Cute Blue Flying Butterfly

ღ SHaRiNG eVeRYTHiNG aBouT KoReaN ღ

✿ 어서 오세요. 저는 당신이 내 블로그를 좋아 바랍니다. 감사합니 ✿
Showing posts with label must know. Show all posts
Showing posts with label must know. Show all posts

Alasan Mengapa Hanbok Disukai

Dibandingkan dengan kimono (Jepang) dan cheongsam (Cina), pakaian tradisional Korea, hanbok tidak cukup populer. Tapi itu cerita lalu, kini hanbok menjadi tren  baru di dunia fashion karena beberapa alas an. Mau tahu lebih banyak tentang hanbok ?

1. Dibuat untuk dipakai


Jika kimono kebanyakan berkonsep off-the-rack (dibuat dengan ukuran standar) berbeda dengan hanbok. Setiap hanbok disesuaikan dengan tubuh si pemakai. Untuk hanbok perempuan, terdiri dari dua bagian utama yakni chima dan jeogori. Chima adalah sebutan untuk rok panjang yang dilengkapi dengan underwear (pakaian dalam). Sedangkan jeogori adalah atasan lengan panjang dengan dua tali yang dikaitkan, letaknya ada di bagian depan. Saat memakai hanbok perempuan Korea juga dilengkapi dengan binyeo (tusuk rambut) dan alas kaki. Sedangkan untuk pria, hanbok yang dipakai jauh lebih sederhana dan simpel. Variasinya hanya terbatas pada mantelnya saja, sedangkan jeogori dan celananya relatif seragam. Para lelaki juga bisa menambahkan topi sebagai asesoris serta rompi.

2. Warna hanbok

Warna pada hanbok mengandung arti khusus. Seorang desainer atau pemakai hanbok harus mengetahui warna yang direkomendasikan atau lazim dipakai pada setiap kesempatan. Pada masa lalu – era kerajaan- warna mengandung arti kelas atau status dan hari pemakaian. Kini, warna hanbok tak lagi merefleksikan status namun lebih pada kesempatan apa hanbok dipakai. Misalnya pernikahan, pemakaman, ulang tahun atau pertemuan keluarga besar. Namun begitu ada beberapa aturan umum mengenai warna hanbok yang seharusnya dipakai. Misalnya warna pink dipakai oleh anak-anak. Orang dewasa jarang sekali memakai warna itu kecuali pada acara pertunangan.  Warna-warna alami dan tidak terlalu mencolok lebih banyak dipilih saat musim panas, sedangkan warna mencolok digunakan saat musim dingin. Hanbok juga sering sekali digunakan pada acara pernikahan.

3. Pakaian khusus


Kendati hanbok sudah semakin populer namun tetap saja pakaian ini hanya digunakan pada acara-acara khusus. Pernikahan adalah acara paling umum yang memungkinkan setiap orang memakai hanbok.

Nah, apakah Anda tertarik untuk membeli hanbok sekaligus sebagai suvenir liburan di Korea ? Anda bisa membelinya di beberapa butik di Sinsa-dong, Gangnam. Tidak hanya itu, Dongdaemun Shopping Complex juga menjual hanbok berbagai warna dan model. Dongdaemun bisa Anda capai dengan naik Seoul subway line 1 atau 4 menuju Dongdaemun Station dan keluar melalui pintu exit 8 atau 9.

credit :: korea.panduanwisata

10 Tips Agar Tampak Seperti Penduduk Korea

Menjadi pendatang di sebuah negara terkadang akan mendatangkan pengalaman-pengalaman yang lucu namun seru. Setidaknya Anda harus belajar kebiasaan-kebiasaan warga setempat. Nah, bagaimana jika Anda akan bermukim dalam waktu yang cukup lama di Korea Selatan ? Ada hal-hal baru yang harus kita pelajari. Dengan mengetahui seluk beluk kehidupan negeri gingseng berikut  orang akan mengira Anda sudah tinggal lama di sini.

10. Cara berkomunikasi

Hal yang harus Anda lakukan pertama kali menginjakkan kaki di Korea adalah mengunduh aplikasi chatting Kakao Talk yang digunakan mayoritas penduduk setempat. Saking populernya Kakao Talk hingga muncul kata-kata ‘katalk me’ yang berarti ‘aku menyukaimu! Mari berteman dan ngobrol’. Masyarakat Korea juga sering sekali memperbarui tampilan foto profile baik di Kakao Talk maupun Facebook. Sementara itu, jika suatu saat Anda menelpon seseorang dan ia tak menjawab, jangan terburu-buru untuk mengirimkan pesan agar segera menghubungi Anda kembali. Panggilan Anda tidak dijawab mungkin karena nomor telepon kita tak ia kenal. Jadi lebih baik perkenalkan diri dulu sebelum menelpon.

9. Bagaimana cara berjalan di tengah keramaian

Saat berada di tengah-tengah ruang publik selalu berjalanlah di sebelah kanan. Ya, sama persis seperti saat mengendarai kendaraan. Misalnya, kita sedang berdiri di eskalator, maka cara yang paling baik adalah dengan berada di sisi kanan.

8. Bagaimana cara berjalan saat menaiki tangga

Sangat tidak disarankan menggunakan rok mini yang super ketat dalam berbagai suasana. Pemandangan seperti ini memang mungkin sering Anda lihat di serial drama Korea, namun jangan mencobanya di dunia nyata. Atau jika memang sedang memakai rok mini, terutama saat menaiki tangga lebih baik letakkan tas Anda di belakang pantat. Hal ini barangkali sedikit aneh, tapi percayalah cara tersebut yang paling baik jika tidak ingin dikira wanita nakal.

7. Bagaimana cara makan

Kebanyakan makanan di Korea disajikan dalam mangkuk yang besar. Jika Anda makan bersama beberapa orang sekaligus, maka masing-masing orang akan mencelupkan sumpit mereka ke mangkuk tersebut. Ya, jarang sekali melihat orang Korea makan di piringnya masing-masing. Mereka akan melahap makanan dari sumpit kemudian mencelupkan sumpit yang sama kembali hingga suapan yang terakhir. Jijik dengan cara ini ? jika ingin protes urungkan niat Anda jika tak ingin malu.

6. Bagaimana cara membayar

Bagaimana dengan aturan membayar ? Jika kita sedang makan bersama maka orang yang berumur paling tua-lah yang akan membayar. Bila Anda termasuk paling muda diantara mereka, tak perlu menawarkan diri untuk membayar semua tagihan. Menyenangkan bukan ?

5. Kebiasaan minum

Penggemar K-drama tentu tak asing lagi dengan adegan orang-orang Korea yang mabuk dijalanan hingga harus dipapah ke taksi agar sampai di rumah dengan selamat. Ya, begitulah yang terjadi di kenyataan. Mereka minum seperti tak  ada lagi hari esok. Mabuk hingga tak bisa berjalan tegak bukanlah hal yang memalukan. Minuman yang pertama diteguk biasanya yang memiliki kadar alkohol rendah dan kemudian meningkat ke kadar yang semakin tinggi.

4. Bagaimana cara menyapa

Ingin mendapatkan harga yang murah untuk makanan atau barang yang Anda beli ? panggilah sang penjual dengan kata ‘ajumma atau imo’. Nah, tanda bahwa Anda sudah ‘dianggap’ menjadi warga Korea adalah jika orang yang menelpon Anda tak lagi memanggil dengan nama. Orang (perempuan) yang lebih tua biasa dipanggil ‘unni’ sedangkan untuk pria ‘oppa’. Praktekkan cara menyapa seperti itu dan Anda akan mendapatkan senyuman manis dari mereka.

3. Bagaimana agar terlihat seperti ‘vampir’

Judul diatas mungkin terdengar aneh, namun orang Korea memang lebih menyukai kulit pucat – seperti vampir -  dari pada gelap. Itu sebabnya mereka sangat khawatir dengan siraman sinar matahari. Beberapa produk kosmetik di Korea juga mendukung konsep cantik dan ganteng ini. Perempuan ataupun laki-laki Korea gemar membeli kosmetika untuk menjaga kulit pucat mereka. Kulit pucat saja belum cukup. Mereka juga menyukai pemakaian lensa kontak agar mata terlihat lebih lebar.

2. Makanan pedas

Kemampuan untuk makan hidangan pedas adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan respek dari teman-teman Anda  yang berkebangsaan Korea. Makanan pedas yang bisa dikonsumsi adalah buldak atau sering disebut dengan ‘fire chicken’. Setelah lidah Anda terbakar pedas, minumlah susu untuk menetralisir rasa tersebut. Mudah bukan ?


1. Bagaimana agar selalu tampil prima

Ada dua rumus tentang penampilan di Korea. Pertama ; be prepared for pain, kedua; the pain is worth it.  Wanita Korea senang sekali menggunakan stiletto (sepatu hak tinggi) sama seperti kita yang menyukai sandal jepit. Tidak hanya itu, mayoritas warga Korea sudah melakukan operasi plastik. Cara agar Anda tidak terlihat seperti orang asing adalah dengan tidak kaget yang berlebihan jika melihat papan iklan operasi plastik yang bertebaran dimana-mana. Lebih dari itu, Anda juga sebaiknya tidak berkomentar jika melihat tampilan seseorang sebelum dan setelah dipermak.

Nah, itulah 10 hal yang harus Anda lakukan jika tidak ingin terlihat seperti orang asing di Korea Selatan. Tertarik mencoba ?

credit :: korea.panduanwisata

Agama di Korea


Republik Korea menjamin kebebasan agama, sehingga bebagai jenis agama aktif berkembang di Korea.

>> Sejarah Singkat Agama Korea <<
Agama primitif di masa purba yang diketahui dari mitologi kuno, menganggap langit sebagai Tuhan teragung, yakni sesuatu yang melebihi segala hal. Hwanin atau Hwanung yang muncul dalam mitologi Dangun yang merupakan mitologi pendirian Korea, berarti langit atau Tuhan. Setelah itu, agama bersifat jampi untuk mengejar keberuntungan, menguasai dunia agama Korea. Namun, setelah masa 3 Kerajaan, agama Budha, agama Konfuchu dan sebagainya diperkenalkan, sistem agama berdasarkan konsep agama untuk mengejar keberuntungan, mapan di Korea. Selama masa 3 Kerajaan, masa kerajaan Silla Bersatu dan masa kerajaan Koryo, yakni hingga abad ke-14 lalu, agama Budha berkembang sebagai agama untuk masyarakat awam sedangkan agama Konfuchu sebagai konsep politik, namun memasuki kerajaan Chosun, agama Konfuchu didorong berkembang, sedangkan agama Budha ditahankan. Di masa akhir kerajaan Chosun, agama Kristin dimasuki, serta agama Chondo yang didirikan oleh Choi Che-wu di Korea pada tahun 1859, agama Jengsan yang didirikan oleh Kang Il-sun di Korea pada tahun 1902 dan sebagainya, dilahirkan.
Di masa modern agama Budha dan agama Kristen mapan sebagai agama utama, sedangkan agama Daejonggyo, agama Dangun dan sebagainya sebagai agama minor, serta shamanisme juga berakar bagi masyarakat awam.

>> Jumlah Pemeluk Agama Korea <<
  • Korea Selatan
Jumlah pemeluk agama di Korea berkisar 24 juta 970 ribu orang di tahun 2005 (menurut hasil sensus Direktorat Jendral Statistik Nasional), yakni mencapai 53,1%. Jumlah warga Korea yang belum memiliki agama berkisar 46,5%.
  • Korea Utara
Pada dasarnya Korea Utara tidak menjamin kebebasan agama dan juga bisa dikatakan bahwa agama yang sesungguhnya tidak ada di Korea Utara. Jumlah pemeluk agama di Korea Utara hanya 20 ribu hingga 30 ribu orang. Namun, jumlah pemeluk agama yang tersembunyi juga diramalkan tidak sedikit.

>> Agama Utama <<
  • Agama Budha
Agama Budha diperkenalkan sekitar abad ke-4 di Semenanjung Korea. Berbeda dengan agama Budha Hinayana yang mengejar kebenaran pribadi dan kebebasan dari nafsu duniawi, agama Budha di Korea bersifat agama Budha Mahayana untuk menyelamatkan masyarakat awam. Meskipun agama Budha merupakan agama asing, namun agama Budha berkembang bersama dengan budaya tradisional dan agama Korea. Agama Budha ditetapkan sebagai agama negara di kerajaan Shilla, kerajaan Shilla Bersatu dan kerajaan Koryo. Di masa kini juga agama Budha adalah agama terbesar di Korea dengan dianut lebih dari 40% pemeluk agama di Korea.
  • Agama Protestan
Sejak penyebar Injil asal Amerika Serikat memasuki Korea, agama Protestan masuk ke Korea. Para penyebar Injil yang kebanyakan berasal dari Amerika Serikat, memperluas lingkaran pekerjaan misionari lewat medis, pendidikan, kegiatan sukarela, proyek sosial dan sebagainya di masa perkembangan Korea.
Setelah agama Protestan berperan penting untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan kemerdekaan selama masa penjajahan Jepang mulai tahun 1910 hingga 1945 tahun, agama Protestan bisa berakar lebih mendalam di masyarakat Korea. Namun, gereja yang menantang pemerintahan imperialisme Jepang, ditutup di masa akhir penjajahan Jepang, hingga terjadi situasi bahwa hanya gereja yang bekerja sama dengan pemerintahan Jepang bisa tetap dibuka. Meskipun demikian, gereja di Korea bisa lebih berkembang setelah mengalami kesulitan dan kesengsaraan seperti Perang Korea. Jumlah pemeluk agama Protestan di Korea menduduki urutan ke-2, diikuti jumlah pemeluk agama Budha.
  • Agama Katolik
Agama Katolik masuk ke Korea sekitar 100 tahun lebih cepat daripada agama Protestan, yakni di abad ke-18. Agama Katolik masuk dari dunia Barat oleh sejenis partai di masa kerajaan Chosun, yakni Namin yang saat itu diasingkan dari kekuatan. Agama ini awalnya dipelajari atas nama ‘ilmu dunia barat’ atau ‘Seohak’. Dengan demikian, agama Katolik di Korea, disebarluaskan ‘dengan mandiri’ pertama kali di dunia lewat penyelidikan oleh dirinya sendiri dan permintaan pengiriman penyebar Injil.
Namun, pada awal masuknya agama Katolik, agama ini mendapat tekanan, jadi terdapat banyak korban, karena kerajaan Chosun menekankan kebijakan isolasi nasional, hingga agama Katolik dianggap sebagai suatu tantangan terhadap kebijakan negara. Masa kini pemeluk agama Katolik menempati 20% diantara seluruh pemeluk agama di Korea, hingga merupakan agama terbesar ke-3.
  • Agama Islam
Pemeluk agama Islam pertama kali di Korea dilahirkan setelah beberapa warga Korea yang pindah ke Mancuria secara terpaksa di masa kekuasaan Jepang, mengontak pemeluk agama Islam yang sudah mapan di Mancuria.
Namun, penyebaran agama Islam yang sesungguhnya dilakukan oleh pasukan Turki yang mengikuti Perang Korea sebagai tentara Perserikatan Bangsa-bangsa, PBB. Di tahun 1955 lalu Asosiasi Agama Islam Korea diresmikan dan imam pertama terpilih di Korea. Setelah mesjid pertama kali didirikan di daerah Hannam, Seoul di 1970-an, sejumlah mesjid didirikan di kota utama termasuk Busan, Daegu, Cheonju, Gwangju (di provinsi Kyeonggi), Anyang, dan Ansan.
Di akhir tahun 2007 lalu, jumlah pemeluk agama Islam di Korea ditaksir sekitar 140 ribu orang.
  • Agama Tradisional dan Shamanisme
Agama Konfucu di Korea bisa disebut bukan agama, melainkan sesuatu untuk dilihat dari sisi ilmu, filsafat etika dan sebagainya. Namun, bisa dikatakan bahwa seluruh warga Korea memiliki cara berpikir bersifat agama Konfucu.
Agama Cheondo, Agama Daejonggyo dan sebagainya, merupakan agama nasional yang memuja pendiri Korea, Dangun. Agama Budha aliran Won, dan Jeung San Do juga merupakan agama yang timbul di Korea.
Selain itu, Shamanisme juga berakar mendalam bagi warga Korea sebagai kepercayaan rakyat. Dengan demikian, warga Korea pergi ke peramal atau dukun untuk menghilangkan nasib buruk ketika menghadapi pilihan penting seperti membuka toko atau melamar sekolah atau untuk mendapat keberuntungan dan mencegah penyakit. Shamanisme seperti itu terdapat baik di kampung maupun di kota.

Gaya Berpakaian Ala Korea

Sebelum berlibur ke Korea, ada baiknya Anda mengamati dulu fashion trend apa yang sedang digandrungi warga negeri gingseng ini. Dengan begitu Anda bisa berlibur dengan gaya dan citarasa “sangat Korea”.

Gaya berpakaian ala Korea sebenarnya cukup simple dengan permainan warna yang segar.  Gaya berbusana Korea lebih sering mengunakan prinsip mix and match, cocok untuk para wisatawan yang tidak bisa membawa pakaian dalam jumlah banyak. Nah, secara umum style Korean look – khususnya untuk wanita- harus mengikuti beberapa hal.

Yang pertama, mengenakan atasan dan bawahan yang simple dan unik.  Seperti kaos, cardigans atau jaket unik. Bawahan yang biasa digunakan untuk style Korean look adalah mini dress, stocking, hotpants atau rok mini. Stocking digunakan karena cuaca Korea yang cenderung dingin. Dengan stocking yang berwarna cerah akan membuat penampilan menjadi lebih menarik. Hotpants dan rok mini juga sering menjadi fashion item wajib orang Korea. Dua item ini membuat penampilan kita semakin chic.

Tips agar penampilan tambah menarik adalah dengan memadu padankan celana ketat dengan pakaian atas yang sedikit longgar dan panjang atau sebaliknya. Jika memakai celana polos, pilih pakaian atas dengan desain yang bagus. Sedangkan celana yang gelap sebaiknya dipasangkan dengan pakaian berwarna terang.

Selanjutnya  adalah memilih sepatu yang cocok. Boots setinggi lutut adalah pilihan yang paling banyak digunakan agar gaya kita bercitarasa Korea. Jika kita berpakaian celana pendek, rok, celana jeans keat atau lengging, selain boots bisa memakai sepatu berhak tinggi dan sepatu boneka.

Sentuhan terakhir yang harus dipikirkan adalah pilihan asesoris yang tepat. Korean look biasanya ditunjang dengan kalung panjang, gelang, kacamata, syal, topi, hiasan rambut yang tidak berlebihan.

Nah, jika koleksi busana dan asesoris Anda belum bisa untuk mix and match, selipkan jadwal liburan Anda dengan berburu aneka pakaian di beberapa pusat perbelanjaan. Pusat fashion sekaligus tempat berbelanja para wisatawan adalah Rodeo Street, Sinchon dan Myeongdong. Ketiga tempat ini menjadi kiblat trend fashion dan kehidupan malam di Seoul. Jangan lupa mencari informasi sebanyak mungkin tentang tips berbelanja di Korea.

credit :: korea.panduanwisata

Tips Berbelanja di Korea


Korea tidak hanya menyediakan keindahan alam dan budaya tetapi juga surga belanja. Berwisata ke Korea tanpa berbelanja akan membuat liburan Anda hampa. Nah, sebelum membelanjakan uang, sebaiknya Anda mengetahui tips apa saja yang harus ketahui agar wisata belanja Anda makin asyik.

Tidak seperti negara-negara lain, warga Korea termasuk para penjualnya tidak mahir berbahasa Inggris. Mereka bahkan tidak menguasai percakapan dasar seperti yang sering diajarkan di sekolah-sekolah tingkat menengah di Indonesia. Para pedagang di Itaewon mungkin menjadi pengecualian. Berbelanja di Itaewon sedikit relatif mudah karena di kawasan ini bermukim banyak orang asing. Nah, hambatan bahasa di Korea ini bisa Anda siasati dengan membawa kalkulator saat transaksi dilakukan. Namun tidak ada salahnya Anda belajar sedikit bahasa Korea untuk membalas ucapan penjual seperti “anyeong hasseyo” yang artinya selamat pagi, siang, sore atau malam. “eolmajyo” artinya harganya berapa? Dan “gamsa Hannida” artinya terimakasih.

Kendati terdapat banyak kesulitan bahasa, namun bukan berarti berbelanja di Korea kurang menyenangkan. Pedagang di Korea tidak rewel terhadap jenis mata uang. Mereka menerima mata uang dollar (tidak dalam rupiah). Hal ini memudahkan turis asing sehingga tidak perlu menukar uang kedalam Won terlebih dulu. Jika ingin menukar uang, Anda bisa melakukannya di bank. Bank di Korea beroperasi pukul 9 pagi hingga 4 sore setiap Senin hingga Jumat. Layanan penukaran uang juga bisa Anda temukan di Pasar Nandaemun dan Itaewon.  Sedangkan ATM hampir bisa ditemukan di semua toko besar namun Anda tidak akan menemukan layanan dalam bahasa Inggris. Saat berbelanja ke toko-toko kecil, usahakan membawa uang tunai karena mereka tidak menerima kartu kredit atau ATM.

Beberapa toko kecil juga tidak melayani pengembalian barang yang sudah dibeli. Sedangkan untuk toko besar kebanyakan mereka menerima pengembalian barang apabila ditemukan kerusakan pada item yang sudah terlanjur dibeli. Yang juga perlu diketahui adalah beberapa pedagang baju di negeri ini tidak memperbolehkan kita mencoba baju , sehingga Anda harus berhati-hati saat memilih pakaian.

Dalam berbelanja kita juga harus paham jam operasional toko-toko disini, agar bisa mengatur jadwal dengan kunjungan ke lokasi wisata lainnya. Kebanyakan toko di Korea buka hingga pukul 10 malam, kecuali untuk pasar Dongdaemun yang buka 24 jam. Sedangkan toko dan butik di kawasan Myeong-dong dan Insa-dong juga tutup pada jam 10 malam.

Sama seperti toko di Indonesia yang biasanya menggelar diskon pada lebaran dan akhir tahun, Korea pun memiliki periode diskon. Toko-toko biasanya memulai diskon pada bulan Juni-Agustus dan Desember-Februari. Sedangkan departemen store mempunyai periode diskon pada Januari, April, Juli, Oktober dan Desember. Pasar Nandaemun, Dongdaemun dan pasar lainnya biasanya pada awal Juli dan pertengahan Januari. Pada musim panas dan musim dingin, diskon beberapa toko di Korea berkisar hingga 20-30 %.

Selain masalah jam operasional dan periode diskon, hal lain yang perlu Anda ketahui adalah tentang sistem pengukuran. Misalnya untuk ukuran sepatu, nomor 235 untuk ukuran 36, 240 untuk nomor 37 dan 245 untuk nomor 38. Pada prinsipnya kebanyakan ukuran dibuat dalam sentimeter kecuali untuk ukuran pinggang yang menggunakan inci. Sedangkan untuk sepatu menggunakan milimeter.

Dengan mengetahui sebanyak mungkin informasi mengenai tips dan trik berbelanja di Korea , maka wisata belanja Anda akan semakin menyenangkan. Jangan lupa membawa oleh-oleh untuk kerabat di rumah.

Pusat oleh-oleh dan belanja yang harus Anda kunjungi selama liburan ke negeri Kimchi ini adalah pasar Dongdaemun, Insa-dong dan Myeong-dong.

Tips Berwisata ke Korea Saat Musim Dingin

Merasakan suasana musim dingin di Korea menjadi dambaan wisatawan yang berasal dari negara-negara tropis. Pemandangan serba putih dan suhu udara yang minus menjadi tantangan tersendiri. Karena kondisi dan cuaca yang berbeda dengan Indonesia, Anda harus mempersiapkan secara khusus liburan musim dingin tersebut dengan matang.

Beberapa hal yang harus disiapkan saat liburan di Korea adalah dengan mengenali tempat wisata apa saja yang menarik pada musim dingin. Beberapa destinasi yang menjadi jujugan turis saat musi yang jatuh pada bulan Desember hingga Februari adalah ski resort seperti  Daegyusan Resort, Alpensia, Vivaldi Park, Nami Island, Jeju dan Soeraksan. Nami Island banyak diburu wisatawan karena disinilah lokasi syuting serial Winter Sonata. Ski resort yang ada di Korea selalu disesaki pengunjung saat musim salju tiba. Jika ingin belajar ski, inilah waktu yang tepat.

Olahraga di musim dingin seperti ski, winter trekking  dan snow board  termasuk ke dalam olahraga ekstrim yang bukan tidak mungkin bisa menimbulkan kecelakaan. Pastikan Anda mempunyai  asuransi kesehatan yang bisa diperoleh dari biro perjalanan. Dengan adanya asuransi kesehatan maka Anda bisa mengurangi besaran biaya perawatan rumah sakit di Korea.

Udara dingin dan turunnya salju bisa jadi membuat badan kita sakit. Nah, tak ada salahnya, Anda membawa obat-obatan yang bisa Anda konsumsi di Indonesia. Tidak ada salahnya, berkonsultasi ke dokter menjelang keberangkatan sehingga bisa mengantisipasi jika ada kejadian yang tidak kita inginkan.

Setelah urusan destinasi wisata dan kesehatan beres, jangan lupa untuk menyiapkan segala peralatan dan pakaian yang dibutuhkan seperti pakaian hangat, payung dan sepatu. Oleh karena musim dingin di Korea bisa mencapai suhu minus derajat maka pastikan benar pakaian hangat Anda bisa melindungi dan menghalau dinginnya salju. Perlengkapan lain seperti sarung tangan, syal, topi dan kaos kaki adalah fashion item yang juga harus dibawa. Sepatu yang nyaman juga menjadi amat penting. Pilihlah alas kaki yang enak dipakai dan tidak licin.  Beruntung jika Anda memakai sepatu boot karena sepatu jenis ini dapat menahan udara dingin. Body lotion juga diperlukan karena musim dingin membuat kelembapan udara sangat rendah.

Oya, musim dingin membuat perut kita senantiasa lapar. Jika lidah Anda tidak biasa masakan ala Korea, kita bisa membawa kudapan dari Indonesia yang tahan lama. Tidak ada salahnya bila Anda juga menyempatkan untuk mencicipi kuliner ala negeri gingseng ini seperti bungeo-ppang, hoppang, baked sweet potatoes & chesnuts roadted dan toppoki. Makanan adalah ragam kuliner yang dikonsumsi warga Korea saat musim dingin.

Destinasi wisata di Seoul yang tetap menarik dikunjungi saat musim dingin adalah Myeongdong, Dongdaemun dan Insadong.

credit :: korea.panduanwisata

Mengucap Kata-kata Sederhana Selama Liburan di Korea

Bangsa Korea dikenal sebagai negara yang sangat mencintai bahasanya. Mungkin karena itulah, tidak banyak warga Korea yang menguasai bahasa Inggris. Nah, jika Anda berminat untuk berlibur ke Korea, tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa kosakata sederhana agar perjalanan wisata Anda makin berwarna.

Saat liburan kita akan mengunjungi beberapa tempat sekaligus misalnya warung atau rumah makan. Di tempat ini, Anda akan sering mendengar kata-kata  맛있게 드세요 (masitge deuseyo) yang artinya “selamat menikmati”. Sebelum melahap makanan Anda bisa mengatakan잘 먹겠습니다 ( jal meokgessseumnida) yang berarti “saya akan makan dengan nikmat”. Kalimat senada juga patut diucapkan setelah makan yakni잘먹었습니다 (jalmeogeossseumnida) yang berarti “terima kasih”.

Selain itu ada kalimat-kalimat lain yang lazim diucapkan saat berada di toko. Pertama menginjakkan kaki di toko tersebut sang pelayan mungkin akan mengucapkan어서 오세요 (eoseo oseyo )  alias “selamat datang”. Selanjutnya ia akan mengatakan뭘 도와 드릴까요 (mwol dowa deurilkkayo) artinya “apa yang bisa saya bantu”. Jika semua kebutuhan Anda sudah terbeli Anda bisa mengucapkan terimakasih. Ucapan terimakasih untuk kondisi ini ada dua bentuk. Pertama 많이 파세요 (manhi paseyo) maksudnya “menjualah yang banyak ”. Ungkapan terimakasih yang kedua bisa menggunakan kalimat 수고하세요. (sugo haseyo) maksudnya “terima kasih dan selamat bekerja dengan baik”.

Nah, selain harus pandai dan sering mengucapkan terimakasih sebagai bentuk penghargaan kita kepada orang lain, Anda juga harus cepat minta maaf jika membuat kesalahan. Dalam bentuk formal ada dua kalimat yang bisa kita gunakan untuk mengekspresikan perminataan maaf. Yang pertama adalah 죄송합니다 (joesonghamnida) dan yang kedua 미안합니다 (mianhamnida). Sedangkan secara informal kalimat maaf bisa diucapkan dengan 미안해 (mianhae). Sebaliknya untuk menjawab ungkapan maaf kita bisa menggunakan kalimat 괜찬습니다 (gwaenchanseumnida) yang berarti “tidak apa-apa” atau cukup 괜찬아.. ( gwaenchana).

Kalimat-kalimat lainnya yang juga harus Anda ketahui adalah kalimat “selamat, baik pagi, siang atau malam” dengan menggunakan kata  -안녕하세요 (annyeong haseyo). Jika ingin mengucap “apa kabar” cukup dengan kalimat 처음 뵙습니다 (cheo eum boepsemnida). Anda juga harus mengetahui kata-kata untuk mengucap terimakasih. Secara umum “terimakasih” bisa diungkapkan dengan 감사합니다(gamsahamnida) artinya ”terima kasih”  atau 고맙습니 (gomapseumnida). Untuk lawan bicara dan keadaan yang informal Anda bisa mengucapkan terimakasih dengan 고마워요 (gomawoyo). Jika dengan teman sendiri atau yang usianya sebaya bisa menggunakan  고마워 (gomaweo) atau cukup 고맙다 (gomapda).

Anda bisa mempelajari lebih lanjut bahasa korea di menu HangeulNah, kini Anda tidak lagi ragu berlibur ke Korea bukan? Anda bahkan bisa mempraktekkan keahlian Anda dengan menghabiskan waktu di beberapa tempat nongkrong anak muda seperti Rodeo Street, I’Park Mall dan Sinchon.

Memahami Korea, Memahami Hangeul

Hangeul atau alfabet Korea adalah satu bentuk kebudayaan dan identitas Korea yang masih terjaga hingga sekarang. Hal yang paling unik dari hangeul adalah karena huruf itu sengaja dibuat oleh pemerintah sebagai sarana mengekspresikan bahasa Korea. Menariknya, Raja Sejong yang merupakan raja ke-4 dari Dinasji Joseon inilah yang membantu proses penciptaan ilmiah dari alfabet Korea dan dibantu dengan tim ahli. Karena usaha dan jasa-jasanya, khususnya terkait dengan penciptaan hangeul, Raja Sejong dinobatkan sebagai pahlawan nasional di Korea.  Hangeul pun disebut sebagai penemuan paling signifikan dalam sejarah Korea.

Warga Korea sangat bangga dengan hangeul. Menurut mereka hangeul menunjukkan kreativitas warga negeri gingseng ini selama 500 tahun terakhir peradaban mereka. Bahkan mereka menandai tanggal 9 Oktober sebagai hari untuk memperingati penciptaan hangeul.

Hangeul sebagai serangkaian karakter kreatif dan ilmiah pada awalnya terdiri dari 17 konsonan dan 11 huruf vokal. Namun kini yang dipakai hanya 14 konsonan dan 10 vokal. Lima konsonan utamanya (ㄱ, ㄴ, ㅅ, ㅁ, ㅇ) meniru bentuk bibir dan lidah sehingga dalam pengucapannya menimbulkan suara tertentu dan mencerminkan elemen inti filsafat oriental. Tiga huruf vokal utama (ㆍ, ㅡ, ㅣ) melambangkan langit, bumi dan manusia yang dianggap sebagai asal usul alam semesta.

Huruf konsonan dan vokal  ini dapat membentuk kata-kata dan  12.768 fonem. Huruf Korea juga disebut-sebut mudah dipelajari karena prinsipnya sederhana. Hal ini sesuai dengan keinginan Raja Sejong yang ingin menciptakan sistem penulisan yang dapat dengan mudah diakses dan dipelajari oleh semua orang di Korea. Ia bahkan tidak hanya menciptakan namun juga memperkenalkan alfabet ini ke seluruh bangsa. Itu sebabnya, tingkat buta huruf di Korea hampir nol.

Hangeul telah banyak dipelajari dan dipuji oleh para ahli seluruh dunia. Pada tahun 1989 UNESCO memprakarsai adanya award bernama King Sejong Literacy Prize. Penghargaan ini diberikan kepada individu atau kelompok yang memberikan konstribusi untuk melawan buta huruf.

Hangeul kini tidak hanya menjelma sebagai huruf saja namun sudah menjadi bagian dari budaya dan seni. Baru-baru ini seorang perancang busana bernama Sang Bong Lee menerima banyak pujian karena menggunakan selembar kain bercorak alfabet Korea untuk baju-baju ciptaannya.

Anda juga bisa mempelajari alfabet Korea ini dengan mudah. Tak ada salahnya, liburan panjang di negeri gingseng bisa dimanfaatkan untuk mempelajari hangeul. Salah satu lembaga yang bisa Anda tuju untuk belajar hangeul adalah LABO Korea. Dengan mengikuti Korea Language and Cultural Program, LABO Korea sudah lebih dari 35 tahun berpengalaman dalam mengajar hangeul untuk orang asing. Pusat studi ini berada di Seodaemun-gu, Seoul. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa mengunjungi situs http://www.labo.or.kr/ untuk mengirimkan aplikasi.

Untuk menuju Seodaemun Anda bisa naik subway jalur 3 menuju Dongnimmun Station dan turun melalui pintu exit nomor 5.

credit :: korea.panduanwisata

Belajar Aneka Kebiasaan di Korea

Barangkali banyak diantara kita yang mengetahui tentang Korea dari K- Drama yang kerap kita tonton. Banyak kebiasaan-kebiasaan Korea yang beberapa diantara berseberangan dengan kebiasaan kita di tanah air. Agar tidak mengalami kebingungan berinteraksi dengan mereka saat liburan di Korea, sebaiknya Anda mempelajari bagaimana budaya dan hal-hal yang sering dilakukan penduduk negeri ini.

Beberapa kebiasaan penduduk Korea yang mungkin terlihat aneh bagi Anda adalah suka makan mie langsung dari pancinya. Berbeda dengan kita yang selalu meletakkan seporsi makanan di dalam piring, mereka langsung makan dari panci yang biasanya terbuat dari kuningan. Panci ini konon lebih cepat dingin dibandingkan jenis panci yang lain.
Tidak hanya itu, mereka juga sering makan dengan bunyi “slurps” yang justru sering kita hindari. Itu sebabnya, jika melihat orang Korea sedang makan kesan yang muncul adalah nafsu makannya yang tak pernah habis karena selalu melahap aneka kudapan dengan semangat hingga mulutnya penuh makanan. Hal lain yang berhubungan dengan kebiasaan makan adalah kesukaan orang Korea mengonsumsi bawang putih yang diyakini dapat menetralkan tekanan darah. Mereka juga menanggap aneh makan dengan tangan, lazimnya warga negara penghasil girl band dan boy band ini makan dengan menggunakan sendok atau sumpit yang terbuat dari stainless steel.

Oya, mereka juga sangat menyukai minuman beralkohol naik di kalangan laki-laki maupun perempuan. Minuman ini seringkali digunakan sebagai simbol penghargaan pada teman atau tamu. Hal ini pula yang menyebabkan aktivitas minum bersama sampai mabuk menunjukkan bahwa diantara mereka sudah tidak ada rahasia lagi dan bersahabat. Hal ini pula yang membuat Anda akan sering melihat orang Korea yang sedang menggendong temannya karena mabuk.

Nah, jika di Indonesia memegang kepala dianggap tabu, lain halnya dengan di Korea. Bahkan menurut kebiasaan negeri ini, kebiasaan memukul kepala adalah hal yang lumrah. Anda bisa menyaksikkan kebiasaan ini di adegan-adegan K-drama. Dua orang sahabat atau teman saling memukul kepala atau orang tua memukul kepala anaknya.

 Hal lain yang agak berbeda dengan kebiasaan di Indonesia adalah orang Korea mudah sekali membentak dan memaki bawahannya jika ada kesalahan. Namun begitu, tiap usai kejadian mereka langsung saling meminta maaf dan tidak menyimpan dendam dihati. Kendati tergolong temperamental, warga negeri ginseng khususnya para penjualnya justru sangat ramah. Berapapun banyaknya item barang atau besaran belanja yang kita habiskan mereka selalu mendoakan keselamatan para pembelinya.

Itulah beberapa kebiasaan yang mungkin akan sering Anda lihat selama berlibur ke Korea. Sebaiknya pelajari dulu beberapa budaya dan hal-hal yang berkaitan dengan negeri Korea agar liburan Anda tambah menyenangkan. 

Pelajari juga beberapa destinasi wisata di Korea dan membuat rencana perjalanan. Beberapa tempat yang selalu menjadi jujugan para turis adalah tempat-tempat paling romantis, spot fotografi terbaik dan objek wisata keluarga.

credit :: korea.panduanwisata