukkan bagi para pemain ski pemula hingga level menengah. Terletak di Daegwallyeong-myeon, Pyeongchang, Korea Selatan Alpensia juga akan menjadi tempat berkumpulnya para atlet ski di ajang Winter Olympics dan Winter Paralympics pada tahun 2018 mendatang.

Venue yang akan digunakan dalam dua gelaran tersebut adalah Alpensia Ski Jumping Stadium, Alpensia Biathlon Centre, Alpensia Nordic Centre dan Alpensia Sliding Centre. Arena ski di Alpensia Resort ini memang cocok digunakan untuk event internasional karena mempunyai berbagai fasilitas olahraga ski yang memadai dan kelengkapan penunjang lainnya. Alpensia mempunyai 6 lereng untuk ski dan snowboarding dengan panjang 1,4 km. Lereng ini akan memberikan pengalaman yang tak akan terlupakan bagi para pemain ski baik yang masih pemula maupun sudah ahli. Selain arena ski yang menyenangkan, disini juga terdapat tempat menginap yang akan digunakan para atlet selama mengikuti Winter Olympics dan Winter Paralympics. Fasilitas lain yang ditawarkan adalah tempat peminjaman baju ski, layanan penyewaan peralatan, tenaga medis, anjungan tunai mandiri dan masih banyak lagi.

Kendati menjadi salah satu destinasi wisata musim dingin, Alpensia tidak hanya ramai saat winter saja. Resort ini terbuka sepanjang tahun dengan pemandangan yang indah menawan. Di saat musim panas, taman seluas 100.000 meter persegi di kawasan ini akan dipenuhi bermacam-macam bunga liar yang membuat Alpensia Resort semakin cantik.

Saat sedang ramai atau peak seasons Alpensia Resort menyediakan bus langsung menuju Alpensia. Anda bisa naik bus ini dari Sports Complex Station setiap Jumat pukul 7 malam dan Sabtu pukul 1 siang. Di luar itu, kita bisa datang ke Alpensia dengan menumpang subway jalur 4 menuju Sadang Station dan keluar melalui pintu exit 1. Sesampainya disana, bus menuju Alpensia sudah menunggu Anda di halte bus yang tak jauh dari Sadang Station. Bisa juga menggunakan subway jalur 3 menuju Apguejong Station dan keluar melalui pintu exit 6. Perjalanan lantas dilanjutkan dengan menumpang bus yang ada di sebelah Hyundai Departement Store. Alternatif ketiga adalah dengan naik subway menuju Jamsil Station dan diteruskan dengan bus menuju Alpensia yang sudah menunggu Anda di depan Lotte Mart.

Hello Kitty Cafe, Kafe Serba Kucing dan Pink

Menyantap hidangan di tengah interior kafe yang unik tentu sangat menarik. Bagi penyuka tokoh kartun Hello Kitty, datangkan ke Hello Kitty Cafe di Seoul. Anda akan terpana, karena seluruh ruangan penuh dengan ornamen Hello Kitty termasuk bentuk makanannya.

Hello Kitty adalah boneka yang diciptakan oleh perancang dari Sanrio yang bernama Shimizu Ikuko pada tahun 1974. Seiring dengan makin populernya Hello Kitty, maka ragam asesoris Kitty ini juga berbeda-beda setiap musimnya. Misalnya, jika berbarengan dengan musim masuk sekolah, maka kita akan melihat Hello Kitty dalam bentuk tas, alat tulis, botol minum dan kotak makan. Kini, hampir semua asesoris bisa bernuansa karakter Hello Kitty, tak terkecuali sebuah kafe sekalipun.

Ada dua Hello Kitty Cafe di Seoul yakni di Hongdae dan Sinchon. Hello Kitty Cafe yang berada di Hongdae tepatnya di area Hongking University ini cukup menarik. Nuansa Hello Kitty dengan warna pink sudah terlihat sejak kita berada di area depan. Begitu kita masuk ke dalam, jangan kaget karena semuanya benar-benar total bernuansa kartun asal Jepang ini. Semua pelayan menggunakan seragam berwarna pink, set meja dan kursi juga bernuansa warna yang sama. Jendela antar ruangan satu dengan ruangan lainnya berbentuk kepala Hello Kitty. Desain serba Hello Kitty juga dipakai untuk membentuk aneka makanan yang disediakan. Anda bisa menikmati beragam kue, sandwich, kopi, tiramisu, yoghurt dan kudapan lainnya yang rasanya lezat dan tentu saja dibentuk sesuai dengan karakter Hello Kitty. Uniknya, semua kudapan itu diletakkan dalam sebuah etalase kaca sehingga Anda bisa dengan mudah memilih. Interior yang sama masih tetap kental terasa saat kita naik ke lantai dua. Dengan furniture dari kayu, sang pemilik benar-benar tidak mau meninggalkan satu sudut pun tanpa sentuhan Hello Kitty. Bahkan hingga ke area toilet wanita dan pria pun masih bernuansa yang sama. Oya, bagi kolektor Hello Kitty, Anda bisa membeli beberapa cenderamata yang  juga dijual di cafe ini. Untuk mencapai tempat ini, Anda cukup menumpang subway dan keluar melalui pintu 5 Hongdae Station lalu berjalanlah lurus hingga persimpangan dan belok kiri. Di persimpangan kedua, berbelolaklah ke kanan, dari kejauhan Anda bisa bisa melihat Hello Kitty Cafe ini.

Sementara itu, nuansa Hello Kitty Cafe di Sinchon pun tak kalah dengan Hongdae. Walaupun sama-sama menggunakan tema Hello Kitty, namun nuansa kafe ini cenderung lebih soft. Desain interiornya didominasi warna merah muda yang lebih lembut. Dari depan Anda akan melewati pintu kayu dengan berbagai hiasan Hello Kitty. Begitu masuk ke dalam, boneka-boneka kucing ini sangat mendominasi pengaturan ruangan. Di salah satu sudut ruangan, Anda akan melihat papan yang ditempeli poster ukuran medium yang menggambarkan perjalanan Hello Kitty dari tahun ke tahun. Tidak itu saja, kafe ini juga menyiapkan etalase yang berisikan berbagai asesoris Hello Kitty seperti kalung , cincin, gelang dan gantungan kunci dengan berbagai macam model. Jika Anda memesan makanan, Anda juga akan disuguhi racikan yang berbentuk kepala kucing ini. Anda mungkin memerlukan waktu sekian menit untuk melihat dan merasa tidak tega memotong lapis demi lapis “kepala kucing” tersebut. Untuk mencapai Hello Kitty Cafe di Sinchon, Anda harus menumpang subway jalur 2 menuju Sinchon Station dan keluar melalui pintu 3. Selain Hello Kitty Cafe, Sinchon juga menawarkan kegembiraan lain yakni kawasan belanja yang terletak di sekitar kompleks kampus Yonsei, Sogang dan Ewha Woman University. Di sini Anda bisa sepuasnya belanja dan menikmati kehidupan malam para kawula muda.

credit :: korea.panduanwisata

Tebing Jusangjeolli di Pantai Jungmun Daepo

Terbentang di sepanjang pantai selatan Pulau Jeju, terdapat sebuah pemandangan yang menarik bukan hanya wisatawan, namun juga para ahli geologi. Tempat tersebut adalah Tebing Jusangjeolli. Tebing ini diperkirakan terbentuk antara 250.000 sampai 140.000 tahun yang lalu, ketika Gunung Hallasan masih aktif sebagai gunung berapi. Pemandangan di tebing ini menawarkan pemandangan langka yang hanya bisa dilihat dari beberapa titik pandang di sekitar tempat ini.

Keistimewaan tebing ini terletak pada bentuk batuannya yang hexagonal (segi delapan). Bebatuan yang ada di tebing ini membentuk tumpukan batu yang menyerupai pilar. Oleh penduduk setempat, batuan ini disebut Batu Jisatgae. Batuan-batuan ini menjulang setinggi 20 meter dan tebing ini terbentang sejauh 2 kilometer sepanjang pantai Daepo di dekat tempat peristirahatan Jungmun. Dari gardu pandang di atasnya, formasi batu- batu ini tak terhitung jumlahnya, dan meskipun terjadi banyak pengikisan air laut dan pergantian cuaca yang terus menerus menerpa batu-batu ini, namun mereka tetap berdiri kokoh.

Para ahli geologi menyatakan bahwa selama periode Pleistocene, lava cair dari erupsi gunung api membuat jalurnya menuruni gunung menuju lautan. Ketika lava tersebut menyentuh air, lava yang mendingin pecah, patah dan termampatkan. Tekanan sebagai akibat dari perubahan suhu yang drastis ini yang menyebabkan lava menyembul ke udara, dan tergantung pada seberapa cepat batu basal yang meleleh tersebut mendingin akan menentukan ketinggian tiangnya.
Yang luar biasa istimewa dari batu-batu karang ini adalah bentuknya yang tepat segi delapan dari semua sisinya. Ini tampak seperti buatan manusia, sementara pada kenyataannya tidak ada sedikitpun campur tangan manusia dalam pembentukannya.

Sejajar dengan tebing ini, dibangun sebuah taman yang memungkinkan para pengunjung untuk berjalan sepanjang  2km dengan memandang tebing ini dari berbagai macam sudut. Jalan kecil yang berada di sepanjang taman ini diperuntukkan bagi pejalan kaki, di mana tebing ini dapat menjadi tempat peristirahatan paling sempurna sebelum melanjutkan perjalanan.  Sebagian besar taman ini cukup sepi dan terpelihara dengan baik, penuh dengan bunga, rumput yang tinggi, dan pohon-pohon palem dengan berbagai macam jenis. Terkadang, di sepanjang jalan ini para perempuan setempat menjual ikan mentah yang masih segar.

Di taman ini juga terdapat tempat yang menarik, terutama bagi Anda yang gemar denga drama Korea. Jika Anda penggermar drama ”Secret Garden”, di sini Anda dapat mengunjungi tempat yang digunakan sebagai lokasi shooting ketika para pemerannya melakukan adegan ciuman. Tempat itu disebut ”Secret Garden Kissing Bench” (bangku berciuman drama Secret Garden). Di sini Anda dapat mengambil gambar seperti adegan di dalam drama tersebut. Pastinya akan terasa lebih seru.

Pada musim panas, tempat ini buka dari pukul 08.00 sampai 19.00. Pada musim dingin, tempat ini hanya buka sampai pukul 18.00.

Untuk biaya masuknya adalah sebagai berikut.
Apabila masuk secara individu:

Dewasa (19 – 64 tahun)          : Rp 16.500,00
Anak-anak (7 – 18 tahun)       : Rp   8.000,00

Apabila masuk dalam kelompok (lebih dari 10 orang):
Dewasa (19 – 64 tahun)          : Rp 13.000,00
Anak-anak (7 – 18 tahun)       : Rp   5.000,00

Apabila Anda ingin mengunjungi tempat ini, naik bis limosin 600 dari bandara dan turun di International Convention Center. Perjalanan sekitar 50 menit. Anda juga bisa menggunakan Bus Ekspress Jungmun dari Terminal Antar Kota Jeju ke Kompleks Wisata Jungmun. Perjalanan sekitar 60 menit. Naik taksi sampai tebing Jusangjeolli.

credit :: korea.panduanwisata

N Seoul Tower, lokasi terkenal syuting City Hunter, Boys Before Flowers, dan Princess Hours

N Seoul Tower terletak di puncak Gunung Namsan, Seoul. Ada tiga serial drama korea terkenal yang lokasi syutingnya di sini yaitu City Hunter, Boys Before Flowers dan Princess Hours.

Di menara yang dibangun sejak 1969 itu, pengunjung bisa melihat lokasi syuting saat Gu Jun-pyo (Lee Min Ho) menunggu Jan-di. Saat itu Jun-pyo berkencan dengan Jan-di namun akhirnya terjebak di gondola dalam perjalanan menuju N Seoul Tower.

Sedangkan untuk Princess Hours, di sinilah ada Teddy Bear Museum. Museum tersebut merupakan lokasi syuting adegan Chae-gyeong jalan-jalan bersama nenek sang calon raja Lee Shin.

Tertarik ke sini? Jika ingin mengunjungi Teddy Bear Museum saja, Anda harus membayar tiket 8 ribu Won. Namun jika mau masuk ke N Seoul Tower, tiketnya menjadi 14 ribu Won.

Untuk menuju ke tempat ini ada beberapa cara, pertama dengan menggunakan Seoul City Tour Bus yang berkeliling setiap 30 menit. Kedua dengan naik sub way dari line tiga atau empat dan turun di stasiun Chungmuro. Lalu Anda keluar melalui no. 2 dan naiklah Namsan Shuttle Bus yang ada di depan Daehan cinema.
Ingin mencoba pengalaman perjalanan lainnya? Anda juga bisa naik cable car untuk menuju N Seoul Tower. Untuk naik cable car, Anda bisa naik subway line empat dan turun di Myeongdong exit 3. Lalu jalan hingga Hotel Pacific selama kurang lebih 10 menit untuk sampai ke stasiun cable car.

Eits… jangan lupa beli cinderamata ya. Yang khas dari N seoul ini adalah gembok cinta. Dimana melambangkan abadian cinta di dalamnya.


credit :: korea.panduanwisata

5 Tempat Paling Romantis di Korea Selatan

Siapa yang tidak mau menghabiskan waktu bersama orang terkasih di Korea Selatan? Tempat ini menyediakan destinasi wisata yang akan makin mempererat tali kasih Anda. Panoramanya indah plus mitos-mitos cinta yang selalu mengiringi di setiap ceritanya. Beberapa diantara popular karena menjadi tempat syuting drama Korea yang menceritakan kisah percintaan. Bersiaplah menulis kannya di list “must see place” Anda 5 tempat paling romantis di negeri gingseng.

1. Nami Island

Indah seperti daun yang mengambang diatas danau Cheongpyung yaitu 63 kilometer dari Sungai Han ada sebuah pulau yang dinamakan Nami Island. Dengan hanya berjalan sekitar 6 kilometer pulau berbentuk setengah bulan ini pun dapat Anda lintasi dalam hitungan menit saja. Pulau ini sangatlah unik, dan meski letaknya agak terpencil tetap saja dipenuhi pengunjung pada akhir pekan apalagi liburan. Anda dapat menikmati suasana santai dan berjalan di sekitar.
Bagi Anda para Penggemar Winter Sonata, wajib datang ke Nami Island. Pulau ini berada di kawasan Chuncheon, Gangwon-do. Di pulau ini, Anda bisa melihat langsung di mana saja Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon, dua pemeran utama Winter Sonata, saling memadu kasih. Misalnya saja hutan tempat mereka berjalan-jalan. Pemandangan di tempat ini memang sungguh romantis.

2. Jeju Island

Jeju terletak di bagian selatan Korea Selatan. Jeju, yang juga sering disebut sebagai Cheju, adalah surga bagi mereka yang sedang berbulan madu. Di Jeju, Anda dapat menemukan tempat-tempat menarik seperti kuil, museum, restaurant, tempat belanja, tempat-tempat untuk travelling dan menikmati petualangan, dan wilayah-wilayah lain yang belum terjelajahi. Udara di pulau ini terasa menyenangkan karena iklim sub tropis yang ada di sana tidak begitu ekstrim sehingga membuat Anda dapat berkeliling ke semua tempat hampir sepanjang tahun. Objek-objek wisata yang ada di pulau ini menawarkan kesenangan bagi para pelancong untuk memanjakan diri sendiri. Pemandangan alam yang luar biasa indah – mulai dari pantai, air terjun dan puncak tertinggi – adalah daya tarik utama dari pulau ini. Dari Halla-San (puncak gunung tertinggi di Korea Selatan), Anda dapat menikmati pemandangan yang sangat menakjubkan saat matahari terbit dan tenggelam. Jika Anda besemangat untuk ber hiking, ada cukup banyak area untuk trekking yang dapat Anda nikmati.

3. Han River

Sungai Han adalah sungai terbesar di Seoul dan juga merupakan sungai terbesar ke Empat di Semenanjung Korea. Sungai ini memiliki panjang sekitar 512 kilometer. Di sana terdapat banyak sekali jembatan yang menawarkan keunikan-keunikan tersendiri bagi penggunanya. Sebagian dari jembatan-jembatan ini hanya boleh dilalui oleh subway, pesepeda atau pejalan kaki. Di Jembatan Nodeulseom Anda dapat menikmati sensasi berjalan di atas jembatan sepanjang 300 meter yang serasa seperti berjalan di dalam air, karena jembatan ini terbenam sedalam 30 cm di dalam air. Tanaman-tanaman air juga ditanam di sepanjang jembatan ini sehingga semakin menambah sensasi nikmatnya berjalan di air. Anda juga dapat menikmati pemandangan sepanjang sungai dengan kesejukan udaranya dengan bersepeda. Ada beberapa tempat penyewaan sepeda yang dapat Anda temukan di sepanjang jalan di tepi sungai. Jangan lupa untuk menikmati perjalanan di tepi sugai dengan menggunakan in line skate karena jalan yang tersedia diaspal dengan sangat halus. Kegiatan ini akan sangat pas Anda lakukan pada pagi hari atau menjelang matahari terbenam. Satu pesona yang sering dicari oleh para wisatawan adalah menikmati suasana malam kota Seoul dari atas kapal ferry. Hal ini biasanya banyak diminati oleh para muda-mudi karena mereka dapat mendapatkan suasanya yang cukup romantis dari atas kapal ferry.

4. Gembok Cinta N Seoul Tower

Di menara yang dibangun sejak 1969 itu, pengunjung bisa melihat lokasi syuting saat Gu Jun-pyo (Lee Min Ho) menunggu Jan-di. Saat itu Jun-pyo berkencan dengan Jan-di namun akhirnya terjebak di gondola dalam perjalanan menuju N Seoul Tower. Yang khas dari N Seoul Tower ini adalah gembok cinta yang melambangkan keabadian cinta. Gembok cinta ini oleh para pasangan yang datang dipasangkan ke beberapa sudut N Seoul Tower yang telah disediakan. Mitos yang berkembang bahwa setiap pasangan kekasih yang memasang gembok cinta disini maka cinta mereka akan abadi karena gembok tersebut melambangkan ikatan kasih sayang antar pasangan. Di tempat ini kita akan menemui bermacam-macam gembok dari yang biasa, berbentuk love dengan berbagai macam tulisan berisikan harapan masing-masing pengunjung dan cita-cita pasangan di masa mendatang.

5. Ice Skating Rink di Grand Hyatt Hotel Seoul

Arena ice skating yang ada di hotel Grand Hyatt Seoul ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang sangat romantis. Beberapa iklan tv dan drama Korea menjadikannya sebagai lokasi syuting. Dengan desain tata lampu yang memesona, pemandangan malam kota Seoul, musik lembut yang senantisa mengalun, pantaslah jika ice skating rink ini merupakan tempat yang paling dicari oleh para pasangan yang sedang jatuh cinta. Terletak di kawasan Yongsam, Hannam-dong, kolam renang outdoor hotel ini berubah menjadi arena ice skating seluas 910 meter saat musim dingin yakni sekitar bulan Desember  sampai Februari. Beberapa serial drama Korea yang memilih ice skating ring ini untuk pengamblan beberapa shot mereka ada Boys Before Flower dan reality show We Got Married.

credit :: korea.panduanwisata

Gyeongju (Kyongju), Kota dengan Sejuta Sejarah

Gyeongju adalah sebuah kota persisir yang berada jauh di ujung tenggara Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan. Ini adalah kota terbesar kedua, setelah kota Andong, di provinsi ini. Kota ini berada 370 km di tenggara Seoul, dan 55 km di timur ibu kota provinsi, Daegu. Di sebelah timur, kota ini berbatasan langsung dengan Laut Jepang, sehingga menawarkan pemandangan pantai yang menyegarkan. Di sepanjang kota, terdapat beberapa pegunungan rendah yang tersebar dan menambah daya tarik bagi kota yang penuh sejarah ini.

Gyeongju menjadi kota yang penting dalam sejarah budaya Korea Selatan, karena kota ini menjadi ibu kota dari kerajaan kuno Korea Selatan, Silla yang berdiri dari tahun 57 SM sampai tahun 935. Kerajaan ini menguasai 2/3 Semenanjung Korea antara abad VII dan IX.

Ajaran Buddha Mahayana disebarkan dari Cina ke Korea melalui pengajaran-pengajaran pada abad VII. Ajaran ini kemudian diterima sebagai agama negara dan dianut oleh sebagin besar penduduknya. Gunung Namsan, yang semula disucikan sebagai tempat pemujaan di Korea, berubah manjadi gunung suci Buddha. Kemudian di gunung ini didirikan bangunan-bangunan dengan arsitektur berteknologi tinggi, pekerjaan-pekerjaan tangan yang tanpa cela, kuil-kuil, biara-biara, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pemujaan kepada Buddha.

Seiring berakhirnya kekuasaan Kerajaan Silla, Korea mengalami perang saudara. Korea baru kembali dipersatukan oleh Dinasti Yi (Chosun), yang berkuasa hingga tahun 1910. Dalam perkembangannya, nagara ini diinvasi dan dihancurkan oleh Jepang pada akhir abad ke-16, dan oleh Kekaisaran Manchu pada abad ke-18, sebelum dianeksasi oleh Jepang pada tahun 1910.

Dengan sejarahnya yang panjang ini, Gyeongju mencoba untuk tetap mempertahankan identitas kotanya, meskipun banyak bangunan utamanya mengalami degradasi atau bahkan penghancuran. Karena kaya akan sejarah, kota ini menjadi situs sejarah yang sangat lengkap di Korea Selatan dan dipilih oleh UNESCO menjadi Warisan Sejarah Dunia.

Di kota ini Anda dapat menikmati situs-situs peninggalan sejarah dengan benda-benda sejarahnya yang tersisa dari kejayaan masa lalu yang pernah menjadi sangat dominan di kota ini. Pegunungan-pegunungan yang dipenuhi dengan kuil-kuil sampai saat ini masih menjadi tempat ziarah bagi para pemeluk agama Buddha, dan sekaligus tempat wisata bagi para pengunjung. Di tempat ini, Anda dapat menikmati ketenangan khas biara dan sekaligus kesegaran alam pegunungan. Karena kekayaan sejarahnya ini, kota Gyeongju dikenal sebagai museum tanpa dinding, di mana Anda dapat langsung bersentuhan dengan sejarah masa lalu bahkan dari jalan setapak yang Anda lewati.

credit :: korea.panduanwisata