Cute Blue Flying Butterfly

ღ SHaRiNG eVeRYTHiNG aBouT KoReaN ღ

✿ 어서 오세요. 저는 당신이 내 블로그를 좋아 바랍니다. 감사합니 ✿
Showing posts with label Seoul. Show all posts
Showing posts with label Seoul. Show all posts

Belanja Murah Meriah di Nangdaemun Market

Bagi sebagian orang, kenikmatan berbelanja di pasar tak tertandingi bahkan jika dibandingkan dengan mall sekalipun. Jika Anda menjadi bagian dari orang-orang yang setuju dengan pendapat ini, mampirlah ke Nangdaemun Market, Seoul yang merupakan pasar tradisional terbesar di Korea Selatan.

Sebagian besar toko yang ada di Namdaemun Market memang mempunyai pabrik sendiri yang memproduksi barang-barang yang kemudian dijual di toko mereka. Pasar ini diklaim menjual barang dengan harga lebih murah daripada tempat lain. Salah satu sebabnya karena mereka melayani pembelian dalam partai besar alias grosir. Walaupun demikian, bagi Anda yang ingin beli eceran tetap akan terlayani. Nah, jika Anda ingin berbelanja pakaian anak-anak seperti t-shirt, baju, sepatu atau kaus kaku dengan harga murah, pasar ini adalah pilihan yang tepat. Begitu juga dengan pakaian wanita. Nangdaemun Market menyediakan pakaian untuk kawula muda maupun orang tua dengan aneka desain. Bagi yang menyukai barang-barang elektronik, pasar juga menyediakannya bahkan dengan merek-merek impor.  Bagi para ibu rumah tangga, Namdaemun Market adalah surga karena mereka bisa memilih aneka peralatan dapur, hingga tembikar atau gerabah. Tidak itu saja, pasar ini juga menyediakan ratusan optik dengan berbagai pilihan kacamata dengan harga murah dan model beragam. Kebanyakan turis yang datang ke Korea Selatan tidak hanya melancong di Seoul saja namun juga ke beberapa destinasi yang lain. Pasar ini juga menyediakan kebutuhan Anda akan peralatan liburan seperti ransel, sepatu gunung, alat memancing, perlengkapan ski dan lain-lain. Nah, hampir tidak ada yang tak ada di pasar ini. Ya, Namdaemun Market menaungi 10.172 toko yang menyediakan aneka barang di lahan seluas 10 hektar. Fantastis.

Uniknya, wisatawan yang berkunjung ke pasar ini tidak semuanya punya tujuan yang sama. Wisatawan Jepang, lebih suka ke Namdaemun Market untuk membeli rumput laut dan ginseng. Sedangkan turis-turis dari China lebih suka belanja pakaian. Beda lagi dengan tingkah laku wisatawan dari barat yang mengunjungi pasar ini semata-mata karena tertarik dengan suasana tradisional yang jarang mereka temui di negara asalnya. Sadar menjadi jujugan wisatawan asing, penjual di Namdaemun Market sudah terlatih untuk berkomunikasi dengan para pelancong dengan menggunakan bahasa Inggris dan Jepang. Itulah mengapa, pasar ini juga menyediakan money changer gelap alias tidak resmi. Berhati-hatilah jika terpaksa harus menukar uang Anda dengan Won di tempat ini agar tidak tertipu.

Namdaemun Market bukanlah pasar baru. Ia sudah ada sejak tahun 1964 dan tetap menjadi pusat grosir terbesar hingga kini. Buka mulai jam 03.00 hingga 23.00 pasar ini selalu penuh sesak  pengunjung dan penjual yang sama-sama membludaknya. Sediakan waktu luang yang cukup banyak agar bisa leluasa memilih barang. Tidak ada salahnya untuk mendaftar dulu keperluan apa yang akan Anda beli agar tidak ada yang kelupaan. Khusus untuk hari Minggu, Namdaemun Market tutup. Untuk mencapai tempat ini, Anda cukup naik subway jalur 4 menuju Hoehyeon Station dan keluar melalui pintu exit nomor 5. Pasar ini juga bisa dicapai dengan bus. Beberapa pilihan tempat belanja murah lainnya di Seoul adalah Myeondong, Dongdaemun Market dan toko-toko di kawasan Sinchon.

Mengenal Distrik-distrik Seni di Seoul

Selain sebagai pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan jantung kehidupan Korea Selatan, Seoul juga menyimpan pesona seni yang cukup kental. Bagi kebanyakan seniman, ketika mereka berbicara tentang pusat seni di Seoul pasti akan segera merujuk pada dua tempat, yaitu Sagan-dong dan Insa-dong (kata dong dalam bahasa Korea berarti bagian dari sebuah kota dengan luas sekitar lima blok).

Sagan-dong terletak di antara dua tempat tinggal kerajaan yaitu Istana Gyoengbok dan Istana Changgyeong. Sepanjang jalan di Sagan-dong dipenuhi dengan galeri-galeri seni dengan berbagai macam hasil karya seni yang dipamerkan dan yang dikerjakan. Tempat ini adalah pusat seni yang paling banyak di sebut orang di Korea.

Tidak jauh dari Sagan-dong, hanya terpisah oleh beberapa ruas jalan yang padat, ada sebuah pusat seni yang lain. Namanya Insa-dong. Seperti halnya Sagan-dong, tempat ini menjadi tempat bagi para seniman untuk menciptakan dan memamerkan karya seninya. Namun bedanya tempat ini lebih banyak memamerkan benda-benda seni tradisional dengan beberapa distrik barang antik.

Selain dua distrik seni yang terkenal tersebut, ada lagi distrik-distrik lain yang mulai berkembang. Sejak pertengahan tahun 1990an, ada dua distrik seni di Seoul bagian selatan yang sedikit demi sedikit memberikan tantangan bagi posisi sentral Sagan-dong dan Insa-dong. Du distrik tersebut adalah Cheongdam-dong dan Sinsa-dong. Kemunculan kedua distrik ini sebagian disebabkan oleh meningkatnya jumlah seniman dan kolektor seni muda di Korea yang mempunyai benda seni kontemporer dan eksperimental yang membutuhkan ruang untuk dipertontonkan ke masyarakat luas. Karena saat itu mereka kesulitan untuk mendobrak tatanan yang sudah mapan di Sagan-dong dan Insa-dong, mereka mencoba mencari ruang kreasi baru yang akan mampu menampung ide-ide muda mereka yang meluap-luap. Dua tempat ini juga mengakomodasi para seniman amatir untuk berani menampilkan hasil karya seni mereka kepada masyarakat dan membiarkan masyarakat yang menilai hasil karya mereka.

Bagi para pencinta seni, sekarang Anda mempunyai lebih banyak pilihan untuk menikmati seni. Di Sagan-dong dan Insa-dong Anda dapat menikmati seni tidak jauh dari pusat kota Seoul. Di sini Anda akan dimanjakan dengan benda-benda seni hasil kreasi para seniman berpengalaman yang ditampilkan di banyak galeri. Ini adalah tempat bertemunya para pencinta seni dengan para pencipta benda-benda seni.

Bagi Anda yang gemar dengan seni yang lebih menggelora dan penuh inovasi baru, Anda dapat mengunjungi Choengdam-dong dan Sinsa-dong. Di sana Anda akan melihat banyak pelaku seni yang mencoba-coba membuat karya seni dengan cara baru, dengan gagasan-gagasan baru yang sering kali keluar dari tatanan baku yang sudah ada.

jadi, bagi Anda yang berminat, silahkan pilih distrik seni yang sesuai dengan kesukaan Anda. Atau, bisa juga Anda melihat-lihat semuanya untuk mengetahui dimana Anda lebih berminat.

credit :: korea.panduanwisata

Belanja, Belanja dan Belanja di Rodeo Street

Sudah ke Sinchon? Jalan-jalan ke I’Park Mall? Atau sudah berjam-jam mengelilingi Myeongdong?. Wisata belanja Anda tetap belum lengkap jika belum ke Rodeo Street, Gangnam, Seoul Korea Selatan. Ya, Rodeo Street adalah tempat belanja yang sangat sayang untuk dilewatkan, apalagi di sekitar kawasan ini dipenuhi salon kecantikan dan restoran mewah.

Banyak yang menganggap jika Rodeo Street adalah pusat fashion nomor 1 di Korea Selatan. Ada sejak tahun 90an, dulunya kawasan ini hanya menjadi tempat nongkrong warga kelas atas yang hobi mengenakan pakaian mewah dan mengendarai mobil impor. Kini, Rodeo Street sudah menjelma menjadi kawasan tren fashion bagi semua kawula muda Korea. Di sepanjang jalan ini dipenuhi dengan toko-toko trendi yang menjual barang dari merek terkenal. Seperti sepatu, pakaian, asesoris dan banyak lagi. Toko-toko yang berderet ini memanjakan pembeli tidak hanya dengan barang-barang high class namun interior toko yang menarik sehingga membuat pembeli makin nyaman.

Salah satu toko pakaian ternama di kawasan ini adalah Galleria Departemen Store yang menyediakan berbagai fashion item dari merek-merek terkenal seperti Prada, Balli, Giogio Armani, Ferragamo, Gucci dan Versace. Setiap toko mempunyai harga yang bervariasi sehingga jika Anda telaten dan memasuki toko ini satu per satu, kita dapat membandingkan harganya dan mencari yang paling murah. Jika kocek Anda tak cukup tebal, datanglah ke Rodeo Street pada periode bulan Januari, April, Juli, Oktober dan Desember, dimana  hampir semua toko mematok diskon 20-30 persen untuk setiap item. Solusi lainnya adalah dengan mengunjungi toko yang menjual barang secondhand yang juga banyak terdapat di Rodeo Street. Misalnya toko O’ore yang rutin memasok barang-barang bekas dari Italia dan dijual dengan harga diskon hingga 70 persen. Sementara itu, ada juga toko-toko yang menyediakan barang murah. Misalnya pakaian dengan harga 50.000 – 100.000 Won. Dengan desain yang unik dan kualitas baik, toko-toko seperti ini banyak digandrungi muda-mudi Korea, termasuk para wisatawan asingnya. Bagi penyuka barang-barang imitasi merek terkenal, jangan khawatir beberapa sudut toko di Rodeo Street juga menyediakannya.

Beberapa toko lain yang juga layak Anda kunjungi adalah Boy+Supermarket dan Shilloh yang menjual berbagai barang dengan merek impor. Olive They City, toko yang menyediakan pakaian-pakain vintage khas remaja Jepang dan N Trend Project, toko yang khusus menjual tas dan sepatu. Bagi penyuka barang-barang untuk perawatan badan dan kecantikan, Anda bisa mengunjungi Burt’s Bees Apgujeong Store. Lengkap bukan?.

Lelah berbelanja, Anda bisa menyantap sajian-sajian khas Korea di restoran yang tersebar di kawasan ini. Ada cafe dengan memadukan konsep jazz, restoran spesial masakan Italia dan lain-lain. Jika beruntung Anda akan bertemu dengan artis-artis Korea yang kerap kongkow di pub, cafe dan restoran. Tidak itu saja bisnis salon juga sangat berkembang. Salon-salon ini melayani bedah plastik dan perawatan kecantikan.

Bagi wisatawan mancanegara yang ingin mengabadikan acara jalan-jalan ke Rodeo Street, sebaiknya Anda berpose dengan latar belakang gerbang Rode Street yang indah kala malam hari. Hingar bingar kehidupan malam di kawasan ini akan terekam di kamera Anda. Bukti bahwa pernah menjadi “muda-mudi Korea” dalam sehari. Oya, biasanya di Rodeo Street juga digelar berbagai festival seperti festival film, peragaan busana, festival tari ataupun kontes kecantikan.

Beberapa tips berbelanja di Rodeo Street adalah pintar-pintarlah menawar di toko-toko yang memang tidak mematok harga tetap. Jika pintar menawar, bukan tidak mungkin barang Anda berharga 10 persen lebih murah. Selama festival budaya di jalan ini, toko-toko memberikan diskon khusus kepada pelanggan. Nah, jika Anda tidak begitu suka keramaian, hindarilah berbelanja pada akhir pekan. Untuk membeli barang mewah, cobalah berbelanja di periode-periode tertentu karena kemungkinan toko tersebut memberikan diskon.

Seiring dengan makin berkembangnya kawasan ini beberapa gedung bioskop pindah ke Rodeo Street. Setelah dibukanya Multi-Plex Cine-City, beberapa bioskop lain yang kini ada di kawasan ini adalah Cinehouse, Cineplus dan Nanta Theater.

Untuk sampai ke Rodeo Street Anda cukup naik subway jalur 3 menuju Apgujeong Station dan keluar melalui pintu exit 2. Nah, jika berbelanja seharian di Rodeo Street belum cukup, sebaiknya Anda menginap di kawasan Gangnam agar perburuan barang-barang bermerk bisa diteruskan esok hari.

credit :: korea.panduanwisata

Hello Kitty Cafe, Kafe Serba Kucing dan Pink

Menyantap hidangan di tengah interior kafe yang unik tentu sangat menarik. Bagi penyuka tokoh kartun Hello Kitty, datangkan ke Hello Kitty Cafe di Seoul. Anda akan terpana, karena seluruh ruangan penuh dengan ornamen Hello Kitty termasuk bentuk makanannya.

Hello Kitty adalah boneka yang diciptakan oleh perancang dari Sanrio yang bernama Shimizu Ikuko pada tahun 1974. Seiring dengan makin populernya Hello Kitty, maka ragam asesoris Kitty ini juga berbeda-beda setiap musimnya. Misalnya, jika berbarengan dengan musim masuk sekolah, maka kita akan melihat Hello Kitty dalam bentuk tas, alat tulis, botol minum dan kotak makan. Kini, hampir semua asesoris bisa bernuansa karakter Hello Kitty, tak terkecuali sebuah kafe sekalipun.

Ada dua Hello Kitty Cafe di Seoul yakni di Hongdae dan Sinchon. Hello Kitty Cafe yang berada di Hongdae tepatnya di area Hongking University ini cukup menarik. Nuansa Hello Kitty dengan warna pink sudah terlihat sejak kita berada di area depan. Begitu kita masuk ke dalam, jangan kaget karena semuanya benar-benar total bernuansa kartun asal Jepang ini. Semua pelayan menggunakan seragam berwarna pink, set meja dan kursi juga bernuansa warna yang sama. Jendela antar ruangan satu dengan ruangan lainnya berbentuk kepala Hello Kitty. Desain serba Hello Kitty juga dipakai untuk membentuk aneka makanan yang disediakan. Anda bisa menikmati beragam kue, sandwich, kopi, tiramisu, yoghurt dan kudapan lainnya yang rasanya lezat dan tentu saja dibentuk sesuai dengan karakter Hello Kitty. Uniknya, semua kudapan itu diletakkan dalam sebuah etalase kaca sehingga Anda bisa dengan mudah memilih. Interior yang sama masih tetap kental terasa saat kita naik ke lantai dua. Dengan furniture dari kayu, sang pemilik benar-benar tidak mau meninggalkan satu sudut pun tanpa sentuhan Hello Kitty. Bahkan hingga ke area toilet wanita dan pria pun masih bernuansa yang sama. Oya, bagi kolektor Hello Kitty, Anda bisa membeli beberapa cenderamata yang  juga dijual di cafe ini. Untuk mencapai tempat ini, Anda cukup menumpang subway dan keluar melalui pintu 5 Hongdae Station lalu berjalanlah lurus hingga persimpangan dan belok kiri. Di persimpangan kedua, berbelolaklah ke kanan, dari kejauhan Anda bisa bisa melihat Hello Kitty Cafe ini.

Sementara itu, nuansa Hello Kitty Cafe di Sinchon pun tak kalah dengan Hongdae. Walaupun sama-sama menggunakan tema Hello Kitty, namun nuansa kafe ini cenderung lebih soft. Desain interiornya didominasi warna merah muda yang lebih lembut. Dari depan Anda akan melewati pintu kayu dengan berbagai hiasan Hello Kitty. Begitu masuk ke dalam, boneka-boneka kucing ini sangat mendominasi pengaturan ruangan. Di salah satu sudut ruangan, Anda akan melihat papan yang ditempeli poster ukuran medium yang menggambarkan perjalanan Hello Kitty dari tahun ke tahun. Tidak itu saja, kafe ini juga menyiapkan etalase yang berisikan berbagai asesoris Hello Kitty seperti kalung , cincin, gelang dan gantungan kunci dengan berbagai macam model. Jika Anda memesan makanan, Anda juga akan disuguhi racikan yang berbentuk kepala kucing ini. Anda mungkin memerlukan waktu sekian menit untuk melihat dan merasa tidak tega memotong lapis demi lapis “kepala kucing” tersebut. Untuk mencapai Hello Kitty Cafe di Sinchon, Anda harus menumpang subway jalur 2 menuju Sinchon Station dan keluar melalui pintu 3. Selain Hello Kitty Cafe, Sinchon juga menawarkan kegembiraan lain yakni kawasan belanja yang terletak di sekitar kompleks kampus Yonsei, Sogang dan Ewha Woman University. Di sini Anda bisa sepuasnya belanja dan menikmati kehidupan malam para kawula muda.

credit :: korea.panduanwisata

Berbelanja Fashion Kelas Dunia di Pasar Dongdaemun, Seoul

Jogja punya Pasar Bringharjo, Solo punya Pasar Klewer, Jakarta punya Pasar Tanah Abang, Seoul juga punya pasar yang serupa, yaitu Pasar Dongdaemun. Namun, pasar ini jauh lebih maju dari yang ada di Indonesia. Mau tau seperti apa keunggulan pasar ini?

Dongdaemun mempunyai berbagai macam pilihan bagi Anda yang suka fashion. Disini Anda dapat menemukan kain tenun, bahan kain, aksesoris, dan pernak-pernik pernikahan. Fashion terbaru, bersama dengan tenunan terbarunya sering diluncurkan di pasar ini. Tidak mengherankan jika pasar ini menjadi rumah bagi suplier-suplier pakainan terbesar di Korea, dan juga memberi inspirasi bagi para desainer untuk datang ke sini untuk mengasah dan menguji kemampuan mereka.

Pasar Dongdaemun menjadi seperti sekarang ini dari cikal bakalnya dulu yang juga berupa pasar tradisional pada tahun 1905. Pada tahun 1970an pasar ini mengalami transformasi besar-besaran dan mulai membangun dirinya sebagai pusat industry tekstil di Korea, baik untuk grosir maupun untuk retail. Dengan transformasi ini, pasar ini memberikan kontribusi yang luar biasa bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan saat itu. Seiring berjalannya waktu, dibangun mega bangunan perbelanjaan di area ini, dan pasar ini terlahir sebagai fashion street yang paling terkenal di Korea.

Dengan harga yang murah dan variasi pakaian yang sangat banyak, orang-orang  baik grosir maupun individu, baik ahli mode maupun orang kebanyakan,  mengunjungi tempat ini untuk memanjakan diri mereka akan kebutuhan dalam gaya berpakaian. Para pedagang grosir dari berbagai penjuru negeri mengunjungi pasar ini pada malam hari, membuat pemandangan yang khas metropolitan di Seoul pada malam hari.

Pasar ini merupakan perpaduan antara pasar tradisional dan pasar modern. Beberapa toko masih mempertahankan bangunan tua mereka, menjual bahan pakaian, membuat kerajinan dari pakaian, dan memprosesnya. Di tempat ini juga berdiri beberapa pusat perbelanjaan, seperti Cerestar, Migliore, Designer’s Club dan Doosan Tower yang bermunculan pada tahun 1990an. Tempat-tempat ini menarik banyak anak muda untuk datang dengan banyak pertunjukan musik dan pertunjukan panggung lainnya pada malam hari. Berbagai macam peragaan busana dan festival busana diselenggarakan di sini di sepanjang tahun.

Meskipun tempat ini banyak dikunjungi oleh para pedagang grosiran, namu para pedagang masih melayani mereka yang membeli secara eceran. Hal itu sangat dimaklumi karena di sini banyak sekali para wisatawan dari berbagai belahan dunia yang datang untuk membeli kain, pakaian, pernak-pernik yang dapat dibuat langsung di toko sesuai dengan pesanan mereka. Berbagai macam mata uang bertukar di tempat ini. Tidak mengherakan apabila tempat ini menyumbang banyak bagi pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan.

Apabila Anda ingin mengunjungi tempat ini, tempat ini berada di depan pintu keluar nomor 14 di stasiun kereta bawah tanah Taman Sejarah dan Budaya Dongdaemun.

credit :: korea.panduanwisata

Menikmati Atraksi Air Mancur di Banpo Bridge

Ada kalanya, kesempatan libur panjang di Korea, khususnya Seoul tidak selalu Anda manfaatkan untuk jalan-jalan. Jika memang sudah puas berbelanja dan mengujungi beberapa sudut Seoul, mungkin ada baiknya Anda manfatkan waktu luang untuk melihat keindahan air mancur di Banpo Brigde.

Banpo Bridge adalah jembatan yang menghubungkan Seocho dan Yungsan, membelah sungai Han di pusat Kota Seoul. Yang menarik samping kanan dan kiri jembatan nan kokoh ini memancarkan air yang juga bersumber dari Sungai Han. Oleh pemerintah setempat, air mancur ini diperindah dengan cahaya warna-warni LED. Sehingga jika dari kejauhan Anda melihatnya, air mancur itu akan memancarkan beraneka warna, seperti merah, kuning dan biru. Ada sekitar 190 ton air yang berhasil dipancarkan air mancur melalui 9.380 lubang dalam setiap menitnya di sepanjang sisi kanan dan kiri jembatan.  Memesona bukan ?

Oleh Guinness Book of Record, air mancur di Banpo Brigde ini dinobatkan sebagai air mancur terpanjang di dunia. Tidak salah jika, banyak orang mengagumi jembatan ini. Pertama, jembatan ini berada di atas jembatan lain yakni Jembatan Jamsu. Kedua, air yang dipancarkan itu tidak hanya berfungsi sebagai keindahan namun juga sebagai upaya daur ulang air Sungai Han. Tak heran jika Banpo Brigde sering disebut sebagai karya teknologi, daya tarik wisata serta bukti bahwa pemerintah Seoul berdedikasi pada lingkungan.

Dengan segala keunikannya itu, Banpo Brigde pun terkenal di seantero Korea bahkan dunia. Nah, karena keindahannya inilah maka jembatan ini sering digunakan untuk syuting video klip dan drama serta film Korea seperti Super Junior dan serial Boys Before Flower.

Nah jika Anda, ingin menyaksikan keindahan Banpo Brigde di malam hari, Anda bisa melihatnya dari Taman Sungai Han atau sering disebut “Han-Gan Park”. Taman yang cukup luas ini oleh muda-mudi Korea sering dimanfaatkan untuk tempat nongkrong dan sekedar ngobrol dengan teman serta kerabat. Anda bisa menghabiskan sisa malam di Han-Gan Park. Di pagi hari Han-Gan park biasa dipakai untuk jogging dan bersepeda.

Untuk menuju Banpo Bridge atau Han-Gan Park Anda cukup menumpang bus melalui Express Bus Terminal line 3 atau 7 dan keluar melalui line 8 atau 9.

credit :: korea.panduanwisata

Sungai Cheonggyecheon, Menenangkan Gemerlap Seoul

Di berbagai dunia, sungai seringkali menjadi pusat peradaban. Tidak itu saja, keberadaan sungai di tengah-tengah kota selalu memberikan nuansa lain. Tidak hanya kegembiraan namun juga keakraban. Sungai kemudian menjelma menjadi pusat kegiatan masyarakat, baik yang bersifat ritual agama maupun budaya.

Nama sungai Cheonggyecheon yang terletak di Seoul ini mungkin tidak mudah dilafalkan, namun keberadaannya berhasil memberikan nuansa lain untuk penduduk kota terbesar di Korea Selatan tersebut. Anda akan banyak menemukan keasyikan di sungai sepanjang 6 km ini.

Sungai yang konon dulu  kotor dan kumuh ini, oleh pemerintah disulap menjadi sudut yang menenangkan warga. Tidak sekedar sungai, karena kanan kirinya dibangun khusus untuk para pejalan kaki seperti layaknya trotoar mini. Jadilah sungai yang berada di jantung kota Seoul itu sinergis dengan lingkungan sekitar. Dari pagi hingga malam, sungai Cheonggyecheon banyak dikunjungi warga juga wisatawan mancanegara. Kafe pun bertebaran di tepi sungai. Jadi apakah Anda sekedar ingin berjalan-jalan, atau bersenda gurau sambil mencicipi makanan ringan? Semuanya bisa Anda dapatkan disini.

Tidak hanya itu, beberapa festival rutin kota Seoul juga diadakan di sungai indah ini. Sebutlah festival lampion dan lentera yang selalu ditunggu-tunggu oleh warga setempat dan wisatawan. Warga dengan sukarela membuat aneka kreasi lentera yang indah dengan berbagai bentuk dan warna. Bentuk lentera biasanya merefleksikan legenda atau dongeng yang hidup di Korea.  Jadi Anda bisa bayangkan ditengah gemerlap kota dan gedung pencakar langit Seoul, lalu di sepanjang 1,3 km berjajar lentera aneka rupa. Keindahan yang pasti akan diburu oleh siapapun yang menyukai budaya dan keindahan berpadu sekaligus. Tahun lalu, festival lentera dihelat pada bulan November selama 2 minggu.

Lantas bagaimana jika Anda kebetulan sedang bepergian ke Seoul pada saat festival lentera tidak dihelat ? jangan lantas tak mengunjungi sungai Cheonggyecheon, karena di hari-hari biasa pengunjung akan disuguhi atraksi Candlelight Fountain yakni air terjun setinggi 4 meter yang bergerak-gerak dengan irama ritmis dan warna cahaya yang berubah-ubah. Tidak itu saja, wisatawan juga bisa memanfaatkan beberapa sudut sungai yang mempunyai background menarik sehingga sangat layak untuk dijadikan latar belakang berfoto. Bahkan film Jeon Woo Chi yang dibintangi aktor Kang Dong Won dan Im Soo Jeong juga mengambil beberapa scene di tempat ini.

Kini, apakah Anda ingin menikmati wisata di sungai Cheonggyecheon ? mudah saja, sungai ini berada di pusat kota Seoul. Antara Bandara Internasional Incheon dengan pusat kota Seoul dihubungkan dengan Incheon International Airport Railroad.

credit :: korea.panduanwisata

One Stop Shopping di I’Park Mall Seoul

Korea Selatan tak henti-hentinya menyuguhkan surga belanja kepada wisatawannya. Setelah puas membelanjakan uang Anda di Sinchon, Myeongdong atau berburu barang seni di Insa-Dong, kini kita lagi-lagi bisa memuaskan hasrat belanja dengan datang ke pusat perbelanjaan baru di Seoul yakni I’Park Mall.

I’Park Mall tidak hanya lengkap dan dipenuhi barang-barang bermerk, namun juga karena aksesnya yang sangat mudah membuat mall ini banyak dikunjungi masyarakat Seoul. I’Park Mall terletak di Yongsan, pusat Kota Seoul Korea Selatan. Bagi Anda yang tidak familiar dengan kawasan ini, tak perlu khawatir karena I’Park Mall terhubung langsung dengan Yongsan Station. Yongsan Station adalah stasiun utama yang melayani pemberangkatan menuju kota-kota di bagian barat daya Seoul. Jadi Anda tinggal naik melalui jalur 1, dan sampailan ke pusat perbelanjaan kebanggaan warga Seoul ini.

I’Park mall adalah kompleks perbelanjaan yang didalamnya terbagi menjadi 3 kawasan berbeda. Bagian pertama adalah Departemen Store yang dibagi lagi dalam 3 bagian yakni Living Hall, Culture Hall dan Fashion Hall. Bagian kedua adalah Digital Shopping Center dan yang terakhir adalah The Even Park. Mall ini juga menyediakan pusat kebudayaan, bioskop, pusat olahraga, mini golf dan supermarket. Kini Anda paham bukan mengapa I’Park Mall sering disebut sebagai kompleks one stop shopping. Semuanya Anda dapatkan disini tanpa memerlukan area belanja di tempat lain. Bahkan pengunjung juga bisa menghabiskan waktu mereka dengan melihat event hiburan lain seperti fashion show dan festival. Bagi penyuka buku dan pecandu game, I’Park Mall menyediakan toko buku besar dan area bermain video games. Menyenangkan!

Sebagai salah satu pusat pergaulan kalangan muda, I’Park Mall dilengkapi dengan fasilitas-faslitas canggih. Luangkan waktu untuk menonton film di bioskop mall ini dan Anda tidak akan kecewa. Mereka mempunyai 3D dan 4D IMAX movie theater dengan 11 layar yang siap memanjakan mata Anda lewat sajian film-film yang sedang diputar.

Mall ini juga menjadi destinasi wisata kuliner yang menarik. Bayangkan ada 100 restoran, food court, kafe dan bar yang akan memanjakan perut dan lidah Anda. Tak heran jika I’Park Mall juga menjadi meeting point bagi eksekutif muda, remaja dan wisatawan domestik maupun mancanegara. Beberapa dari mereka tidak hanya nongkrong di dalam mall, namun juga memanfaatkan selasar luar mall untuk sekedar cuci mata dan hangout dengan rekan sebaya. Jika tertarik berbelanja di I’Park Mall Anda bisa memulainya pada pukul 10.00 hingga pukul 20.00.

Uniknya lagi, pengelola setempat cukup paham bahwa mall yang besar dan luas ini tentu akan membingungkan orang khususnya wisatawan asing yang belum pernah berlanja di sini. Mereka pun menyediakan paket “Wisata Mall” yang memungkinkan Anda melakukan tur mengelilingi mall sehingga dapat menikmati pengalaman belanja dengan lebih mudah. Dalam Wisata Mall ini Anda akan didampingi seorang guide yang akan memandu Anda untuk mengunjungi mall mulai The Event Park, Departemen Store, The Cultural Center, The Living Hall, The Digital Shopping Center, The Culture Hall lalu diakhiri di CGV Movie Theater. Jika berminat untuk mengikuti tur ini, Anda harus membuat reservasi terlebih dahulu baik melalui online maupun datang langsung ke meja reservasi 3 hari sebelumnya. Tur akan dimulai pada pukul 15.00 pada hari Sabtu dengan durasi waktu selama 1 jam.

credit :: korea.panduanwisata

Seodaemun Prison History Hall, Penjara yang Menjadi Objek Wisata

Di Korea Selatan semua hal bisa menjadi destinasi wisata dan menarik turis domestik serta asing. Kuil, masjid, pantai, taman nasional, hutan kota bahkan sungai. Jika semua sudah dikunjungi, sisakan waktu Anda untuk datang ke Seodaemun Prison History Hall. Kompleks ini memperlihatkan bagaimana suasana penjara saat pendudukan Jepang pada tahun 1901 – 1945.

Penjara yang dibangun oleh Jepang pada tahun 1907 dan selesai pada 21 Oktober 1908 ini awalnya bernama Gyeongseong Gamok. Berganti nama menjadi Seodaemun Gamok pada September 1912 dan berubah lagi menjadi Seodaemun Hyeoungmuso pada 5 Mei 1923. Nama ini berubah lagi menjadi Seoul Hyeoungmuso pada tahun 1945. Enam belas tahun kemudian tepatnya pada 23 Desember 1961, tempat ini menjadi Seoul Gyudoso dan berubah pada 1967 menjadi Seouk Guchiso. Di bulan November di tahun yang sama Seouk Guchiso pindah ke Provinsi Gyoenggi. Pada 1998 hingga sekarang  nama kawasan penjara ini menjadi Seodaemun Prison History Hall. Sejak tahun 1995, beberapa bagian bangunan Seodaemun direnovasi dan difungsikan sebagai situs sejarah nasional untuk menghormati pada pahlawan Korea yang berani mengabdikan hidup mereka melawan Jepang. Dengan dibangunnya museum ini, pemerintah berharap generasi selanjutnya dapat mewarisi semangat mulia para pejuang yang sudah mengorbankan dirinya demi kemerdekaan.  Menurut sejarah Korea modern, tempat ini menjadi saksi kesadisan tentara Jepang yang memenjarakan dan menyiksa pejuang Korea. Banyak diantara merea yang meninggal karena perlakuan brutal penjajah saat itu.

Saat mengunjungi Seodaemun Prison History Museum, Anda akan disuguhi 7 sel tahanan, ruang pameran sejarah, ruang eksekusi, menara pengintai, dan penjara yang terletak di basemen. Di tempat inilah Yu Gwan-su, seorang tokoh sejarah selama perang kemerdekaan meninggal. Lantai satu dinamakan sebagai “A Place of Reverence”. Kita bisa mempelajari penjara ini melalui grafis yang sistematis. Terdapat layar besar yang akan menunjukkan latar belakang didirikannya penjara dan sejarah pada masa itu. Ruang yang kedua adalah “The Material Room” yang menunjukkan kepada kita tentang sejarah Korea. Di lantai dua atau yang disebut sebagai “A Place of History” kita bisa mengunjungi beberapa ruangan yakni National Resistence Room, Prison History Room dan In Prison Life Room. Beberapa ruangan di museum ini mencoba memperlihatkan kembali adegan penyiksaan yang dulu dilakukan tentara Jepang dengan sangat nyata. Tidak itu saja, pengelola museum juga meletakkan patung-patung yang seakan-akan merefleksikan masing-masing pelaku saat itu baik dari pihak penjajah Jepang maupun tahanan yang disiksa.

Perpaduan antara teknologi dan bangunan yang merupakan bangunan asli penjara seakan-akan membuat pengunjung merasakan sendiri kesadisan masa itu. Lihat saja sel-sel sempit yang dibangun untuk melakukan penyiksaan fisik dan psikologi serta menjatuhkan mental para tahanan. Sel-sel itu tanpa dilengkapi listrik dan toilet. Pada masa-masa tertentu, khususnya saat jumlah tahanan meningkat, sel-sel yang seharusnya hanya dihuni 1 orang ini kapasitasnya bertambah menjadi 7 hingga 9 tahanan. Ruang tahanan yang terbatas ini tidak memungkinkan para tahanan untuk berbaring dan tidur di malam hari. Sehingga, pada masa itu para pejuang Korea ini membagi tahanan dalam 1 sel itu untuk bergantian tidur dan terjaga. Tidak itu saja, jumlah makanan juga dikurangi, sehingaa banyak tahanan yang mati kelaparan. Tidak hanya pejuang pria yang merasakan siksaan ini. Di gedung yang terpisah, Anda akan menyaksikan sel-sel bawah tanah yang digunakan untuk memenjarakan aktivis perempuan yang terlibat dalam gerakan kemerdekaan nasional. Sel dengan tinggi kurang dari 1,48 meter tersebut tidak memungkinkan para tahanan wanita berdiri. Ru Gwan-sun, seorang aktivis berusia 18 tahun meninggal di tempat ini karena penyiksaan dan kelaparan.

Konstruksi penjara masih apik dengan desain bangunan luar yang menawan membuat tempat ini menjadi pilihan jika ingin merasakan suasana liburan yang lain daripada biasanya. Jadi, jangan heran jika Anda akan melihat serombongan kakek-kakek warga setempat yang dengan santai membaca koran atau majalah sambil saling bercengkerama di depan penjara bawah tanah yang digunakan untuk tahanan wanita. Nah, tak jauh dari Seodaemun Prison History Hall Anda dapat mengunjungi beberapa titik yang masih berkaitan dengan sejarah Korea yakni Independence Hall, The Patriotic Martyr Monument dan The March 1st Decalaration of Independence Monument.

Bagi Anda yang tertarik dengan sejarah Korea modern bisa mengunjungi museum ini dari jam 09.30 hingga 18.00 di bulan Maret hingga Oktober dan pukul 09.30 sampai 17.00 untuk bulan November – Februari. Tiap wisatawan harus membayar tiket seharga 1.500 won untuk dewasa, 1000 won untuk remaja dan 500 won untuk anak-anak. Untuk mencapai museum yang terletak di Seodaemun-gu, Seoul, Korea Selatan ini Anda bisa naik subway jalur 3 menuju Dongnimmun Station dan turun di  pintu exit nomor 5.

credit :: korea.panduanwisata

Menjadi Presiden Sehari di Cheong Wa Dae

Ingin merasakan menjadi Presiden Korea Selatan? Berkunjunglah ke Cheong Wa Dae.


Cheong Wa Dae adalah kantor kepresidenan sekaligus juga kediaman resmi presiden. Dari tempat inilah, presiden mengendalikan negara dan menjamu tamu kehormatan dari bangsa lain.

Cheong Wa Dae dalam bahasa Inggris berarti “Blue House”. Ya, sesuai dengan namanya, genting bangungan ini berwarna biru yang dibentuk dari 150 ribu genting, sehingga dari kejauhan warna inilah yang tampak paling menonjol. Cheong Wa Dae berada di utara , tepatnya di kota Seoul. Cheong Wa Dae terdiri dari the main office, guest house (yeongbingwan), spring and autumn pavilion (chungchugwan), green grass (nokjiwon), rose of sharon (the mugunghwa valley), the seven palaces. Daya tarik Cheong Wa Dae adalah bangunanya yang indah serta arsitektur tradisional Korea yang mendominasi. Disini Anda akan melihat ruang chungchugwan dimana presiden biasanya melakukan konferensi pers. Ruangan ini dekat dengan sebuah lapangan terbuka dengan beberapa helipad. Chungchugwan mempunyai atap dari genteng tanah yang unik. Di sisi kiri dari main office, kita akan melihat yeongbingwan yang biasa digunakan untuk menggelar acara resmi seperti menerima perwakilan dari negara sahabat. Ruangan ini sangat mewah dengan 18 pilar penyangga. Sayangnya, Anda tidak boleh mengabadikan tempat ini.

Melangkah ke area lainnya, Anda akan melihat nokjiwon yakni tempat yang ditanami pohon-pohon. Setiap pohon merupakan tanda terhadap sebuah peristiwa penting atau peringatan. Yang paling terkenal di nokjiwon adalah pohon yang sudah berusia lebih dari 310 tahun. Selanjutnya adalah mugunghwa. Mugunghwa adalah taman yang dihiasi bunga berwarna-warni, air mancur dan patung phoenix. Jika Anda mengunjugi istana kepresidenan ini pada bulan Juli dan Oktober, Anda akan melihat bunga-bungan bermekaran menambah indahnya suasana. Presiden juga kerap mengumpulkan semua cinderamata yang ia peroleh setiap melawat ke luar negeri maupun saat menerima tamu kenegaraan.  Cinderamata tersebut disimpan di hyoja-dong sarangbang.

Setelah puas melihat interior istana, Anda juga akan dimanjakan dengan fasilitas lainnya di luar Blue House. Yang tak boleh Anda lewatkan adalah Sarangche Cheong Wa Dae yakni museum presiden yang memuat tetnang sejarah masa lalu Korea serta kondisi negara saat ini dan harapan di masa mendatang. Museum ini dibuka sejak 5 Januari 2010 dan terdiri dari 2 lantai pameran. Uniknya, museum ini dirancang sangat ramah lingkungan dengan lebih banyak memanfaatkan penggunaan energi matahari dan panas bumi. Di museum ini ada 5 ruang pameran, toko souvenir dan sebuah restoran kecil. Lantai dasar museum dibagi menjadi 2 ruangan. Ruangan The Republic of Korea Hall menunjukkan kepada pengunjung tentang Korea, beberapa tokoh yang paling terkenal dalam sejarah Korea termasuk juga tentang budaya Korea. Seperti tentang makanan, pakaian, arsitektur dan musik. Ruangan kedua yakni The “Hi Seoul Hall” memberikan informasi tentang tempat bersejarah di Korea dan titik-titik yang populer di Seoul.

Lantai kedua dari Sarangchae terdiri dari 4 ruang pameran. Berisi hal-hal yang berhubungan dengan posisi Korea Selatan di dunia internasional, termasuk menampilkan ruang tiruan G-20, dimana Korea menjadi salah satu negara anggotanya. Kita juga bisa mendapatkan keterangan tentang beberapa kebijakan presiden Korea serta miniatur istana kepresidenan. Jika sudah puas melihat berbagai pameran tentang sejarah Korea, Anda bisa membeli souvenir di lobby untuk oleh-oleh sanak saudara di rumah. Di toko souvernir ini menyediakan barang-barang yang berhubungan dengan Seoul dan Korea Selatan termasuk kartu pos dan buku.

Lingkungan sekeliling istana ini sangat indah. Selain bisa mengunjungi Istana Gyeongbokgung yang sangat tradisional, kita juga bisa menengok Hyundai Galeri, Galeri Geumho dan beberapa galeri serta kafe lainnya. Oya disekitar kawasan ini juga ada Samcheong Park.

Agar dapat melihat-lihat dari dekat kediaman presiden ini, kita bisa melakukan reservasi 10 hari sebelumnya melalui email ke tour@president.go.kr maupun surat biasa. Pastikan di reservasi, Anda sudah menuliskan data-data penting seprti pilihan tanggal dan waktu yang dipilih untuk berkunjung, nama lengkap, tangggal lahir, kebangsaan, nomor pasport, dan informasi kontak yang bisa dihubungi.  Tur istana kepresidenan dibuka tiap Selasa hingga Sabtu dengan tiga sesi kunjungan yakni pukul 10.00, 11.00, 14.00 dan 15.00.

Jika berniat mengunjungi Cheong Wa Dae, Anda harus menuruti beberapa peraturan yang sudah ditetapkan, misalnya tentang larangan mengambil gambar. Hanya beberapa ruang saja yang boleh diabadikan, selebihnya Anda hanya diizinkan melihat saja. Jika nekat mengeluarkan kamera di area terlarang, petugas tidak akan ragu untuk merampasnya. Namun jangan khawatir, Anda tetap diperbolehkan untuk berfoto di depan istana. Dengan latar belakang blue house, rasa-rasanya semua orang akan percaya jika Anda memang benar-benar pernah mengunjungi istana kepresidenan bukan?. Agar dapat mendapai tempat ini, Anda bisa naik subway jalur 1 dan 2 menuju City Hall Station dan keluar melalui pintu exit nomor 7.  Dari City Hall Station, Anda harus meneruskan perjalanan dengan naik bus, turun tepat di depan city hall.

Beberapa destinasi wisata lain yang bisa Anda kunjungi selama di Seoul adalah Seoul Forest dan berbelanja di I’Park Mall.

credit :: korea.panduanwisata

Larut Dalam Kemeriahan Seoul di Hi Seoul Festival

Anda ingin merasakan kemeriahan Seoul dalam beberapa hari? Datanglah saat “Hi Seoul Festival” digelar. Anda akan melihat betapa kota ini sangat meriah. Parade, pertunjukan drama, pameran makanan, upacara adat, dan pertunjukkan lampu digelar sekaligus di beberapa sudut kota. Sebuah festival yang diperuntukkan bagi siapapun yang tengah berada di Seoul, Korea Selatan. Festival yang dimulai sejak tahun 2003 ini, dihelat pada musim semi yang jatuh antara bulan Mei dan April

Seoul dengan penduduk sekitar 10 juta jiwa ini, merupakan kota besar yang dikenal dunia. Hi Seoul Festival ini membuat kepopuleran Seoul semakin melambung. Menjulukinya dengan sebutan “Seoul Special City”, Seoul seolah-olah sedang memanjakan siapapun untuk menikmati budaya dan kesenian Korea Selatan. Tidak itu saja, pagelaran seni dari budaya barat juga turut memeriahkan festival nan megah ini. Sedikitnya ada 50 negara yang ikut ambil bagian dalam parade budaya ini. Hi Seoul Festival menggambarkan kehidupan yang dinamis, sejarah, keragaman budaya dari berbagai negara. Di dalam Hi Seoul Festival, Anda juga bisa melihat Hi Seoul Food Festival dan Seoul Magic Festival. Pengunjung bebas menentukan, pameran mana yang ingin ia lihat.

Selama Hi Seoul Festival, kota Seoul akan selalu dihiasi lampu dan perayaan. Pusat kota adalah tempat utama festival ini digelar. Beberapa titik yang biasanya ramai adalah kawasan sekitar Cheong Wa Dae, Sinchon, Insa-dong, Hingdae, dan jalanan disepanjang Daehangno. Beberapa parade yang sangat menarik adalah kompetisi hewan peliharaan, pertunjukan tradisional Jepang, pertunjukan melawan banteng, parade Jongmyo Jerye, dan barongsai. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati kontes tari serta pertunjukkan perkusi khas Korea. Seni-seni tradisional Korea lain yang biasanya menjadi pengisi Hi Seoul Festival adalah Namsadangpae, Salpuri, Nongak dan Hangul Calligraphy.

Oya, karena Hi Seoul Festival biasanya digelar serentak di beberapa titik sekaligus selama beberapa hari, sebaiknya Anda sudah mempunyai list acara apa saja yang akan dihelat. Hal ini memudahkan Anda untuk memilih pegelaran apa yang akan disaksikan. Jangan lewatkan acara-acara pada malam hari karena akan ada permainan kembang api yang spekatakuler. Anda tidak akan dipungut biaya apapun untuk melihat semua rangkaian acara Hi Seoul Festival.

Pada Hi Seoul Festival 2011 yang digelar selama 5 hari (5-10 Mei) beberapa venue yang dipenuhi pengunjung adalah Yeouido Hangang Park, Gwanghwamun Square, Cheonggyecheon, dan Seoul Plaza. Di Seoul Plaza kala itu digelar “World Street Theater Parade” yang diikuti oleh ribuan warga Seoul. Mereka masing-masing memakai kostum tokoh-tokoh dunia baik dari film maupun teater. Yang juga banyak mencuri perhatian pengunjung adalah pertunjukan akrobat “La Fura Dels Baus” dari Spanyol. Kelompok ini mulai diperhatikan khalayak luas saat menjadi salah satu penampil di upacara pembukaan Olimpiade Barcelona pada tahun 1992.


Untuk mencapai titik-titik yang ramai pengunjung yaitu area Seoul Plaza dan Seoul City Hall, Anda bisa naik subway jalur 1 atau 2 menuju City Hall Station. Bagi yang ingin menyaksikan Hi Seoul Festival di musim semi tahun-tahun mendatang, sebaiknya Anda memilih penginapan di pusat kota Seoul.

credit :: korea.panduanwisata