Cute Blue Flying Butterfly

ღ SHaRiNG eVeRYTHiNG aBouT KoReaN ღ

✿ 어서 오세요. 저는 당신이 내 블로그를 좋아 바랍니다. 감사합니 ✿
Showing posts with label belanja. Show all posts
Showing posts with label belanja. Show all posts

Belanja Murah Meriah di Nangdaemun Market

Bagi sebagian orang, kenikmatan berbelanja di pasar tak tertandingi bahkan jika dibandingkan dengan mall sekalipun. Jika Anda menjadi bagian dari orang-orang yang setuju dengan pendapat ini, mampirlah ke Nangdaemun Market, Seoul yang merupakan pasar tradisional terbesar di Korea Selatan.

Sebagian besar toko yang ada di Namdaemun Market memang mempunyai pabrik sendiri yang memproduksi barang-barang yang kemudian dijual di toko mereka. Pasar ini diklaim menjual barang dengan harga lebih murah daripada tempat lain. Salah satu sebabnya karena mereka melayani pembelian dalam partai besar alias grosir. Walaupun demikian, bagi Anda yang ingin beli eceran tetap akan terlayani. Nah, jika Anda ingin berbelanja pakaian anak-anak seperti t-shirt, baju, sepatu atau kaus kaku dengan harga murah, pasar ini adalah pilihan yang tepat. Begitu juga dengan pakaian wanita. Nangdaemun Market menyediakan pakaian untuk kawula muda maupun orang tua dengan aneka desain. Bagi yang menyukai barang-barang elektronik, pasar juga menyediakannya bahkan dengan merek-merek impor.  Bagi para ibu rumah tangga, Namdaemun Market adalah surga karena mereka bisa memilih aneka peralatan dapur, hingga tembikar atau gerabah. Tidak itu saja, pasar ini juga menyediakan ratusan optik dengan berbagai pilihan kacamata dengan harga murah dan model beragam. Kebanyakan turis yang datang ke Korea Selatan tidak hanya melancong di Seoul saja namun juga ke beberapa destinasi yang lain. Pasar ini juga menyediakan kebutuhan Anda akan peralatan liburan seperti ransel, sepatu gunung, alat memancing, perlengkapan ski dan lain-lain. Nah, hampir tidak ada yang tak ada di pasar ini. Ya, Namdaemun Market menaungi 10.172 toko yang menyediakan aneka barang di lahan seluas 10 hektar. Fantastis.

Uniknya, wisatawan yang berkunjung ke pasar ini tidak semuanya punya tujuan yang sama. Wisatawan Jepang, lebih suka ke Namdaemun Market untuk membeli rumput laut dan ginseng. Sedangkan turis-turis dari China lebih suka belanja pakaian. Beda lagi dengan tingkah laku wisatawan dari barat yang mengunjungi pasar ini semata-mata karena tertarik dengan suasana tradisional yang jarang mereka temui di negara asalnya. Sadar menjadi jujugan wisatawan asing, penjual di Namdaemun Market sudah terlatih untuk berkomunikasi dengan para pelancong dengan menggunakan bahasa Inggris dan Jepang. Itulah mengapa, pasar ini juga menyediakan money changer gelap alias tidak resmi. Berhati-hatilah jika terpaksa harus menukar uang Anda dengan Won di tempat ini agar tidak tertipu.

Namdaemun Market bukanlah pasar baru. Ia sudah ada sejak tahun 1964 dan tetap menjadi pusat grosir terbesar hingga kini. Buka mulai jam 03.00 hingga 23.00 pasar ini selalu penuh sesak  pengunjung dan penjual yang sama-sama membludaknya. Sediakan waktu luang yang cukup banyak agar bisa leluasa memilih barang. Tidak ada salahnya untuk mendaftar dulu keperluan apa yang akan Anda beli agar tidak ada yang kelupaan. Khusus untuk hari Minggu, Namdaemun Market tutup. Untuk mencapai tempat ini, Anda cukup naik subway jalur 4 menuju Hoehyeon Station dan keluar melalui pintu exit nomor 5. Pasar ini juga bisa dicapai dengan bus. Beberapa pilihan tempat belanja murah lainnya di Seoul adalah Myeondong, Dongdaemun Market dan toko-toko di kawasan Sinchon.

Myeongdong, Surganya Belanja di Korea

Princess Hours dan Boys Before Flowers pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan drama serial ini. Betul saja Myeongdong merupakan lokasi favorit turis yang ke Seoul, dan salah satu tempat tujuan drama seri korea. Selain itu Myeongdong ini adalah surga shoppingnya penduduk dan wisatawan di Korea. Ibarat kata kalau di Singapore ada Orchard Road, di Korea ada Myeongdong! Di tempat ini ada banyak tempat belanja mulai dari brand lokal hingga brand internasional seperti H&M, GAP, Zara dan Uniqlo.

Myeongdong adalah salah satu distrik belanja Seoul yang terbesar, banyak terdapat toko-toko yang menjual barang-barang dengan harga sedang sampai mahal dari produksi dalam negeri maupun internasional. Myeongdong juga adalah pusat fashion dan kehidupan malam dari anak-anak muda Seoul. Distrik ini mempunyai jalan kota termahal ke-9 di dunia dalam hal sewa floorspace.
Outlet kosmetik Korea yang terkenal seperti Etude dan Face Shop juga tersebar di sini. Berbagai restoran fast food internasional seperti McDonald dan KFC bisa ditemukan di Myeongdong.

Tak hanya itu, di Myeongdong pun Anda bisa melihat lokasi syuting dua serial drama yaitu Princess Hours dan Boys Before Flowers. Untuk Princess Hours, di sinilah Lee Shin dan Chae-gyeong memadu kasih.  Sedangkan Boys Before Flowers, ada restoran yang menjadi lokasi syuting di sini yaitu The Farmer’s Table.

Myeongdong dapat dicapai dengan subway line 4 warna biru dan turun di Stasiun Myengdong.

Cita Rasa yang Berpadu Seni di Insa-dong

Insa-dong adalah salah satu distrik yang menarik di Seoul. Banyak sekali wisatawan asing yang tertarik untuk mengunjungi tempat ini. Di sini Anda dapat menikmati berbagai benda seni berupa keramik tradisional, toko-toko suvenir, dan berbagai pernak-pernik seni lainnya. Selain itu Anda juga dapat menemukan berbagai macam toko buku dengan koleksi-koleksi yang menarik, bukan hanya dalam Bahasa Korea tetapi juga dengan bahasa asing lainnya.

Di Insa-dong ini, Anda dapat menikmati berbagai macam karya seni tradisional dari para seniman berpengalaman dari Korea dan berbagai penjuru dunia. Di sini Anda dapat menikmati seni, belajar seni, menghargai karya seni, atau membeli hasil karya para seniman yang berkarya di tempat ini. Apabila Anda adalah penggemar seni atau pelaku seni, Anda juga dapat berbincang-bincang dengan para seniman yang ada di sini, tentu saja ketika mereka sedang tidak mengerjakan karya mereka.

Selain menikmati keindahan seni, Anda juga dapat memanjakan lidah Anda dengan berbagai macam hidangan yang disediakan di berbagai restauran yang ada di distrik ini. Di restauran-restauran ini Anda dapat menikmati berbagai jenis masakan baik masakan khas Korea, maupun masakan-masakan dari berbagai penjuru dunia lainnya.

Berikut adalah beberapa restauran yang dapat Anda kunjungi di distrik ini.

Min’s Club. Restauran ini hadir dalam wadah rumah klasik Korea yang memberikan nuansa khas budaya Korea bagi pengunjung, terutama dengan masakan tradisional Koreanya yang berpadu dengan nuansa yang dibangun.

Gung. Restaurant ini sudah ada lebih dari 30 tahun. Di restaurant ini Anda dapat menikmati nikmatnya makanan khas Korea, kimchi. Satu hal yang menarik dari restauran ini adalah pada hari Selasa, Kamis, dan Jumat, mereka membuat kimchi di depan restauran. Jadi, Anda dapat mencoba menikmati sample dari Kimchi yang masih segar.

Cheoma Kkeut Haneul Pungkyeong. Restaurant ini hadir dalam sebuah bangunan tradisional Korea yang sudah berusia 150 tahun. Di sini Anda dapat menikmati masakan bagi para bangsawan istana yang dimasak dengan bahan-bahan segar dan bumbu-bumbu alami. Jika Anda mengunjungi tempat ini, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan. Jika Anda berminat untuk makan malam di sini, sebaiknya Anda memesan tempat terlebih dahulu karena biasanya tempat ini sangat padat pada jam makan malam.

Selain restauran-restauran tersebut, masih ada banyak restauran lainnya yang akan memanjakan lidah Anda. Di sini Anda dapat menikmati bagaimana rasa berpadu dengan seni, dan yang Anda nikmati bukan hanya cita rasanya yang nikmat, tetapi sekaligus dengan suasananya yang khas.

Satu hal lagi yang baik untuk Anda ketahui. Jika Anda beragama Islam, ada baiknya Anda memastikan dengan bertanya kepada pelayan yang ada di restauran, apakah makanan yang Anda pesan bisa dipastikan halal. Ini perlu Anda lakukan karena beberapa masakan Korea dimasak dengan menggunakan daging babi sebagai bahan baku utamanya. Untuk itu, pastikan bahwa masakan yang Anda pesan benar-benar aman bagi Anda.

Tips Berbelanja di Korea


Korea tidak hanya menyediakan keindahan alam dan budaya tetapi juga surga belanja. Berwisata ke Korea tanpa berbelanja akan membuat liburan Anda hampa. Nah, sebelum membelanjakan uang, sebaiknya Anda mengetahui tips apa saja yang harus ketahui agar wisata belanja Anda makin asyik.

Tidak seperti negara-negara lain, warga Korea termasuk para penjualnya tidak mahir berbahasa Inggris. Mereka bahkan tidak menguasai percakapan dasar seperti yang sering diajarkan di sekolah-sekolah tingkat menengah di Indonesia. Para pedagang di Itaewon mungkin menjadi pengecualian. Berbelanja di Itaewon sedikit relatif mudah karena di kawasan ini bermukim banyak orang asing. Nah, hambatan bahasa di Korea ini bisa Anda siasati dengan membawa kalkulator saat transaksi dilakukan. Namun tidak ada salahnya Anda belajar sedikit bahasa Korea untuk membalas ucapan penjual seperti “anyeong hasseyo” yang artinya selamat pagi, siang, sore atau malam. “eolmajyo” artinya harganya berapa? Dan “gamsa Hannida” artinya terimakasih.

Kendati terdapat banyak kesulitan bahasa, namun bukan berarti berbelanja di Korea kurang menyenangkan. Pedagang di Korea tidak rewel terhadap jenis mata uang. Mereka menerima mata uang dollar (tidak dalam rupiah). Hal ini memudahkan turis asing sehingga tidak perlu menukar uang kedalam Won terlebih dulu. Jika ingin menukar uang, Anda bisa melakukannya di bank. Bank di Korea beroperasi pukul 9 pagi hingga 4 sore setiap Senin hingga Jumat. Layanan penukaran uang juga bisa Anda temukan di Pasar Nandaemun dan Itaewon.  Sedangkan ATM hampir bisa ditemukan di semua toko besar namun Anda tidak akan menemukan layanan dalam bahasa Inggris. Saat berbelanja ke toko-toko kecil, usahakan membawa uang tunai karena mereka tidak menerima kartu kredit atau ATM.

Beberapa toko kecil juga tidak melayani pengembalian barang yang sudah dibeli. Sedangkan untuk toko besar kebanyakan mereka menerima pengembalian barang apabila ditemukan kerusakan pada item yang sudah terlanjur dibeli. Yang juga perlu diketahui adalah beberapa pedagang baju di negeri ini tidak memperbolehkan kita mencoba baju , sehingga Anda harus berhati-hati saat memilih pakaian.

Dalam berbelanja kita juga harus paham jam operasional toko-toko disini, agar bisa mengatur jadwal dengan kunjungan ke lokasi wisata lainnya. Kebanyakan toko di Korea buka hingga pukul 10 malam, kecuali untuk pasar Dongdaemun yang buka 24 jam. Sedangkan toko dan butik di kawasan Myeong-dong dan Insa-dong juga tutup pada jam 10 malam.

Sama seperti toko di Indonesia yang biasanya menggelar diskon pada lebaran dan akhir tahun, Korea pun memiliki periode diskon. Toko-toko biasanya memulai diskon pada bulan Juni-Agustus dan Desember-Februari. Sedangkan departemen store mempunyai periode diskon pada Januari, April, Juli, Oktober dan Desember. Pasar Nandaemun, Dongdaemun dan pasar lainnya biasanya pada awal Juli dan pertengahan Januari. Pada musim panas dan musim dingin, diskon beberapa toko di Korea berkisar hingga 20-30 %.

Selain masalah jam operasional dan periode diskon, hal lain yang perlu Anda ketahui adalah tentang sistem pengukuran. Misalnya untuk ukuran sepatu, nomor 235 untuk ukuran 36, 240 untuk nomor 37 dan 245 untuk nomor 38. Pada prinsipnya kebanyakan ukuran dibuat dalam sentimeter kecuali untuk ukuran pinggang yang menggunakan inci. Sedangkan untuk sepatu menggunakan milimeter.

Dengan mengetahui sebanyak mungkin informasi mengenai tips dan trik berbelanja di Korea , maka wisata belanja Anda akan semakin menyenangkan. Jangan lupa membawa oleh-oleh untuk kerabat di rumah.

Pusat oleh-oleh dan belanja yang harus Anda kunjungi selama liburan ke negeri Kimchi ini adalah pasar Dongdaemun, Insa-dong dan Myeong-dong.

Belanja Ala Bintang K-Pop di Sinchon

Fashion merupakan salah satu pengaruh yang dibawa K-Pop ke seluruh penjuru dunia. Baik yang serba mewah seperti kostum boyband dan girlband ataupun yang sederhana namun chic seperti yang tersaji di beberapa drama Korea. Nah, Anda bisa mencontoh cara bintang Korea berpakaian dengan berburu baju dan assesorisnya di Sinchon Seoul Korea Selatan. Sinchon akan melengkapi destinasi wisata belanja Anda setelah Myeongdong dan Dongdaemun.

Sinchon kerap disebut sebagai surga belanja muda-mudi Korsel dan wisatawan mancanegara yang ingin tetap update dengan fashion. Di kawasan ini Anda akan menemui deretan kafe, restoran, butik, toko dan bar memanjakan pengunjung. Bagi para wanita, butik dan toko baju di Sinchon akan memuaskan hasrat belanja Anda. Tidak hanya menjual aneka fashion item dari Korea, Sinchon juga menyediakan baju dari merek-merek internasional. Asesoris seperti kalung, cincin, bros dan gelang yang cantik dan lucu juga bisa Anda dapatkan disini. Bagi para wisatawan pria, tak perlu kuatir karena Shincon juga menyediakan fashion item untuk kalian. Baju dan asesorisnya tak kalah menarik dengan yang disediakan oleh butik-butik untuk wanita. Harga baju di Sinchon juga tak terlalu mahal, pakaian, sepatu, tas dan sejenisnya hanya dibanderol dengan harga sekitar 5.000 – 25.000 Won. Sedangkan untuk asesoris seperti gelang dan kalung harganya berkisar 1.000 Won.

Sinchon yang berarti “desa baru” merupakan salah satu daerah di kota Seoul yang cukup tua. Namun karena kawasan ini menjadi meeting point-nya anak muda dan wisatawan maka tak heran jika Sinchon selalu identik dengan kehidupan kawula muda. Ya, lokasi Sinchon memang sangat strategis karena disekitarnya berdiri 3 universitas terbaik di Korea yakni Yonsei, Sogang dan Ewha Woman University.

Kehidupan malam di Sinchon juga merupakan daya tarik lain tempat ini. Kawasan ini nyaris tak pernah tidur. Anda akan betah berlama-lama untuk nongkrong dan ngobrol dengan kawan-kawan di kafe yang menyediakan bir disela pedagang-pedagang penjual makan. Kedai kopi dan restoran sepertinya selalu terjaga melayani wisatawan dan muda-mudi setempat.

Tidak hanya butik dan toko pakaian, kawasan Sinchon juga dipenuhi salon-salon kecantikan yang melayani permintaan operasi plastik untuk wajah. Sebagaimana kita tahu, penduduk Korea memang tergila-gila untuk tampil cantik dan sempurna. Banyak artis Korea yang menjadikan Sinchon sebagai tujuan utama untuk memperbaiki wajah melalui operasi plastik. Rupanya, Sinchon menawarkan paket lengkap, kebutuhan fashion yang oke dan layanan permak wajah seperti bintang Korea. Menarik bukan?

Jika Anda tidak punya banyak waktu untuk mengelilingi kawasan Sinchon, sebaiknya Anda mengatur waktu sesuai dengan keperluan yang akan dilakukan disana. Siang hari di Sinchon Walking Street dipenuhi warga bercampur dengan mahasiswa yang kuliah di kampus-kampus sekitar Sinchon. Mereka kadang menghabiskan waktu makan siang atau rehat sejenak di cafe dan restoran.

Saat malam tiba, Sinchon akan diramaikan oleh restoran-restoran yang menjajakan barbaque. Anda juga bisa menjajal tempat-tempat karaoke yang bersaing memperebutkan pelanggan dengan memasang neon box yang berisikan list harga. Tidak itu saja, penginapan berharga murah juga bisa Anda temukan disini.

Sinchon ternyata tak hanya menjanjikan surga belanja, setiap bulan Mei kawasan ini diramaikan dengan Festival Budaya Sinchon. Mahasiswa dan warga bisa datang bersama-sama untuk meramaikan festival ini. Berbagai pertunjukan dan pameran digelar sepanjang Yeonsei College Street dan sekitar stasiun kereta Sinchon. Menarik bukan?

Puas berbelanja dan menikmati festival, teruslah berjalan-jalan untuk membakar kalori. Kunjungi Yonsei University yang mempunyai arsitektur menawan. Gedung yang terkesan tua itu dirambati aneka tumbuhan hijau yang menambah keasrian sekaligus menawarkan suasana tradisional dan modern.  Yonsei merupakan universitas swasta tertua di Korea dan kerap menjadi jujugan wisatawan. Dulunya, Kerajaan Yoseon berada di wilayah kampus ini.

Selain Yonsei University masih ada  Sogang dan Ewha Woman University. Bangunan yang menawan membuat kampus-kampus ini tak hanya menjadi pusat belajar tapi bangunannya merupakan landmark kota Seoul. Banyak wisatawan mengabadikan gedung-gedungnya untuk berfoto sebagai kenang-kenangan. Kawasan lain yang kampusnya menjadi destinasi wisata adalah Sangkyukwan University, Seoul.

Untuk mencapai kawasan Sinchon Anda  bisa melalui menumpang jalur dua menuju Sinchon Station.

credit :: korea.panduanwisata

Belanja, Belanja dan Belanja di Rodeo Street

Sudah ke Sinchon? Jalan-jalan ke I’Park Mall? Atau sudah berjam-jam mengelilingi Myeongdong?. Wisata belanja Anda tetap belum lengkap jika belum ke Rodeo Street, Gangnam, Seoul Korea Selatan. Ya, Rodeo Street adalah tempat belanja yang sangat sayang untuk dilewatkan, apalagi di sekitar kawasan ini dipenuhi salon kecantikan dan restoran mewah.

Banyak yang menganggap jika Rodeo Street adalah pusat fashion nomor 1 di Korea Selatan. Ada sejak tahun 90an, dulunya kawasan ini hanya menjadi tempat nongkrong warga kelas atas yang hobi mengenakan pakaian mewah dan mengendarai mobil impor. Kini, Rodeo Street sudah menjelma menjadi kawasan tren fashion bagi semua kawula muda Korea. Di sepanjang jalan ini dipenuhi dengan toko-toko trendi yang menjual barang dari merek terkenal. Seperti sepatu, pakaian, asesoris dan banyak lagi. Toko-toko yang berderet ini memanjakan pembeli tidak hanya dengan barang-barang high class namun interior toko yang menarik sehingga membuat pembeli makin nyaman.

Salah satu toko pakaian ternama di kawasan ini adalah Galleria Departemen Store yang menyediakan berbagai fashion item dari merek-merek terkenal seperti Prada, Balli, Giogio Armani, Ferragamo, Gucci dan Versace. Setiap toko mempunyai harga yang bervariasi sehingga jika Anda telaten dan memasuki toko ini satu per satu, kita dapat membandingkan harganya dan mencari yang paling murah. Jika kocek Anda tak cukup tebal, datanglah ke Rodeo Street pada periode bulan Januari, April, Juli, Oktober dan Desember, dimana  hampir semua toko mematok diskon 20-30 persen untuk setiap item. Solusi lainnya adalah dengan mengunjungi toko yang menjual barang secondhand yang juga banyak terdapat di Rodeo Street. Misalnya toko O’ore yang rutin memasok barang-barang bekas dari Italia dan dijual dengan harga diskon hingga 70 persen. Sementara itu, ada juga toko-toko yang menyediakan barang murah. Misalnya pakaian dengan harga 50.000 – 100.000 Won. Dengan desain yang unik dan kualitas baik, toko-toko seperti ini banyak digandrungi muda-mudi Korea, termasuk para wisatawan asingnya. Bagi penyuka barang-barang imitasi merek terkenal, jangan khawatir beberapa sudut toko di Rodeo Street juga menyediakannya.

Beberapa toko lain yang juga layak Anda kunjungi adalah Boy+Supermarket dan Shilloh yang menjual berbagai barang dengan merek impor. Olive They City, toko yang menyediakan pakaian-pakain vintage khas remaja Jepang dan N Trend Project, toko yang khusus menjual tas dan sepatu. Bagi penyuka barang-barang untuk perawatan badan dan kecantikan, Anda bisa mengunjungi Burt’s Bees Apgujeong Store. Lengkap bukan?.

Lelah berbelanja, Anda bisa menyantap sajian-sajian khas Korea di restoran yang tersebar di kawasan ini. Ada cafe dengan memadukan konsep jazz, restoran spesial masakan Italia dan lain-lain. Jika beruntung Anda akan bertemu dengan artis-artis Korea yang kerap kongkow di pub, cafe dan restoran. Tidak itu saja bisnis salon juga sangat berkembang. Salon-salon ini melayani bedah plastik dan perawatan kecantikan.

Bagi wisatawan mancanegara yang ingin mengabadikan acara jalan-jalan ke Rodeo Street, sebaiknya Anda berpose dengan latar belakang gerbang Rode Street yang indah kala malam hari. Hingar bingar kehidupan malam di kawasan ini akan terekam di kamera Anda. Bukti bahwa pernah menjadi “muda-mudi Korea” dalam sehari. Oya, biasanya di Rodeo Street juga digelar berbagai festival seperti festival film, peragaan busana, festival tari ataupun kontes kecantikan.

Beberapa tips berbelanja di Rodeo Street adalah pintar-pintarlah menawar di toko-toko yang memang tidak mematok harga tetap. Jika pintar menawar, bukan tidak mungkin barang Anda berharga 10 persen lebih murah. Selama festival budaya di jalan ini, toko-toko memberikan diskon khusus kepada pelanggan. Nah, jika Anda tidak begitu suka keramaian, hindarilah berbelanja pada akhir pekan. Untuk membeli barang mewah, cobalah berbelanja di periode-periode tertentu karena kemungkinan toko tersebut memberikan diskon.

Seiring dengan makin berkembangnya kawasan ini beberapa gedung bioskop pindah ke Rodeo Street. Setelah dibukanya Multi-Plex Cine-City, beberapa bioskop lain yang kini ada di kawasan ini adalah Cinehouse, Cineplus dan Nanta Theater.

Untuk sampai ke Rodeo Street Anda cukup naik subway jalur 3 menuju Apgujeong Station dan keluar melalui pintu exit 2. Nah, jika berbelanja seharian di Rodeo Street belum cukup, sebaiknya Anda menginap di kawasan Gangnam agar perburuan barang-barang bermerk bisa diteruskan esok hari.

credit :: korea.panduanwisata

Berbelanja Fashion Kelas Dunia di Pasar Dongdaemun, Seoul

Jogja punya Pasar Bringharjo, Solo punya Pasar Klewer, Jakarta punya Pasar Tanah Abang, Seoul juga punya pasar yang serupa, yaitu Pasar Dongdaemun. Namun, pasar ini jauh lebih maju dari yang ada di Indonesia. Mau tau seperti apa keunggulan pasar ini?

Dongdaemun mempunyai berbagai macam pilihan bagi Anda yang suka fashion. Disini Anda dapat menemukan kain tenun, bahan kain, aksesoris, dan pernak-pernik pernikahan. Fashion terbaru, bersama dengan tenunan terbarunya sering diluncurkan di pasar ini. Tidak mengherankan jika pasar ini menjadi rumah bagi suplier-suplier pakainan terbesar di Korea, dan juga memberi inspirasi bagi para desainer untuk datang ke sini untuk mengasah dan menguji kemampuan mereka.

Pasar Dongdaemun menjadi seperti sekarang ini dari cikal bakalnya dulu yang juga berupa pasar tradisional pada tahun 1905. Pada tahun 1970an pasar ini mengalami transformasi besar-besaran dan mulai membangun dirinya sebagai pusat industry tekstil di Korea, baik untuk grosir maupun untuk retail. Dengan transformasi ini, pasar ini memberikan kontribusi yang luar biasa bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan saat itu. Seiring berjalannya waktu, dibangun mega bangunan perbelanjaan di area ini, dan pasar ini terlahir sebagai fashion street yang paling terkenal di Korea.

Dengan harga yang murah dan variasi pakaian yang sangat banyak, orang-orang  baik grosir maupun individu, baik ahli mode maupun orang kebanyakan,  mengunjungi tempat ini untuk memanjakan diri mereka akan kebutuhan dalam gaya berpakaian. Para pedagang grosir dari berbagai penjuru negeri mengunjungi pasar ini pada malam hari, membuat pemandangan yang khas metropolitan di Seoul pada malam hari.

Pasar ini merupakan perpaduan antara pasar tradisional dan pasar modern. Beberapa toko masih mempertahankan bangunan tua mereka, menjual bahan pakaian, membuat kerajinan dari pakaian, dan memprosesnya. Di tempat ini juga berdiri beberapa pusat perbelanjaan, seperti Cerestar, Migliore, Designer’s Club dan Doosan Tower yang bermunculan pada tahun 1990an. Tempat-tempat ini menarik banyak anak muda untuk datang dengan banyak pertunjukan musik dan pertunjukan panggung lainnya pada malam hari. Berbagai macam peragaan busana dan festival busana diselenggarakan di sini di sepanjang tahun.

Meskipun tempat ini banyak dikunjungi oleh para pedagang grosiran, namu para pedagang masih melayani mereka yang membeli secara eceran. Hal itu sangat dimaklumi karena di sini banyak sekali para wisatawan dari berbagai belahan dunia yang datang untuk membeli kain, pakaian, pernak-pernik yang dapat dibuat langsung di toko sesuai dengan pesanan mereka. Berbagai macam mata uang bertukar di tempat ini. Tidak mengherakan apabila tempat ini menyumbang banyak bagi pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan.

Apabila Anda ingin mengunjungi tempat ini, tempat ini berada di depan pintu keluar nomor 14 di stasiun kereta bawah tanah Taman Sejarah dan Budaya Dongdaemun.

credit :: korea.panduanwisata

One Stop Shopping di I’Park Mall Seoul

Korea Selatan tak henti-hentinya menyuguhkan surga belanja kepada wisatawannya. Setelah puas membelanjakan uang Anda di Sinchon, Myeongdong atau berburu barang seni di Insa-Dong, kini kita lagi-lagi bisa memuaskan hasrat belanja dengan datang ke pusat perbelanjaan baru di Seoul yakni I’Park Mall.

I’Park Mall tidak hanya lengkap dan dipenuhi barang-barang bermerk, namun juga karena aksesnya yang sangat mudah membuat mall ini banyak dikunjungi masyarakat Seoul. I’Park Mall terletak di Yongsan, pusat Kota Seoul Korea Selatan. Bagi Anda yang tidak familiar dengan kawasan ini, tak perlu khawatir karena I’Park Mall terhubung langsung dengan Yongsan Station. Yongsan Station adalah stasiun utama yang melayani pemberangkatan menuju kota-kota di bagian barat daya Seoul. Jadi Anda tinggal naik melalui jalur 1, dan sampailan ke pusat perbelanjaan kebanggaan warga Seoul ini.

I’Park mall adalah kompleks perbelanjaan yang didalamnya terbagi menjadi 3 kawasan berbeda. Bagian pertama adalah Departemen Store yang dibagi lagi dalam 3 bagian yakni Living Hall, Culture Hall dan Fashion Hall. Bagian kedua adalah Digital Shopping Center dan yang terakhir adalah The Even Park. Mall ini juga menyediakan pusat kebudayaan, bioskop, pusat olahraga, mini golf dan supermarket. Kini Anda paham bukan mengapa I’Park Mall sering disebut sebagai kompleks one stop shopping. Semuanya Anda dapatkan disini tanpa memerlukan area belanja di tempat lain. Bahkan pengunjung juga bisa menghabiskan waktu mereka dengan melihat event hiburan lain seperti fashion show dan festival. Bagi penyuka buku dan pecandu game, I’Park Mall menyediakan toko buku besar dan area bermain video games. Menyenangkan!

Sebagai salah satu pusat pergaulan kalangan muda, I’Park Mall dilengkapi dengan fasilitas-faslitas canggih. Luangkan waktu untuk menonton film di bioskop mall ini dan Anda tidak akan kecewa. Mereka mempunyai 3D dan 4D IMAX movie theater dengan 11 layar yang siap memanjakan mata Anda lewat sajian film-film yang sedang diputar.

Mall ini juga menjadi destinasi wisata kuliner yang menarik. Bayangkan ada 100 restoran, food court, kafe dan bar yang akan memanjakan perut dan lidah Anda. Tak heran jika I’Park Mall juga menjadi meeting point bagi eksekutif muda, remaja dan wisatawan domestik maupun mancanegara. Beberapa dari mereka tidak hanya nongkrong di dalam mall, namun juga memanfaatkan selasar luar mall untuk sekedar cuci mata dan hangout dengan rekan sebaya. Jika tertarik berbelanja di I’Park Mall Anda bisa memulainya pada pukul 10.00 hingga pukul 20.00.

Uniknya lagi, pengelola setempat cukup paham bahwa mall yang besar dan luas ini tentu akan membingungkan orang khususnya wisatawan asing yang belum pernah berlanja di sini. Mereka pun menyediakan paket “Wisata Mall” yang memungkinkan Anda melakukan tur mengelilingi mall sehingga dapat menikmati pengalaman belanja dengan lebih mudah. Dalam Wisata Mall ini Anda akan didampingi seorang guide yang akan memandu Anda untuk mengunjungi mall mulai The Event Park, Departemen Store, The Cultural Center, The Living Hall, The Digital Shopping Center, The Culture Hall lalu diakhiri di CGV Movie Theater. Jika berminat untuk mengikuti tur ini, Anda harus membuat reservasi terlebih dahulu baik melalui online maupun datang langsung ke meja reservasi 3 hari sebelumnya. Tur akan dimulai pada pukul 15.00 pada hari Sabtu dengan durasi waktu selama 1 jam.

credit :: korea.panduanwisata